
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tidak terasa sudah 3 bulan lamanya setelah kembalinya dari Semarang. Dan sekarang aku tengah di sibukkan dengan persiapan untuk mengikuti ujian nasional yang akan di laksanakan sekitar 2 bulan lagi. Setiap hari aku harus mengikuti pelajaran tambahan yang di adakan oleh sekolah ku, setiap menjelang ujian nasional.
Meskipun begitu, sebisa mungkin aku menjaga komunikasi baik dengan kak Rangga. Walau tidak bisa sesering saat hari-hari biasa dan sekarang kak Rangga juga tengah mempersiapkan diri juga untuk mengikuti ujian di kampusnya.
Kami berdua sama-sama di sibukkan dengan urusan masing-masing. Tanpa terasa aku pun udah harus mulai memikirkan,kedepannya aku bakalan melanjutkan pendidikan dimana. Awalnya aku hendak kuliah mengikuti kak Rangga di Semarang, namun aku masih bingung dan belum memutuskan akan melanjutkan kemana.
Sempat juga ada beberapa kampus yang mengirimi ku undangan untuk aku coba mengikuti tes,namun karena aku yang masih bingung jadinya aku mengabaikannya saat itu.
Vira sendiri dia ingin masuk sekolah keperawatan,katanya biar nantinya bisa satu kerjaan dengan kak Angga. Meskipun begitu,niatnya ini sama sekali bukan atas dorongan kak Angga atau pun siapa pun orang-orang di sekitarnya. Tapi ini memang murni kemauan dia yang ingin sekolah keperawatan.
Aku sebagai teman pun hanya bisa mendukung keputusan yang dia ambil, apa pun itu selagi itu yang dia inginkan aku akan mendukungnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Xavi........" Teriak Vira.
Aku yang tengah mengulas pelajaran yang baru saja di ikuti pun terkejut oleh ulahnya itu.
"Kenapa Vira?"
__ADS_1
"Kamu harus lihat ini.....'' Ucapnya langsung memberikan HP nya pada ku.
"Ada apa sih?"
Aku pun langsung meraihnya dan alangkah terkejutnya aku, terlihat dalam postingan di salah satu media sosial tampak Tasya perempuan yang aku lihat beberapa bulan yang lalu memposting foto kak Rangga di akunnya.
"Ini kamu, kok bisa berteman dengan perempuan ini?" Tanya ku.
"Itu dia, sempat beberapa kali aku lihat dia seringkali menandai kak Rangga di media sosialnya. Awalnya aku iseng aja minta pertemanan sama dia,nggak taunya malah di terima." Jelas Vira.
"Sebaiknya kamu kasih tahu masalah ini sama kak Rangga secepatnya. Sepertinya kak Rangga belum tahu deh, masalah ini." Lanjutnya.
Setahu aku memang kak Rangga jarang sekali aktif di media sosial,begitu pun juga dengan aku yang jarang sekali membuka jejaring sosial milik ku.
"Tapi aku harus tunggu dia pulang kuliah dulu, aku tidak ingin mengganggunya."
"Ya itu terserah kamu saja,mau kasih tahu dia kapan. Yang penting secepatnya saja," balas Vira.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sorenya sepulang mengikuti pelajaran tambahan, aku langsung menghubungi kak Rangga. Tanpa basa-basi aku pun langsung menceritakan masalah yang tengah terjadi.
__ADS_1
Dari nada suaranya kak Rangga tampak terkejut dan menahan amarah,bahkan dia pun hendak langsung ingin menemui Tasya untuk menanyakan kejelasannya.
Namun aku melarangnya,karena kalau kak Rangga pergi dalam keadaan marah seperti sekarang ini,yang ada takutnya malah terjadi hal yang tidak di inginkan.
Kak Rangga juga menjelaskan kalau sudah lama banget dia tidak pernah menggunakan akun sosial medianya itu. Jadi aku pun memaklumi kalau kak Rangga tidak tahu mengenai hal ini.
"Sepertinya kakak harus berhati-hati mulai sekarang. Bukan maksud aku menyimpulkan dia itu tidak baik,tapi di lihat dari caranya itu. Apalagi di postingannya itu dia menambahkan emoji hati."
"Aku akan hati-hati saat nanti menanyakannya. Aku juga akan tanya Ilham terlebih dulu, karena biar bagaimana pun aku kenal dia juga lewat Ilham."
"Ya sudah, aku tunggu lagi kabar kedepannya seperti apa."
"Aku bicara seperti itu, karena aku tidak ingin salah paham lagi sama kakak. Apalagi sekarang kita tengah di sibukkan untuk mempersiapkan diri mengikuti ujian. Aku tidak mau saja masalah ini mengganggu kita berdua."
"Iya kakak mengerti maksud kamu. Nanti kakak pasti kasih tahu kamu langsung,"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Beberapa hari setelah itu kak Rangga memberiku kabar dan ternyata memang Tasya menaruh hati terhadap kak Rangga. Itu pun dia tidak mengakuinya langsung di depan kak Rangga,namun kak Ilham lah yang membantu kak Rangga untuk mengkonfirmasi masalah ini sama Tasya.
Mengetahui hal itu, kak Rangga pun berniat untuk pindah kosan. Dia hanya tidak mau saja setelah ini,Tasya melakukan hal yang lebih parah lagi. Apalagi mengatas namakan pertemanan di antara mereka.
__ADS_1
Aku sedikit merasa lega setelah mendengar kabar ini, meskipun masih ada rasa takut. Meskipun kak Rangga memutuskan untuk pindah kosan,tapi mereka masih akan bertemu di kampus. Tidak menutup kemungkinan untuk Tasya berulah kembali membuat masalah.