When I See You

When I See You
Prasangka Buruk


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kak Rangga pun menceritakan kejadian saat kami tidak sengaja melihat kak Angga dan Vira bergandengan hari itu. Mereka berdua tampak terkejut mendengar penjelasan yang di utarakan oleh kak Rangga barusan,begitu pun kak Bastian yang tak kalah terkejut mendengarnya.


"Sebelumnya kita nggak maksud untuk sembunyikan hubungan ini. Kami bermaksud untuk memberitahu kalian saat anniversary hari jadi kami tepat satu bulan."


"Dan itu kurang lebih sekitaran 5 harian lagi." Jelas kak Angga.


"Iya,tapi karena kalian sudah tahu lebih dulu. Memang sepertinya sekarang waktunya untuk aku dan Vira kasih tahu kalian semua." Lanjutnya.


Mereka pun secara bergantian saling menjelaskan awal mula mereka bisa jadian dan menjalin hubungan sampai sekarang. Aku dan kak Rangga sendiri tidak terkejut,karena sejak awal kami sudah mengetahuinya. Namun kak Bastian lah yang cukup shock mendengar apa yang di jelaskan oleh mereka.


"Jadi sekarang hanya aku saja yang tidak punya pasangan di sini." Ucapnya.


Kami pun di buat tertawa mendengar ucapan dia barusan. Tapi memang di antara mereka bertiga,kak Bastian sendiri yang tampaknya tidak terlalu mementingkan atau pun ingin menjalin hubungan dengan seseorang. Bukan berarti tidak ada cewek yang mau padanya,hanya saja kak Bastian punya prinsip sendiri. Pantang katanya menjalin hubungan sebelum dia sukses.


Setelah kesalah pahaman yang terjadi, kami pun melanjutkan acara ulang tahun yang sempat tertunda sesaat.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah kejadian itu, kak Angga dan Vira tak lagi sembunyi-sembunyi memamerkan hubungan mereka bukan hanya di tempat umum saja,tapi di sekolah pun mereka tampak romantis dan sempat membuat satu sekolahan geger melihatnya.


Namun dengan berjalannya waktu, mereka semua bisa menerima keadaan itu dan terbiasa juga.


Tanpa terasa sebentar lagi kak Rangga sudah mau memasuki masa akhir sekolahnya, beberapa waktu yang lalu dia bahkan sempat tidak masuk karena harus mengikuti tes di Semarang. Sedangkan kak Angga sendiri memutuskan untuk melanjutkan sekolah kedokterannya di Jakarta. Ada pun kak Bastian dia memutuskan untuk masuk sekolah TNI yang ternyata tempatnya di Semarang juga.


Meskipun aku dan kak Rangga tidak bisa bertemu sesering saat biasanya,namun saat ada kesempatan baik aku atau pun kak Rangga kami saling menghubungi dan memberi kabar satu sama lain.


Terlebih lagi aku juga tengah mengikuti pelajaran tambahan, karena sebentar lagi ujian akhir semester.


"Liv......."


"Kamu emangnya nggak khawatir, harus berjauhan dengan kak Rangga nanti?" Tanya Vira.


"Kenapa harus khawatir? Saling percaya saja."


"Lagi pula aku masih bisa mengunjunginya saat ada libur,dia juga bisa pulang ke sini juga kapan-kapan."

__ADS_1


"Iya juga sih,"


"Aku hanya ingin tanya saja,bukan bermaksud apa-apa yah."


"Tapi memang di lihat dari karakter kak Rangga sendiri,dia bukan tipe cowok yang nakal. Dalam artian gampang tergoda oleh cewek lain," jelasnya.


"Kuncinya saling percaya saja. Kalau pun itu terjadi......."


Belum sempat aku menyelesaikan ucapan ku, mata ku langsung melihat kehadiran kak Rangga dan kedua temannya tengah berjalan ke arah kami berdua.


"Terjadi apa?" Tanya Vira.


"Kita bicarakan nanti saja.Tidak enak mereka keburu datang," balas ku.


"Ah iya........"


Aku berusaha baik-baik saja dan mengatakan hal yang baik di hadapan siapapun. Meskipun sebenarnya rasa takut dan khawatir itu ada,aku tidak bisa memungkiri itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Mungkin kak Rangga berpikir aku itu gampang kemakan omongan orang. Sambil tersenyum dia pun berusaha untuk menenangkan aku dan menghibur ku.


"Maaf ya kak, bukan aku meragukan kakak."


"Iya tidak apa-apa. Kakak mengerti dengan apa yang kamu rasakan saat ini."


"Ini kali pertama untuk kita berdua,menjalin hubungan jarak jauh. Jadi wajar kalau kamu takut,"


Tidak terasa akhirnya kami pun sampai di halte yang biasa kami turun.


"Xavi........"


"Iya kak,"


Tiba-tiba saja kak Rangga memeluk ku sambil mengelus kepalaku lembut.


"Kenapa?" Tanyaku.

__ADS_1


"Tidak ada, hanya ingin memeluk kamu saja."Balasnya.


Aku pun membiarkannya untuk beberapa saat.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sesampainya di rumah,aku langsung menuju dapur kebetulan saat itu bunda dan ayah tengah berada di sana.


"Duduk nak, kebetulan sekali bunda baru saja buat spaghetti. Sini makan bareng,"


Tanpa menolak ajakan bunda aku pun mengiyakannya dan langsung mengambil piringnya. Bunda tahu saja kalau aku memang lapar,karena tadi siang aku hanya makan siomay saja. Karena keburu Vira membahas hal itu, jadinya aku tidak nafsu untuk makan.


Entah kenapa,bunda malah cerita tentang anak buahnya di tempat kerja. Katanya pacarnya selingkuh setelah mereka menjalin hubungan jarak jauh,karena sang pacar yang pindah kerja di Surabaya dan baru ketahuan setelah selingkuhannya menghubungi anak buah bunda itu.


Mendengar cerita bunda barusan, aku meras takut kembali.


"Xavi......"


"Jangan bilang kamu khawatir lagi dengan hubungan kamu nanti,"


" Ini hanya cerita dari anak buah bunda saja. Lagi pula bunda yakin Rangga anak yang baik dan tidak akan melakukan hal itu sama kamu." Jelas bunda.


"Iya nak, jauh-jauh dari perasaan yang seperti itu. Nanti yang ada itu bakal jadi boomerang di hubungan kalian." Sambung ayah.


Sama seperti yang di lakukan kak Rangga tadi, ayah dan bunda pun memberikan nasihat padaku. Supaya aku tidak gampang terpengaruh dan mudah mencurigai kak Rangga nantinya.


"Di sana Rangga itu,niatnya untuk belajar. Bukan untuk cari pengganti kamu," ucap ayah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Malamnya kak Rangga menelpon ku, mungkin dia juga kepikiran dan takut aku terlarut dalam prasangka yang tidak baik. Terlebih sebentar lagi dia akan berangkat ke Semarang dan kami harus menjalin hubungan jarak jauh.


Rasanya baru kemarin aku jadian dengan dia,sekarang udah hampir mau jalan satu tahun setengah saja.


Kami pun membicarakan tentang rencana nanti saat dia wisuda. Yang tadinya perasaan ku tidak baik-baik saja,setelah ngobrol dengan kak Rangga aku jauh merasa lebih baik dan melupakan kekhawatiran ku.


Aku mengakui,pikiran ku masih labil. Terlebih lagi di usia ku yang masih muda,akan gampang sekali terpengaruhi oleh omongan-omongan orang. Dan rasa takut yang aku timbulkan sendiri itulah yang nantinya malah bisa buat hubungan ku hancur.Rasa takut kehilangan karena aku sayang sama kak Rangga,kalau aku tidak merasakan hal semacam itu yang ada aneh. Sama saja aku tidak punya rasa selama ini terhadapnya.

__ADS_1


__ADS_2