
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Saat jam pulang sekolah tiba, aku buru-buru membereskan semua barang-barang ku. Ada sebagian yang aku masukan ke dalam tas dan ada juga yang aku simpan di loker.
"Xavi, kamu mau kemana?"
"Enggak biasannya kamu langsung buru-buru pergi." Lanjut Yosef.
"Ada yang harus aku selesaikan dulu,"
"Udah ya, aku duluan."
"Eh Xavi, kamu mau kemana? Aku belum selesai bereskan barang ku." Teriak Vira.
"Maaf ya, aku duluan."
Tanpa melihat ke arah Vira, aku langsung buru-buru keluar dari kelas. Aku sangat berharap kak Rangga masih ada di kelasnya dan belum pulang.
Dengan cepat aku mempercepat langkah ku menuju kelas kak Rangga yang jaraknya tidak begitu jauh dari kelas ku.
"Eh Xavi......" Sapa kak Bastian di depan kelas X D.
"Kak,"
"Pasti kamu mau cari Rangga kan,"
"Iya kak,"
"Kebetulan sekali, tadi aku lihat dia masih di kelas kayaknya."
"Ya udah kalau gitu, aku pamit ya kak." Balas ku langsung pergi begitu saja.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Langkah ku langsung terhenti setibanya di depan kelas kak Rangga. Terlihat dia tengah berduaan dengan seorang siswi perempuan dan tengah duduk di mejanya kak Rangga.
Aku yang tadinya sudah semangat untuk menemui dia, sekarang malah berakhir kecewa.
"Siapa cewek itu? Aku belum pernah melihat dia sebelumnya." Ucap ku pelan.
"Kenapa mereka tampak dekat sekali?"
"Atau jangan-jangan kak Rangga, sudah pindah ke lain hati. Gara-gara sikap ku tadi pagi,"
"Tidak mungkin, kenapa bisa secepat itu perasaannya berubah."
Rasanya hati ku sakit sekali, melihat kak Rangga dengan cewek lain. Dengan tertatih, aku pun berbalik untuk pulang.
Aku tidak menyangka padahal baru tadi kak Rangga bicara tentang perasaannya pada ku, tapi nyatanya sekarang dia malah berduaan dengan cewek.
Tanpa terasa, langkah kaki ku pun telah sampai di lantai bawah. Di sana aku tidak sengaja bertemu dengan Vira yang tengah berdiri sendirian.
"Ini dia anaknya,"
"Sebenarnya kamu dari mana sih? Bukannya tadi kamu udah lebih dulu keluar. Tapi kok,kamu baru turun." Cecarnya.
"Sudahlah Vir, aku sedang malas untuk bicara." Timpal ku tidak memperdulikannya.
__ADS_1
"Eh......"
"Kamu kenapa sih? Kelihatannya kamu tidak baik-baik saja."
"Aku mau sendiri,jangan ikuti aku."
Mendengar hal itu, Vira yang tadinya berusaha untuk menyusul ku pun langsung terdiam dan membiarkan aku pergi begitu saja.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Sesampainya di rumah, aku yang biasanya langsung pergi menuju meja makan pun memilih untuk langsung pergi menuju kamar. Rasanya lemas dan malas untuk melakukan apapun, hati ku terasa hancur tercabik hari ini. Belum juga aku menjelaskan kesalah pahaman tentang kejadian di bus tadi pagi, ini aku malah mendapati kak Rangga dengan cewek berduaan.
Tidak lama setelah itu saat aku tengah istirahat, ayah datang ke kamar dengan membawa cemilan.
"Eh Xavi,"
"Ada apa dengan kamu hari ini? Biasanya pulang sekolah kamu langsung makan. Ini ayah lihat kamu langsung pergi ke kamar," ucap ayah.
"Aku hanya ingin sendiri ayah," balas ku.
"Iya ingin sendiri, tapi kenapa? Pasti ada alasannya kan,"
"Entahlah, aku pusing. Aku mau tidur,"
"Apa kamu perlu obat? Atau mau ayah antar ke rumah sakit saja ya....."
"Tidak ayah,"
"Aku hanya ingin sendirian saja sekarang. Aku mau tidur, ngantuk......"
"Ya sudah, ini ayah bawakan cemilan sama jus jeruk untuk kamu. Nanti kamu makan," lanjut beliau.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
*Di sekolah........
Vira yang merasa ada yang aneh dengan sikap Xavi barusan, memutuskan untuk menunggu Xavi di lantai bawah. Namun baru saja dia menunggu beberapa saat, orang yang di khawatirkan nya itu datang dengan raut wajah yang tampak lesu.
"Ini dia anaknya," ucap Vira menyadari kedatangan Xavi.
"Sebenarnya kamu dari mana sih? Bukannya tadi kamu udah lebih dulu keluar. Tapi kok,kamu baru turun." Tanya Vira langsung.
"Sudahlah Vir, aku sedang malas untuk bicara." Timpal Xavi dengan tidak memperdulikannya.
"Eh......"
"Kamu kenapa sih? Kelihatannya kamu tidak baik-baik saja." Lanjut Vira khawatir.
"Aku mau sendiri,jangan ikuti aku." Ucap Xavi dengan nada sedikit meninggi.
Mendengar Xavi yang sedikit membentak, Vira yang tadinya hendak mengikutinya pun langsung terdiam dan membiarkan Xavi pergi begitu saja.
"Ada dengan dia? Hari ini dia benar-benar aneh." Gumamnya.
Tidak lama setelah Xavi pergi, Bastian dan Angga pun datang dengan membawa bola basket.
"Eh, kamu sedang apa di sini sendirian?" Tanya Angga heran.
__ADS_1
"Iya, bukannya tadi Xavi hendak pergi ke kelas kami." Sambung Bastian.
"Itu dia masalahnya," balas Vira.
"Maksudnya?" Tanya Angga dan Bastian bersamaan.
"Barusan aku lihat Xavi,"
"Dia tampak lesu sekali, raut wajahnya pun tampak tidak baik."
"Dia bahkan melarang ku untuk mendampinginya kali ini. Padahal biasanya kami suka pulang bareng menuju gerbang depan." Jelas Vira.
"Lah, kalau kayak gitu aneh dong."
"Pasti ada sesuatu yang terjadi,yang buat Xavi tampak kecewa." Ucap Bastian.
Saat mereka tengah berdiskusi, Rangga pun datang dan langsung menghampiri mereka bertiga yang tengah fokus membahas masalah Xavi.
"Eh, kalian belum pulang ternyata." Ucap Rangga.
"Eh Rangga," Ucap Angga terkejut.
"Kalian lagi ngomongin apa sih? Sepertinya serius banget. Sampai kalian tidak sadar dengan kedatangan ku barusan."
"Ini, Vira barusa cerita......"
"Katanya dia lihat Xavi pulang dengan keadaan murung. Dia tampak kecewa gitu katanya," jelas Angga.
"Xavi?"
"Iya......."
"Tadi bahkan aku sempat berpapasan dengan dia di depan kelas X D." Sambung Bastian.
"Sepertinya dia hendak ke kelas kita,buat menemui kamu." Lanjutnya.
"Kamu yakin?" Ucap Rangga meyakinkan.
"Yakinlah, terus dia mau pergi ke mana lagi. Kalau bukan mau ke kelas kita, buat menghampiri kamu."
"Apa jangan-jangan, dia tidak sengaja lihat aku dengan Rere tadi."
"Tapi aku tidak mendengar atau pun melihat kehadiran Xavi tadi." Jelas Rangga.
"Rere? Memangnya kamu habis ngapain tadi dengan Rere?"
"Maksud aku, kamu kok bisa bareng sama Rere." Lanjut Angga.
"Tadi dia meminta tolong pada ku, katanya dia kesulitan dengan tugas fisika yang di berikan oleh guru. Makanya dia minta tolong sama aku untuk bantuin dia jelasin masalah soalnya itu." Jelas Rangga.
"Mungkin nggak sih, Xavi salah paham. Dan menganggap kamu dan Rere itu dekat,karena dia lihat kamu tengah berduaan dengan dia di kelas tadi." Sambung Bastian.
"Ya sepertinya memang seperti itu,"
"Aku bisa lihat dengan jelas, wajah murungnya tadi." Sambung Vira.
"Sebaiknya kamu cepat hubungi dia dan jelaskan apa yang sebenarnya sudah terjadi. Keburu dia marah dan kecewa sama kamu." Pinta Angga.
__ADS_1
"Bener banget, cepat kak." Sambung Vira.