
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah berhasil menemukan paman, kami pun langsung pulang menuju rumahnya kakek. Niatnya awal aku ingin langsung menuju kampusnya kak Rangga,namun ternyata di pertengahan jalan malah turun hujan yang cukup deras. Aku pun memutuskan untuk pergi ke sana besok paginya saja. Terlebih lagi takutnya kak Rangga juga sudah pulang dan aku pun belum tahu di sini dia tinggal di mana.
Sebenarnya bisa saja aku menanyakan hal itu sama kak Bastian,namum mengingat aku yang ingin kasih kejutan padanya, jadi urung aku lakukan. Terlebih lagi sepertinya kak Bastian tidak akan sebebas itu bisa menggunakan alat komunikasi selama pelatihan.
Setibanya di rumah kakek, aku langsung di suruh untuk makan. Karena ternyata mba yang kerja di rumah kakek sudah masak beberapa menu makanan untuk menyambut kedatangan ku.
Sambil menikmati makanannya, sekalian kami pun ngobrol tentang banyak hal. Kakek berencana untuk mengajak ku pergi wisata ke salah satu tempat yang lagi hits di Semarang sekarang ini.
Namun aku meminta untuk pergi di hari ke tiga saja dan menjelaskan kalau aku ingin mengunjungi kak Rangga terlebih dulu. Aku berharap kak Rangga ada waktu dan bisa ikut dengan ku pergi ke berwisata dengan kakek.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jujur semalam aku tidak bisa tidur dengan nyenyak, aku memikirkan tentang hari ini. Rasanya sudah tidak sabar ingin melihat ekspresi kak Rangga saat kali pertama dia melihat aku ada di sini.
Sebenarnya paman sudah menawarkan diri untuk mengantarku hari ini,namun aku menolaknya. Bukan karena apa-apa, aku hanya tidak ingin merepotkan beliau dan juga ingin punya waktu yang lebih banyak saja. Tidak enak juga kalau harus di antar sama paman,yang ada nanti beliau jadi nyamuk lagi.
Dari rumah kakek menuju kampus kak Rangga jaraknya cukup jauh,membutuhkan waktu sekitar 20 menitan. Aku pun memutuskan untuk naik taksi online saja,meskipun harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit.
Sepanjang perjalanan aku merasa tidak sabar ingin segera sampai di sana,mungkin karena inu jam-jam sibuk jadinya kendaraan pun sempat terjebak macet beberapa kali.
Dan akhirnya aku pun sampai di depan kampus kak Rangga. Supir taksinya pun menyarankan aku untuk menunggu di mini market yang berada di depan kampus tersebut,kata beliau di kampus ini tidak sembarang orang di ijinkan masuk meskipun punya saudara atau kerabat yang kuliah di sini. Setelah mendapatkan masukan dari beliau, aku pun langsung turun dan mengikuti saran darinya.
Setelah menunggu hampir 10 menitan, akhirnya aku bisa melihat kedatangan kak Rangga. Di lihat dari dia yang datang dengan berjalan kaki,sepertinya kak Rangga tinggal di dekat kampusnya ini. Tanpa menunggu lama aku langsung keluar dari mini marketnya dan bersiap untuk menyebrang.
"Kak.......!'' Seru ku.
Mungkin karena jaraknya yang cukup jauh, kak Rangga tidak mendengar seruanku barusan dan terus berjalan. Sampai akhirnya langkah ku terhenti, karena melihat ada seorang perempuan yang menghampiri kak Rangga.
Terlihat mereka cukup akrab, bisa di lihat dari kak Rangga yang tersenyum saat melihat perempuan itu datang. Mereka pun tampak asik mengobrol sambil duduk di kursi yang terdapat di depan kampusnya. Awalnya aku ingin berbalik saja dan pulang, namun kalau aku tidak menghampirinya yang ada aku akan kepikiran dan berpikir yang tidak-tidak.
Meskipun sebenarnya perasaan ku saat ini tidak baik-baik saja,namun aku berusaha untuk kuat dan melanjutkan perjalanan ku untuk menghampirinya.
__ADS_1
"Kak......." Panggil ku.
Kak Rangga yang langsung menyadari kehadiran ku pun langsung mencari keberadaan ku.
"Xavi......."
"Bagaimana kamu bisa," ucapannya terputus.
Tampak kak Rangga terkejut melihat kehadiran ku di sini saat ini. Dia bahkan sempat terdiam sesaat dan kebingungan.
"Sepertinya aku datang di waktu yang tidak tepat yah," ucap ku dengan suara bergetar.
"Ah ini......."
"Bukan seperti yang kamu pikirkan, aku bisa jelasin sama kamu."
Kak Rangga langsung menghampiri ku dan meraih tangan ku yang terasa cukup dingin.
"Aku bisa jelasin, kamu jangan salah paham dulu." Lanjutnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Melihat kondisi ku yang terguncang kak Rangga pun langsung memeluk ku dan coba untuk menenangkan aku. Apa yang sering aku takutkan selama ini,akhirnya terjadi di depan mataku.
Tapi aku juga tak ingin mengambil kesimpulan sendiri,tanpa mendengar penjelasan dari kak Rangga. Setelah merasa tenang, aku pun memintanya untuk menjelaskan tentang perempuan tadi.
"Siapa dia?" Tanya ku langsung.
"Namanya Tasya, dia satu angkatan dengan ku."
"Kebetulan dia juga anak dari pemilik kos,dimana kakak tinggal saat ini."
"Kalian tampak dekat," timpal ku.
__ADS_1
"Hanya sebatas teman saja. Kakak suka mengerjakan tugas dengan dia dan ada dua teman kakak lagi."
" Tadi dia membicarakan tentang penelitian dia,karena bulan ini kami di kasih tugas untuk melakukan penelitian. Hanya sekedar membicarakan itu saja,tidak lebih." Jelas kak Rangga.
"Kamu percayakan sama kakak?"
"Xavi, dengar kakak tidak mungkin mengkhianati kamu." Lanjutnya.
"Entahlah kak, aku masih terkejut dengan apa yang aku lihat tadi."
"Sebaiknya kita bicarakan ini nanti saja, aku mau pulang." Lanjut ku.
Aku pun langsung beranjak dari tempat duduk ku,namun kak Rangga berusaha untuk mencegah aku pergi dan memeluk ku dari belakang.
"Tolong biarkan aku untuk menenangkan diri ku untuk saat ini. Kita bahas ini nanti,"
"Tidak, kakak tidak akan melepaskan kamu."
"Nanti yang ada kamu malah berpikir yang tidak-tidak tentang kakak. Dan kakak tidak mau kamu salah paham dan marah sama kakak." Jelasnya.
"Aku tahu, ini pasti cukup buat kamu terkejut. Tapi bukan hanya kamu saja yang merasakan itu saat ini, kakak pun sama tak kalah terkejutnya dengan kamu."
"Kamu bahkan tidak cerita sama kakak,kalau kamu akan datang ke sini untuk menemui kakak."
Aku pun hanya bisa terdiam dan pasrah sambil memegang tangannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kak Rangga pun memutuskan untuk membawa ku ke kosannya,di sana kak Rangga juga sempat bertemu dengan temannya bernama Ilham. Kami sempat berkenalan sebentar,karena kak Ilham harus pergi ke kampus.
"Aku tahu tempat ini dari dia, karena awalnya aku kost di tempat yang cukup jauh dari kampus." Ucapnya.
"Dan dari dia juga aku kenal sama Tasya ini,"
__ADS_1
"Duduklah, biar kakak buatkan minuman dulu untuk kamu."