
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Beberapa hari setelah itu, aku dan kak Rangga tidak bisa bertemu terlalu sering. Karena dia tengah mengikuti program yang di adakan di Yogyakarta, selama 3 hari.
Aku pun menghabiskan waktu dengan jalan-jalan di sekitar rumah kakek,karena memang jaraknya yang cukup dekat dengan pusat perbelanjaan juga.
Sempat juga aku ikut bersama om Dodi untuk mendaki Gunung Telomoyo,lebih tepatnya bukan mendaki melainkan berwisata ke sana untuk melihat pemandangan kota semarang dari atas gunung itu. Karena kami bisa mengendarai kendaraan untuk sampai ke puncaknya,cocok sekali buat aku yang sama sekali tidak ada pengalaman dalam mendaki.
Dari sana juga aku bisa melihat hamparan awan yang sangat cantik dan itu kali pertama aku bisa melihat pemandangan secantik itu.
Bukan hanya itu saja, karena letaknya yang berada di antara Magelang dan Semarang, aku juga bisa melihat beberapa gunung lainnya dari sana. Seperti Gunung Ungaran, Gunung Merbabu, Gunung Sumbing dan Gunung Andong.
Di sana juga terdapat landasan paralayang yang katanya tertinggi di Indonesia.Dan masih banyak lagi hal menarik yang bisa aku dapatkan selama mengunjungi gunung itu.
Meskipun setelah pulang dari sana aku malah jatuh sakit,mungkin karena kelelahan juga dalam beberapa hari itu aku keseringan pergi keluar dan kurang istirahat.
Untungnya hari ini sudah lebih baikan, namun meskipun begitu aku tidak bisa pergi kemana-mana, karena kakek melarang ku untuk pergi sebelum kondisi ku pulih kembali.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Kak Xavi......." Teriak Kenzo.
"Ada apa sih, Ken? Janganlah ajak aku ribut hari ini,sedang tidak semangat aku."
"Kamu main saja sana sama yang lain," lanjut ku.
"Ih apaan sih,"
"Lagian Ken cuma mau bilang,itu di depan ada teman kakak yang nyariin." Timpalnya.
"Teman kakak?"
"Siapa?" Lanjut ku.
"Ya gak tau,lihat aja."
Setelah itu dia pun langsung pergi tanpa meninggalkan jejak sedikit pun. Mendengar dari perkataanya, sepertinya itu bukan kak Rangga soalnya Ken bilang dia tidak tau. Padahal setahu ku, dia sudah beberapa kali sempat bertemu dengan kak Rangga.
__ADS_1
Karena penasaran juga, aku pun langsung bangun dari tidur ku untuk melihat siapa yang datang mencari ku.
"Eh Vira......." Ucap ku terkejut.
"Xavi.......!" Serunya langsung memeluk ku.
"Kok kamu bisa sampai di sini?"
"Bisa lah,kan waktu itu kami pernah kasih alamat kamu di sini sama aku. Untung saja aku tidak menghapus bekas chat dari kamu itu." Jelasnya.
"Hai kak," sapa ku pada kak Angga.
Aku pun langsung mengajak mereka untuk masuk dan tidak lupa meminta mbak untuk membuatkan minuman dan membawa cemilan untuk mereka.
"Kamu kok tidak cerita sebelumnya sama aku, kalau kamu mau ke sini?"
"Ini juga karena kak Angga yang mengajak ku. Dan juga kita pun bingung mau menghabiskan liburan kemana di sana."
"Kebetulan kak Angga dapat libur sekitar 4 hari,jadinya dia mengajak ku untuk ke sini. Katanya sekalian mau jenguk kak Bastian dan kak Rangga." Jelasnya.
"Kebetulan sekali, hari ini kak Rangga baru balik dari Yogya. Nanti aku kasih tahu dia untuk langsung ke sini saja,"
Kami pun ngobrol tentang banyak hal ,sambil menikmati jamuan yang sudah di siapkan oleh mbak.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sorenya sekitar jam 4 an, kak Rangga datang bersama kak Bastian. Katanya kak Bastian juga dapat libur untuk beberapa hari kedepan,tadinya dia hendak pulang ke Jakarta namun setelah mendengar kabar kak Angga dan Vira tengah ada di sini,dia pun mengurungkan niatnya itu.
"Eh,jadinya kita mau kemana selama di sini?" Tanya kak Angga.
"Enaknya kemana yah? Aku juga tidak tahu tempat yang bagus untuk kita kunjungi." Timpal kak Bastian.
"Kalau aku sih, ingin coba untuk mendaki gunung. Kalau tidak salah dari sini ada gunung yang cukup dekat dan katanya masih landai untuk pemula seperti aku." Ucap Vira.
"Gunung apa maksud kamu?" Tanya kak Bastian.
"Gunung Ungaran,kata teman aku di sana itu bagus loh. Naiknya juga gak lama kurang lebih 2 jam aja,"
__ADS_1
"Ayolah, kita coba untuk camping di sana mumpung kita di sini." Ucapnya penuh semangat.
"Ya ampun Vira, meskipun begitu kita harus punya persiapan terlebih dulu. Nggak bisa mendadak kayak gini, mungkin lain kali saja kita rencanakan itu." Balas kak Angga.
Meskipun Vira tampak kecewa, namun dia pun hanya bisa diam menerima keadaannya. Karena aku tidak ingin mengecewakan teman ku itu, jadinya aku pun mengusulkan untuk mengajak mereka untuk pergi ke Gunung Telomoyo saja.
"Boleh tuh," ucap kak Bastian langsung.
"Masalah kendaraan tenang aja,di sekitaran sini ada banyak tempat yang suka sewain motor kok." Sambung kak Rangga.
"Ya ampun kenapa harus sewa, kita bisa pinjam motor milik saudara ku saja. Sekalian juga nanti aku minta sepupu ku si Haikal untuk ikut menemani kita. Biar pas aja pake tiga motor," jelas ku.
Setelah semuanya setuju dengan rencana kedua yang aku sarankan,grup laki-laki memutuskan untuk pulang dan menginap di kosannya kak Rangga. Sedangkan Vira akan tinggal bersama ku,meskipun awalnya dia hendak memesan hotel untuk menginap selama di sini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Malamnya aku dan Vira malah begadang nonton drama Korea, padahal besoknya kami harus bangun pagi-pagi untuk berangkat ke Gunung Telomoyo.
Namun aku tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang berharga ini. Kapan lagi aku bisa menghabiskan waktu sama Vira,meskipun kami tinggal di Jakarta tapi jujur saja jarang sekali dia atau pun aku datang ke rumah untuk bermain. Kami malah lebih sering menghabiskan waktu di luar saja atau nongkrong di cafe milik keluarga kak Bastian.
"Xavi........'' Teriak Haikal dari luar kamar.
"Iya, masuk aja. Nggak di kunci kok."
"Eh besok beneran jadi pergi ke Telomoyo?" Tanyanya.
"Jadilah, kan aku tadi WA kamu,"
"Oh, takutnya cuma iseng aja. Ya udah kalau jadi aku mau cek dulu kendaraannya,takutnya ada kenapa-kenapa di sana. Kan jalannya menanjak terus," jelasnya.
"Oh ya udah."
"Jam 7 kita udah kumpul di sini yah,awas nanti kamu kesiangan lagi." Lanjut ku.
"Iya bawel banget," timpalnya langsung menutup pintu.
"Dan sepertinya kita juga udah harus istirahat sekarang," ucap Vira.
__ADS_1
Kami berdua pun langsung mematikan TV dan bersiap untuk tidur. Tidak lupa sebelum itu,aku mengatur dulu alarm karena takut kesiangan besok.
"Aku sudah tidak sabar. Dari cerita kamu saja,aku sudah membayangkan betapa bagusnya gunung itu." Lanjutnya.