
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sorenya kak Rangga pun memutuskan untuk mengantarkan aku pulang ke rumah kakek. Meski hanya sebentar dan tidak mampir dulu,karena kak Rangga masih ada keperluan.
Setidaknya hari ini aku bisa bertemu dengannya,meskipun di awal harus ada kesalah pahaman di antara kami berdua.
Meskipun kak Rangga sudah menjelaskan situasinya seperti apa,namun aku tetap tidak boleh lengah. Bisa saja kak Rangga hanya menganggap cewek bernama Tasya itu teman, tapi kita tidak tahu perasaan cewek itu terhadap kak Rangga seperti apa.
Aku sebenarnya tidak ingin menaruh kecurigaan yang berlebih terhadapnya,namun dilihat dari cara dia saat dekat dengan kak Rangga tadi, aku merasa ada yang lain tentang cewek itu.
Lusa kak Rangga sudah janji pada ku untuk ikut bersama aku dan keluarga piknik. Untungnya di hari itu kak Rangga tidak ada kelas dan bisa pergi bersama ku.
Sesampainya di rumah, kakek yang tengah menonton TV di ruang tengah pun langsung menghampiri ku.
"Eh, kamu hanya sendiri saja? Mana Rangga?" Tanya beliau.
"Kak Rangga masih ada urusan kek,"
"Katanya malam ini ada satu kelas yang harus dia ikuti."
"Gimana, apa dia mau ikut bersama kita untuk piknik nanti?" Tanya kakek lagi.
"Iya bisa katanya kek,"
"Syukurlah......."
"Ya sudah, sepertinya kamu capek. Makanlah dulu, baru nanti mandi."
"Baik kek,"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dua hari kemudian,aku dan keluarga ku pun menjemput kak Rangga di tempat kostnya. Karena ternyata jalan menuju ke tempat wisatanya,kebetulan sekali melewati daerah dimana kak Rangga kost.
Setelah menunggu beberapa saat, kak Rangga pun keluar dari gerbang kostnya. Aku sudah sangat melihatnya,karena kemarin aku tidak bisa bertemu dengan dia. Namun aku sedikit kecewa karena melihat cewek yang kemarin itu datang dengan mengendarai motor menghampiri kak Rangga yang hendak pergi.
Mereka pun terlihat mengobrol di pinggir jalan,jujur melihat cewek itu yang terus mendatangi kak Rangga buat aku geram dan ingin rasanya melabraknya.
"Itu siapa Xavi?" Tanya kakek.
__ADS_1
"Teman kampusnya kak Rangga,mereka satu angkatan."
"Dia juga anak dari pemilik kost tempat tinggal kak Rangga sekarang ini." Jelas ku.
"Oh......"
Setelah menunggu beberapa saat, kak Rangga pun akhirnya telah selesai dengan urusannya dengan cewek itu dan langsung menghampiri kami yang sudah menunggunya sejak tadi.
Mungkin karena melihat raut wajah ku yang muram, kak Rangga pun langsung meraih tangan ku untuk menenangkan emosi ku yang tengah membara.
Dari tempat tinggal kak Rangga,tempat wisatanya cukup di tempuh dengan waktu sekitar satu jam lebih. Karena area wisatanya yang terletak di kaki gunung, hawanya pun terasa dingin. Untungnya aku tidak lupa membawa jaket tadi, karena kakek memang sudah memperingatkan aku sejak semalam untuk membawa jaket.
Kami pun memilih untuk makan terlebih dulu dan menggelar tikar. Jujur aku sangat menikmati piknik kali ini,bukan hanya pemandangannya yang indah tapi suasana kekeluargaan yang sangat terasa membuat aku betah.
"Xavi, habis ini kamu dan Rangga keliling aja. Kita tunggu di sini saja. Takutnya kamu lihat area sekitaran sini," ucap paman.
"Iya paman......"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah selesai makan,aku dan kak Rangga pun memutuskan untuk berpisah dengan keluarga ku. Aku sangat penasaran dengan cerita paman, katanya di sekitaran sini ada perkebunan buah dan kita bisa memetiknya langsung.
"Ayo kak, kita masuk." Ucap ku sambil menarik tangannya.
Benar dugaan ku, setelah aku masuk ada beberapa pohon buah-buahan yang tengah berbuah dengan lebatnya. Kami pun di bolehkan untuk mencicipi sepuasnya,kalau pun ingin bawa pulang kami juga di perbolehkan namun harus membayar sesuai berat dari buah yang kita bawa.
Tepat di tengah perkebunan jambu, aku melihat ada saung. Karena merasa sudah lelah,kami pun memutuskan untuk istirahat dulu di sana sebentar.
"Xavi......"
"Hem?"
"Aku tahu, kamu pasti sempat marah tadi. Karena melihat Tasya yang tiba-tiba saja datang menemui ku,"
"Tentu saja aku marah, kalau aku tidak marah berarti aku tidak sayang sama kakak." Timpal ku.
Dia pun tersenyum sambil menatap ku.
"Aku tahu itu,"
__ADS_1
"Kakak juga sayang sama kamu. Sejak awal kan kita sudah membicarakan ini,kakak tahu saat di jalani ternyata keadaannya sangat sulit. Akan ada banyak kesalah pahaman yang terjadi di antara kit," jelasnya.
"Aku yakin kakak tidak akan mengkhianati ku,tapi gimana dengan cewek itu? Apa dia benar hanya anggap kakak teman saja?"
"Aku pun tidak tahu,gimana perasaan dia. Biarlah itu jadi urusan dia sendiri, yang terpenting buat aku untuk saat ini adalah kamu."
"Gimana caranya supaya kamu percaya sama kakak dan hubungan kita baik-baik saja. Aku tidak ingin bertengkar hanya gara-gara kita salah paham." Lanjutnya.
Apa yang di katakan kak Rangga memang benar, terlebih lagi dia di sini masih lama dan aku pun baru mau selesai SMA sekitar 6 bulanan lagi.
"Hubungan jarak jauh memang tidak mudah, akan ada banyak pertanyaan di hati kita. Meskipun setiap harinya kita menjalin komunikasi lewat HP,tapi tetap saja itu tidak cukup untuk menutupi rasa khawatir yang kita rasa."
"Dan dari rasa khawatir itulah,timbul pertanyaan-pertanyaan yang malah buat kita ribut dan salah paham akhirnya."
"Iya........"
"Aku juga minta maaf, karena....."
Belum sempat ku selesaikan ucapan ku, kak Rangga sudah lebih dulu mencium ku. Meskipun aku berusaha untuk tidak mengkhawatirkannya,namun hati aku tidak bisa bohong. Akan aneh juga rasanya jika aku tidak merasakan apa-apa saat melihat dia dengan cewek lain. Berarti aku tidak punya perasaan apa-apa terhadapnya, namun sejauh mana aku bisa mengontrol perasaan ku itu.
Setelah menyudahinya, kak Rangga pun langsung memeluk ku.
"Aku sayang sama kamu," bisiknya.
"Aku juga,sayang sama kakak."
"Percayalah aku tidak akan pernah berpaling atau pun mengkhianati kamu. Susah untuk mendapatkan perempuan yang lucu seperti kamu ini."
Mendengar hal itu, aku langsung di buat tersenyum malu. Padahal aku sendiri tidak merasa kalau diri ku ini lucu.
"Makasih ya, karena kamu sudah bela-belain untuk datang ke sini menemui kakak. Kedepannya biar kakak saja yang datang untuk menemui kamu." Lanjutnya.
"Aku tunggu."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Akhirnya kemi pun kembali dengan membawa beberapa jenis buah yang sudah kami petik tadi dan langsung menghampiri kakek dan paman yang tengah berkumpul di dekat danau buatan.
"Akhirnya kalian kembali, baru saja paman hendak menyusul kalian."
__ADS_1
"Sebaiknya kita pulang,sepertinya hari ini akan turun hujan." Lanjut paman.