Why Does Rafka Hate Rumi?

Why Does Rafka Hate Rumi?
01. Adkel Cogan


__ADS_3

Brukkk


"Hahahaha..." Tawa menggelegar di seluruh kelas terdengar menggema ketika melihat salah seorang siswi yang masuk dengan sangat hati-hati namun ia tetap terpeleset oleh lantai yang licin itu, ia adalah Rumi.


"Sialan! Sakit banget tauk," ocehnya lalu tertawa melihat kelakuannya sendiri yang terlihat sangat bego, sungguh benar-benar bego.


"Kok bisa sih?" Tanya Jiyan yang tengah mengepel lantai depan kelas sambil menahan tawa tapi diteruskan dengan tawa yang khas layaknya selep.


Rumi berdiri dan berbalik menatap Jiyan. "Woii kalau ngepel tuh hati-hati!!"


"Salah sendiri nggak hati-hati." Sela Kresna yang baru masuk dengan kedua tangan ia masukkan ke dalam saku, cowok itu-teman sebangku Rumi-rambutnya yang selalu klemis dan gayanya tidak pernah membosankan untuk dilihat. Namun, Kresna adalah cowok yang sangat jahil dan suka menganggu Rumi.


Rumi berlari mengejar Kresna sambil berteriak lalu mencubit telinga cowok itu hingga membuatnya kesakitan, "KRESNA! Ini masih pagi tauk plis deh."


"Aw aw aw," lirihnya.


Setelah pembalasan yang tidak setimpal itu Rumi menaruh tasnya dan pergi keluar kelas untuk berkumpul bersama teman-temannya yang lain. Kresna hanya meringis dan mengelus bekas cubitan Rumi. Tetapi, dalam dirinya ia mengaku-mengganggu Rumi memang sangat menyenangkan.


"Budak-budak cinta sedang menunggu pujaan hatinya lewat ya?"


Salah satu yang duduk di tengah menjawab. Ia bernama Deya. "Iya dong, pagi-pagi begini waktu yang tepat untuk mengisi batrei tubuhku dengan adek-adek ganteng yang akan lewat setelah shalat duha ini. Hari ini kan jadwal shalat kelas 10 kan?"


Di SMA Pandan, setiap kelas di wajibkan untuk melakukan shalat duha di pagi hari. Contohnya hari senin kelas 12, hari selasa kelas 11 dan hari rabu kelas 10. Hari berikutnya kembali ke kelas 12. Untuk shalat wajib seluruh siswa-siswi wajib shalat setelah kelas yang hari itu selesai berjamaah jadi akan ada beberapa sesi shalat.


Dan hari rabu kebetulan kelas 11 IPA 2 jam pertama adalah olahraga jadi mereka bisa melihat adik-adik kelas yang kembali ke kelasnya masing-masing. Hitung-hitung juga cuci mata.


Kelas 10 berada di paling timur dan kelas 12 berada di paling barat sedangkan kelas 11 berada di tengah-tengah. Jurusan IPA berjumlah 5 kelas dan IPS berjumlah 4 kelas setiap kelas. Namun, di SMA Pandan tidak ada jurusan bahasa. Tetapi, pada jurusan IPA ada pelajaran bahasa Jepang sedangkan jurusan IPS di ganti dengan bahasa Inggris peminatan. Bahasa Jepang adalah mata pelajaran favorit Rumi.

__ADS_1


Rumi tidak memiliki seseorang yang ia sukai, karena tidak ada yang menarik perhatiannya. Rumi kemudian duduk di antara Jihan dan Jiyan, si kembar yang sama cantiknya. Mereka juga menjadi seorang bucin (budak cinta) adik kelas.


"Itu mulai lewat, aduh gue deg-degan, kalau mau lihat cowok ganteng." Ucap Hani teman Rumi.


Rumi mulai melihat gerombolan cowok yang lewat itu, dan ada satu yang menarik perhatiannya. Ia adalah cowok tegap yang berjalan sendirian dan baris paling belakang. "Kenapa dia sendirian dan menunduk?" Tanyanya pelan.


Cowok itu membawa botol berwarna hijau pada kantung tas khusus botol pada sebelah kanan. Cowok itu sedikit menggenggam kedua tangannya. Rambutnya sedikit bervolume dan tentu saja berwarna hitam. Sepatunya tidak bermerk dan berwarna hitam.


"Argh dia ganteng." Kata Rumi yang siapapun teman disampingnya pasti mendengar.


"Siapa?"


Cowok yang dimaksud Rumi pun tiba-tiba melihatnya membuat Rumi salah tingkah tak karuan. Ia langsung berdiri dari duduknya tetapi ia tidak kemana-mana hanya berdiri hingga cowok itu melewatinya.


"Dia yang belakang namanya siapa?" Tanya Rumi.


"Yang gue tahu namanya Rafka, kalau nama panjangnya gue nggak tahu. Tapi ada inisialnya yaitu Rafka G.W gitu di seragamnya." Jihan menjelaskan.


Rumi kembali duduk dan bertopang dagu. "Dia ganteng menurut gue sih. Nggak-nggak, bukan gantengnya sih. Aku tiba-tiba suka dia bukan karena ganteng. "


"Kenapa tadi lo berdiri sekarang lo duduk lagi?" Jiyan bertanya sambil meliriknya sinis.


"Jantung gue," Rumi memegang dadanya. "Berdegup kencang saat melihat dia untuk pertama kalinya."


Tiba-tiba Kresna datang dan berteriak tepat di telinga Rumi. "WOII LEBAY AMAT!" Otomatis teman-temannya Rumi tertawa.


"KRESNA! Apaan sih, sampai bunyi telinga gue tauk."

__ADS_1


Kresna berlari sedikit dan berdiri di depan Rumi. "Lo lagi suka sama cowok? Siapa?!"


"Nggak ada! Udah lo pergi deh." Rumi mendorong tubuh Kresna-tanpa menolak Kresna langsung berlari pergi menuju lapangan bersama dengan teman cowok yang lain.


Menurut Rumi mata pelajaran olahraga adalah mata pelajaran refreshing di mana kita nggak penat karena berfikir namun pikiran kita akan merasa segar sebab berolahraga. Meskipun itu hanya bermain-main. Hari ini olahraga tidak ada guru mata pelajaran karena gurunya sedang mengikuti suatu acara di luar kota, hal membuat kelas 11 IPA 2 melakukan permainan yang sangat seru yaitu kasti. Mereka bermain kasti di lapangan upacara tepat berada di antara kelas 11, kantor guru dan ruangan TU.


Satu kelas di bagi menjadi dua kelompok. Kelompok 1 dimulai dari absen 1-18 sedangkan kelompok 2 dimulai dari absen 19-36. Satu kelas berisi 36 siswa-siswi, 23 siswi dan 13 siswa. Meskipun begitu kelas itu ternyata cowoknya pintar-pintar meskipun selalu membuat kesal para kaum hawa.


"Batu kertas gun...Ting." kata Sandi wakil dari kelompok 1. Sedangkan kelompok 2 Kresna.


Sandi mengeluarkan batu dan Kresna mengeluarkan kertas otomatis kelompok 1 main duluan. Rumi berada di kelompok 2 satu kelompok dengan Kresna, bagaimanapun mata pelajarannya Rumi selalu satu kelompok dengan Kresna.


"Ora opo-opo juara iku main kari." (Tidak apa-apa juara itu main belakangan) ucap Kresna memenangkan anggota kelompoknya.


Akhir dari permainan kasti adalah kelompok 2 menjadi pemenangnya. Benar saja apa yang dikatakan Kresna. Rumi bermain cukup aktif sekali karena ia sangat bersemangat. Tiba-tiba ada yang memanggilnya.


"RUMI."


Dari suaranya Rumi sudah bisa mengenalnya, ia adalah Alicia key anak IPS dan yang paling penting dia adalah pacar Kresna. Lelah rasanya menjadi Rumi karena hampir setiap hari Rumi harus selalu melaporkan perbuatan Kresna kepada siapapun itu. Bisa dibilang Rumi adalah mata-mata yang diperintahkan oleh Alicia key alias Cia.


Rumi membuang nafas kasar dan dengan terpaksa membalikkan badannya,"Ada apa?"


"Laporan?" Ucapnya songong sambil membenarkan rambutnya yang cetar badai-menurut Cia sendiri.


"Hari ini dia gangguin gue sama kayak biasanya."


"Iri banget gue sama lo!"

__ADS_1


"Kenapa sih, lo iri sama hal yang bahkan sangat sederhana?"[]


__ADS_2