When I See You

When I See You
Me Time


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Esoknya aku dan kak Rangga janjian untuk pergi ke luar, setelah mendapatkan ijin dari ayah dan bunda, aku pun langsung pergi menuju halte bus. Karena kami janjian untuk bertemu di sana,sekalian berangkat ke tempat yang kak Rangga janjikan.


Sebenarnya kak Rangga mengajak ku untuk naik mobil milik pamannya, hanya saja aku menolaknya karena ingin mengulang kenangan saat kami masih sekolah dulu.


Ternyata sesampainya di sana,kak Rangga tengah duduk sendirian. Aku yang bicara akan pergi lebih awal pun malah keduluan oleh kak Rangga.


"Kak," panggil ku.


"Katanya mau pergi paling duluan," ucapnya.


"Iya maaf, soalnya tadi aku...."


"Sudahlah, aku ngerti kok. Namanya juga perempuan,"


Saat kami tengah ngobrol, bus yang akan kami tumpangi pun datang. Langsung lah kami masuk ke dalam busnya,karena takut di sangkanya kami tidak akan naik.


Sebenarnya aku sendiri belum tahu,kemana kak Rangga akan membawa ku hari ini. Namun di lihat dari jurusan busnya,sepertinya kak Rangga bakalan ngajakin aku jalan-jalan ke pantai An**l.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Benar saja dugaan ku tadi, kak Rangga memang mengajak ku untuk jalan-jalan di pantai hari ini. Meskipun aku sudah pernah beberapa kali berkunjung ke sini, namun rasanya beda saja karena sekarang aku pergi bersama kak Rangga.


Dia pun mengajak ku untuk makan lebih dulu, di salah satu restoran yang berada di bibir pantai. Kami pun bisa menikmati makanan yang kami pesan sambil melihat deburan ombak yang tampak tenang hari ini.


Kak Rangga pun banyak menceritakan kejadian saat dia pindah kos ke tempat yang baru dan ternyata bukan hanya dia saja yang pindah, namun ternyata kak Ilham pun ikut pindah bersama kak Rangga.


Mendengar kak Rangga menceritakan hal itu, aku langsung teringat masalah Tasya kemarin. Karena sampai saat ini,aku masih belum menceritakannya sama kak Rangga. Mungkin ini waktu yang tepat untuk aku menceritakannya sama dia,karena kami sama-sama sudah melewati ulangan dan tengah berlibur juga.


"Kak, sebenarnya ada yang aku ingin katakan sejak lama sama kakak."


"Apa itu? Katakanlah,"

__ADS_1


"Sebenarnya,beberapa waktu yang lalu kak Tasya ada menghubungi aku. Dia mengirim pesan yang menurut ku dia sepertinya tidak suka kalau aku dan kakak menjalin hubungan dengan ku. Bahkan dia juga meminta aku untuk menjauhi kakak dan merelakan kakak untuknya." Jelas ku.


Akhirnya aku sedikit merasa lega,karena telah menceritakan masalah ini sama kak Rangga. Namun anehnya, ekspresi kak Rangga terlihat datar dan malah tersenyum menatap ku.


"Sebenarnya aku sudah tahu masalah ini. Jauh sebelum aku balik ke Jakarta," balasnya.


"Hah? Jadi kakak udah tahu?"


"Iya......."


"Ilham saat itu tidak sengaja mendengar percakapan Tasya dengan temannya, langsung lah dia cerita sama aku." Jelasnya.


Kak Rangga pun menceritakan tentang rencana yang di susunnya bersama kak Ilham untuk menjebak kak Tasya. Jujur aku merasa malu sekali, karena kak Rangga harus tau masalah ini bukan dari aku melainkan dari kak Ilham.


"Kakak tidak menyalahkan kamu, karena kakak yakin kamu pun sebenarnya tidak ada niatan untuk menyembunyikan itu dari kakak."


"Iya saat itu, yang ada di pikiran ku tuh takut. Aku takut mengganggu konsentrasi kakak, karena saat itu kita kan sama-sama tengah menghadapi ulangan. Aku takut kak Rangga tersulut emosi dan melakukan sesuatu yang tidak di inginkan terhadap kak Tasya." Jelas ku.


"Paling aku hanya berusaha untuk bicara dengan dia, meskipun dengan kondisi yang emosi juga." Lanjutnya sambil tersenyum.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah selesai makan, kami pun jalan-jalan di area bibir pantai. Pasirnya sangat bersih dan ombaknya pun tidak begitu besar. Aku dan kak Rangga pun main lari-larian seperti anak kecil,namun hal itu malah buat aku merasa senang sekali. Momen yang tidak bisa aku dapatkan di setiap waktu.


"Maaf ya, karena kamu harus terlibat masalah karena Tasya. Itu semua berawak dari kak juga," ucapnya sambil menatap laut lepas.


"Kakak tidak perlu minta maaf, itu semua bukan salah kakak."


"Kak Tasya saja yang berharap lebih terhadap kakak,padahal dia sudah tahu kalau kita ini pacaran. Suka boleh aja, asal jangan ingin memiliki." Lanjut ku.


Obrolan kami pun di akhiri dengan kak Rangga yang langsung mencium ku, untung saja saat itu tidak ada pengunjung lain yang ada di sekitaran kami.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Aku sampai rumah sekitaran jam 5 sore, karena tadi kami sempat mampir ke mall untuk nonton film. Kak Rangga pun sempat mengantarkan aku pulang sampai rumah dan mampir sebentar untuk menyapa ayah dan bunda.


"Aduh, yang habis pergi jalan-jalan." Ucap ayah.


"Ih apaan sih, ayah."


"Gak usah malu, ayah bisa lihat dari raut wajah kamu yang tidak hentinya tersenyum dari tadi."


"Iya, sampai-sampai seharian ini kamu tidak mengabari kami." Sambung bunda.


"Ceritakan sama bunda, apa saja yang kalian lakukan tadi? Dan Rangga ajak kamu jalan-jalan kemana saja tadi?" Tanya bunda.


Aku pun menceritakan kejadian hari ini di depan ayah dan bunda, orang tua ku tampak senang menyimak cerita yang aku sampaikan. Bahkan mereka pun tidak mau kalah,ayah juga menceritakan tentang masa lalu ayah dulu saat mendekati bunda.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Malamnya kak Rangga datang ke rumah, karena saat tadi sore bunda meminta dia untuk datang makan malam di rumah ku malam ini. Pakaiannya tampak rapi tidak seperti biasanya,jujur aku sempat tersenyum melihat kak Rangga berpakaian rapi seperti itu.


"Ayo kak masuk, kebetulan ayah dan bunda juga sudah menunggu dari tadi."


"Apa pakaian ku terlihat bagus? Aku takut orang tua kamu tidak suka." Bisiknya.


"Tentu saja bagus. Hanya aneh saja, tidak seperti biasanya kakak berpakaian seperti itu." Balas ku.


"Kan namanya juga mau makan malam sama orang tua kamu, masa iya aku harus mengenakan pakaian biasa saja."


"Ya sudahlah, yang penting kakak nyaman."


Melihat kedatangan kak Rangga, orang tua ku pun langsung menyambutnya dan langsung mengajaknya makan. Malam ini bunda sengaja masak makanan spesial katanya, karena kak Rangga ikut makan malam bersama kami malam ini.


Jujur hari ini aku sangat bersyukur, karena dari pagi aku merasakan kebahagiaan yang tidak bisa aku ungkapkan dengan kata-kata.


Kepulangan kak Rangga kali ini, sungguh buat aku senang. Ada banyak momen yang sulit untuk kami lupakan dan aku pun tidak tahu kapan lagi bisa merasakan kebahagian seperti ini.

__ADS_1


__ADS_2