
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Vira pun memilih untuk diam dan tak merespon pertanyaan Angga barusan.
"Lepaskan aku dulu," ucapnya setelah beberapa saat.
Angga pun melepaskan pelukannya dan akhirnya mereka pun duduk. Rangga pun bingung harus memulainya dari mana dan hanya bisa menggelengkan kepalanya saja.
"Apa yang buat kamu berlarian ke sini?" Tanya Vira.
"Kenapa kamu terus bertanya seperti itu? Bukannya sudah jelas, alasan ku ke sini karena aku dengar kamu tengah tidak baik-baik saja."
"Kenapa? Aku lihat kondisi kamu saat ini tidak baik. Apa yang terjadi?" Lanjut Angga.
"Jangan bicara seperti itu, yang ada kami buat aku salah paham saja. Aku baik-baik saja kok,"
"Hanya saja ada sesuatu yang tengah mengganggu pikiran ku saat ini." Jelas Vira.
"Iya, apa itu?" Tanya Angga kembali.
Karena Vira memilih untuk diam dan tidak merespon ucapannya, Angga pun di buat frustasi.
"Ya sudah, kalau kamu tidak mau bicara. Sepertinya tidak ada artinya aku ada di sini saat ini," ucap Angga kesal.
Angga pun kemudian berdiri dan hanya melihat ke arah Vira sesaat.Padahal sebenarnya Angga hanya berusaha memancing Vira,supaya dia mau cerita dan menjelaskan apa yang tengah mengganggu pikirannya saat ini.
"Aku merasa kesal saja, saat lihat kamu dengan wanita lain."
Akhirnya Vira pun membuka mulutnya dengan menarik tangan Angga. Mendengar hal itu, Angga di buat tersenyum dan pura-pura masih kesal padanya.
"Wanita? Wanita mana yang kamu maksud?" Tanya Angga.
"Wanita mana lagi,itu yang tadi pagi bersama kamu." Balas Vira.
Angga pun langsung di buat tertawa oleh ucapan Vira barusan.
"Dia sepupu ku Kelly,"
"Kenapa tadi aku bisa bersama dengan dia, itu karena dia hendak melihat-lihat sekolah kita. Karena dia tengah mencari sekolah baru untuk dia,mulai tahun ajaran baru nanti dia mau pindah sekolah ke Jakarta. Dan mulai dari sekarang dia tengah mencari sekolah mana yang cocok dengan dia." Jelas Angga.
Mendengar penjelasan Angga barusan, Vira pun langsung di buat terperangah.
"Ya ampun, jadi aku hanya salah paham saja." Bisiknya dalam hati.
__ADS_1
Angga pun memilih untuk kembali duduk kembali. Sedangkan Vira berusaha untuk menghindari Angga karena merasa malu sudah salah paham padanya.
"Sepertinya ada kesalah pahaman di antara kita," ucap Angga.
"Bukan ada lagi, memang ada." Timpal Vira.
"Jangan bilang, kamu itu sebenarnya suka lagi sama aku."
"Makanya kamu sampai cemburu seperti itu," lanjut Angga.
"Kalau iya memang kenapa? Apa aku tidak boleh menyukai kamu?" Bentak Vira.
Mendengar hal itu, Angga di buat terdiam sesaat. Dia berusaha untuk menyaring ucapan yang di katakan Vira barusan.
"Sebentar apa aku tidak salah dengar? Kamu tidak sedang becanda kan?" Tanyanya meyakinkan.
"Kamu lihat, sekarang aku tengah becanda memangnya?" Tanya Vira balik.
Angga pun berpikir untuk menanyakan prihal kejadian waktu dia mengajak Vira pergi ke festival,meskipun ragu namun karena ucapan Vira saat itu cukup mengganggu pikirannya,dia pun akhirnya memberanikan diri.
"Masalah itu," ucap Vira dengan sedikit tersenyum.
"Sepertinya kamu pun salah paham, saat itu aku bicara seperti itu yah."
"Makanya jangan langsung menyimpulkan dan hanya mendengar setengah-setengah saja." Lanjut Vira.
"Ya karena aku terlanjur kecewa saat itu,"
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
*Di kantin......
Karena aku tidak tahu Vira pergi kemana, akhirnya aku pun pergi makan siang sendirian hari ini. Untungnya sesampainya di kantin,kak Rangga sudah lebih dulu sampai dengan kak Bastian.
"Hai kak,"
"Hai juga,"
"Kamu sendiri saja? Mana Vira, biasanya kalian bareng-bareng terus." Ucap kak Bastian.
"Tidak tahu, tadi dia pergi lebih dulu."
Kami pun menikmati makan siang hari ini tanpa kehadiran Vira dan kak Angga. Sepertinya saat ini mereka tengah bersama,meluruskan kesalah pahaman yang terjadi.
__ADS_1
Aku dan kak Rangga pun memutuskan untuk jalan-jalan di sekitaran taman,sambil menunggu bel tanda masuk berbunyi. Sedangkan kak Bastian dia tengah asik main basket dengan teman sekelasnya.
"Nanti pulang sekolah,gimana kalau kita mampir ke perpustakaan yang di dekat stasiun itu?" Ajak kak Rangga.
"Boleh juga, tapi aku minta ijin ayah dulu yah."
"Haruslah, nanti ayah kamu khawatir lagi karena kamu pulang telat."
Aku pun buru-buru meraih HP ku dari dalam saku jaket ku dan langsung mengirim pesan kepada ayah dan ibu. Untungnya ibu sendiri langsung merespon pesan yang aku kirim barusan dan mengijinkan ku untuk pergi.
Baiklah, aku akan anggap kepergian kami nanti sebagai ganti karena kemarin kami tidak jadi pergi untuk berkencan.
Saat kami melewati pohon manggis, aku dan kak Rangga sama-sama melihat Vira dan kak Angga tengah bergandengan tangan. Mereka tengah berjalan menuju kelas ku yang berada di lantai 2.
"Bentar, apa aku tidak salah lihat?" Ucap ku tidak percaya.
"Sepertinya tidak,"
"Akhirnya, ketulusan Angga selama ini membuahkan hasil." Lanjut kak Rangga.
Aku dan kak Rangga hanya bisa tersenyum sambil memperhatikan mereka berdua,tampak Vira terlihat sangat bahagia saat ini. Berbanding terbalik saat tadi pagi aku melihatnya di taman.
Aku senang, akhirnya Vira bisa jujur dengan perasaannya sekarang dan mengatakan yang sebenarnya pada kak Angga. Karena aku tahu, meskipun kak Angga anaknya sedikit pecicilan. Tapi saat dia sudah serius akan suatu hal, dia akan terus mengejarnya dan fokus pada hal itu.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Seperti rencana awal, sorenya sepulang sekolah kami langsung naik bus yang menuju ke arah stasiun.
"Apa kamu sudah tanya Vira,tentang apa yang kita lihat tadi?" Tanya kak Rangga.
"Tidak,"
"Nanti juga dia akan cerita dengan sendirinya."
"Iya juga sih, aku pun sama belum menanyakannya pada Angga. Masa iya,dia tidak akan menceritakan berita baik ini pada kita." Balas kak Rangga.
Untuk menuju perpustakaan sendiri, butuh waktu sekitar 10 menitan hampir sama jaraknya dengan arah menuju rumah kami. Ini kali kedua aku pergi ke sana, sebelumnya waktu itu aku pergi bersama Vira untuk mencari buku sejarah dan itu pun sudah cukup lama.
Aku merasa senang sekali,karena sekarang pergi dengan seseorang yang aku sayangi. Pastinya di sana yang ada aku bukan belajar, melainkan mencuri-curi kesempatan untuk berduaan dengan kak Rangga.
Semoga saja hubungan kami ini bertahan sampai nanti kami dewasa dan bukan hanya bertahan saat sekarang saja. Meskipun umurku terbilang masih muda,namun aku ingin menjalin hubungan yang serius dan hanya dengan satu orang saja.
Di umur ku yang masih muda,memang perasaan akan mudah berubah. Apalagi kita belum tahu, kedepannya akan seperti apa kehidupan kami ini.
__ADS_1