When I See You

When I See You
Kecewa


__ADS_3

...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Rangga pun dengan cepat meraih HP miliknya dari dalam saku jaketnya. Namun setelah mencoba beberapa kali untuk menghubungi Xavi,telponnya tidak tersambung.


"Tidak aktif," ucap Rangga.


"Coba lagi aja,"


"Masih tidak di angkatnya."


"Ini mah, emang sedang tidak aktif. Mau di hubungin gimana pun nggak bakalan bisa lah." Ucap Vira.


"Ya udah, nanti kakak coba lagi aja. Siapa tahu saat ini dia tengah mencharger HP nya."


"Iya juga sih,"


"Semoga saja dia tidak salah paham." Lanjutnya.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Di rumah aku sampai tidak sadar ketiduran dan sama sekali tidak memakan cemilan yang tadi di bawakan ayah untuk ku.


Aku baru terbangun sekitar jam 5 sore, itu pun karena bunda masuk ke kamar ku.


"Ya ampun, anak gadis jam segini masih tidur aja kerjanya."


"Bangun Xavi,"


"Lihat, seragam kamu samapi lecek kayak gitu. Mandi sana," aku dihujani omelan bunda.


"Iya......."


"Kamar sampai gelap kayak gini, pantas saja kamu betah dan tidak keluar dari kamar."


Tanpa memperdulikan bunda yang tengah membereskan tempat tidur, aku pun berlalu masuk ke kamar mandi untuk bebersih.


"Nanti kalau sudah mandi, langsung turun. Kita makan malam bareng," teriak bunda.


"Iya......"


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Setelah selesai mandi dan ganti pakaian dengan piyama, aku pun baru sadar belum mengecek HP ku.


"Ya ampun, bisa-bisanya aku lupa tidak mencharger nya. Sampai mati kayak gini," ucap ku mendapati HP ku yang tidak hidup.


Aku pun langsung mencharger nya dan setelah itu turun ke bawah untuk makan malam.


"Ini dia anaknya," ucap bunda menyadari kedatangan ku.


"Kenapa?" Tanya ku heran.


"Kata ayah, sikap kamu hari ini aneh."


"Ada apa dengan kamu? Apa terjadi sesuatu di sekolah tadi?" Lanjut bunda.


"Tidak ada,"


"Aku hanya merasa lesu saja hari ini,mungkin karena hari pertama aku masuk sekolah lagi. Karena habis liburan panjang,"


"Benar, tidak ada sesuatu yang terjadi di sekolah tadi?" Tanya bunda meyakinkan.

__ADS_1


"Benar bunda, tidak ada."


"Ya udah syukurlah, makanlah. Bunda sengaja buat chicken katsu kesukaan kamu, supaya mood kamu itu balik lagi." Jelas bunda.


"Makasih bunda, karena sudah buatkan makanan kesukaan aku."


"Sama-sama, makanlah."


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Keesokan paginya aku sengaja berangkat sekolah ikut dengan ayah dan bunda. Kebetulan mereka berdua ada urusan di luar dan lewat sekolah ku.


Sesampainya di sekolah,ternyata baru aku saja yang datang. Bahkan bapak penjaga sekolah pun tengah sarapan bubur di depan sekolah.


"Tumben sekali non, berangkatnya pagi banget." Ucapnya.


"Iya pak, mumpung orang tua ku lewat ke arah sini."


Setelah beliau membuka gerbangnya, aku pun langsung masuk, namun aku tidak langsung menuju kelas melainkan memilih untuk pergi ke perpustakaan terlebih dulu.


Aku pun baru sempat mengecek HP ku setibanya di perpustakaan,ternyata ada beberapa panggilan dari kak Rangga dan Vira yang tidak terjawab oleh ku.


Karena masih merasa kesal, aku pun tidak langsung balik menelpon atau pun hanya sekedar mengirim pesan padanya. Dan memilih untuk membiarkannya saja kali ini.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


"Ya ampun, semalam seru banget. Gak sia-sia aku begadang," ucap Bastian.


"Iya seru banget, tim basket dukungan kita menang." Sambung Angga.


"Semalam kamu lihat juga kan?" Tanyanya pada Rangga.


"Tidak sempat,"


"Oh iya aku sampai lupa,"


"Gimana, apa kamu berhasil hubungin Xavi?"


"Tidak,"


"Aku pun tidak tahu,kenapa sampai saat ini dia masih belum ada kabar."


"Kalau seperti ini ceritanya, aku yakin dia pasti tengah marah sama kamu." Timpal Bastian.


"Aku pun bingung, harus jelasinnya gimana. Sekarang pun aku bahkan tidak berhasil menghubungi dia." Balasnya.


"Eh itu, Vira......." Tunjuk Bastian.


"Vira......!" Seru Angga.


"Eh, pagi."


"Gimana, apa kakak bisa hubungin Xavi?" Tanya Vira.


"Itu dia yang mau aku tanyakan sama kamu. Aku tidak berhasil untuk menghubungi dia, makanya ini aku mau nanya sama kamu." Jelas Rangga.


"Aku pun sama kak, HP nya sampai malam tidak aktif."


"Coba nanti aku bantu bicara sama dia,setibanya di kelas." Lanjut Vira.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...

__ADS_1


Saat aku tengah iseng mencari buku, tidak sengaja aku mendengar obrolan dua siswi perempuan yang tengah sama mencari buku di lorong sebelah.


"Eh gimana kamu sama Rangga? Aku lihat kemarin sepulang sekolah kamu belajar bareng sama dia."


"Ya seperti yang kamu lihatlah,"


"Hubungan kami cukup dekat saat ini. Dia banyak membantu aku dan sama sekali tidak pernah menolak permintaan ku." Lanjutnya.


"Ih aku iri sama kamu, karena bisa dekat dengan salah satu siswa cowok yang populer di kelas XI."


Mereka berdua pun terdengar tertawa senang, berbanding terbalik dengan aku. Rasanya sakit sekali mendengar cewek lain membanggakan diri tengah dekat dengan kak Rangga.


"Lalu apa maksud dari omongan dia kemarin? Apa selama ini dia hanya menganggap aku teman saja?" Bisik ku dalam hati.


Karena merasa tidak kuat dan hati ku terasa panas, aku pun langsung keluar dari dalam perpustakaan itu.


"Xavi.......!" Seru Vira dari kejauhan.


Melihat Vira yang tengah berlari menghampiri ku, buru-buru aku pun menyeka air mata yang membasahi pipi ku.


"Kamu dari mana aja?" Tanyanya.


"Tidak dari mana-mana, aku tadi habis jalan-jalan dulu sebentar."


"Ya ampun, aku pikir kamu nggak masuk hari ini. Soalnya di kelas aku belum lihat tas kamu,"


"Mana bisa aku tidak masuk,"


"Ya udah yuk, kita masuk." Ajak ku.


"Bentar,"


"Tadi di depan, aku tidak sengaja bertemu dengan kak Rangga. Dia nanyain kamu loh....."


"Katanya......"


"Udahlah kita ke kelas saja, sebentar lagi bel tanda masuk nya bunyi. Aku belum mengambil buku pelajaran untuk hari ini di loker,"


Aku buru-buru memotong ucapan Vira barusan, aku sudah tahu pastinya kak Rangga berusaha mencari ku melalui Vira.


"Ih tapi......"


"Udah ayok......"


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Dalam beberapa hari ini,sebisa mungkin aku harus bisa menghindari untuk bertemu dengan kak Rangga, bahkan saat jam istirahat tiba aku buru-buru keluar dan memilih untuk istirahat di belakang kelas.


Jujur saja aku merasa kesulitan dan aku pun tidak yakin apakah aku bisa bertahan seperti ini kedepannya.


"Apa kamu merasa kenyang, dengan hanya makan roti saja?"


Aku terkejut karena mendapati kak Rangga sudah berada di belakang ku saat ini. Buru-buru ku bungkuskan kembali bungkus rotinya dan menyimpannya.


"Kenapa kakak bisa ada di sini?" Tanya ku.


"Harusnya kakak yang tanya seperti itu. Kenapa kamu malah lebih milih untuk makan di sini sendirian?"


"Itu.........."


"Aku hanya ingin saja,tidak ada alasan lain."

__ADS_1


"Yakin?" Tanyanya.


"Iyalah, memangnya apalagi?" Tanya ku balik.


__ADS_2