Why Does Rafka Hate Rumi?

Why Does Rafka Hate Rumi?
03. Ketika orang yang kamu suka menjadi peka


__ADS_3

Setelah beberapa bulan ia berada pada fase di mana ia malas untuk jatuh cinta kembali ia akhirnya menemukan cintanya kembali, meskipun itu seorang adik kelas. Terdengar lucu memang karena hanya sekali melihat Rumi langsung terpaku dan jantungnya berpacu lebih cepat melihat pujaan hatinya.


Tapi mungkinkah Rafka adalah takdirnya? Setelah dipikir-pikir Rumi merasa tidak cocok dengan Rafka. Apalagi feeling Rumi, Rafka terlalu muda umurnya dan yang paling mengganjal adalah Rafka sudah memiliki seorang kekasih. Feeling seorang gemini terkadang sangat kuat dan 100% jaminan kebenarannya.


Rumi menebak-nebak sekolah SMP Rafka dulu, bulan lahirnya, zodiaknya, pacarnya, temannya dan kedua orangtuanya. Rumi berharap suatu saat ada keajaiban yang membuatnya tahu semua tentang Rafka. Rumi ingin tahu dari awal sampai akhir tentang dia. Meskipun ada rasa yang berbeda seperti keraguan, ketakutan untuk memilikinya dan ketidakpastian.


Dan hari itu pun datang bersamaan ketika Rafka sudah mulai peka dengan seseorang yang selalu mengawasinya. Ketika Rumi dan teman-temannya sedang nongkrong di depan kelas—Rafka juga sedang nongkrong bersama teman-temannya—dikesempatan dan posisi yang bagus untuk melihat cowok tampan Rumi memperhatikan Rafka terus menerus, saat itulah Rafka merasa ada yang sedang melihatnya dan ternyata benar. Terlihat Rafka tengah menyikut temannya yang bernama Andrea dan Rumi dapat melihat komat-kamit bibir Rafka yang berbicara.


"Heh cewek itu dari tadi ngelihatin gue mulu!"


"Biarin aja! Suka lo dia."


Rumi yang terciduk langsung mengalihkan pandangannya. "Bego banget anjing." Rumi menyentuh dadanya yang berdebar-debar.


"Why?" Tanya Deya yang duduk di sampingnya.


"Tuh." Seakan-akan mengerti Deya langsung tertawa. "Sembunyi-sembunyi." Katanya. Akhirnya, Rumi menunduk bersembunyi di balik Jihan dan Jiyan yang ada di depannya.


"Tutupin gue."


"Bego benget Lo! kalau udah kayak gitu liatin aja terus biar makin ngerti dianya." Seru Jiyan.


Jihan melirik saudaranya itu,"Kalau saran dari elo mah agresif banget."


"Hish udah! Udah!" Lerai Deya.


"Terima kasih sarannya. Kapan-kapan boleh deh gue coba." Selanya lembut.


***


"Btw, gue udah sering banget ngerasa kalau itu cewek ngelihatin gue mulu deh ndre." Kata Rafka.


"Iya udah lo tenang aja. Lain kali kalau kita lagi lewat situ pas ada kakak kelas itu—gue bakalan lihatin tuh cewek, bener-bener ngelihat lo apa nggak." Balas Andrea yang dibalas lagi dengan senyuman oleh Rafka.

__ADS_1


Rafka melihat gadis itu terus menerus karena membuatnya sangat penasaran. Siapa nama gadis itu, begitulah yang terlintas di benaknya.


"Eh gue ngapain? Ngapain penasaran tentang dia? Mending-mending mikirin gimana pacar gue nanti maafin gue." Batinnya.


*Suara spiker sekolah


[PENGUMUMAN]


PENGUMUMAN-PENGUMUMAN BAGI KETUA KELAS DARI KELAS 11 IPA 1 - 10 IPS 4 HARAP BERKUMPUL DI DEPAN KANTOR.


Begitu mendengar pengumuman itu Rafka langsung berdiri dari duduknya, "Eh gue ikut kumpul!" Ucapnya sambil menepuk pundak Andrea, "Ndre lihatin dia ya?"


"Oke gampang deh!"


Benar juga ketika Andrea dan Rafka melewati samping kelas Rumi, Rumi melihat Rafka sambil otomatis tersenyum dan ia tidak menyadari bahwa Andrea teman Rafka sedang melihatnya.


Andrea menyikut Rafka dan berbisik pelan, "Dia suka elo."


Rafka terlihat tidak percaya,"Lo ngarang ya? Kok lo tahu? Lo lihat dari apanya?" Cerocosnya.


Rafka tercengang mendengar pernyataan dari Andrea. Ia terus berjalan diikuti dengan pikiran yang terus-menerus mengalir dari otaknya. Bagaimana bisa ada gadis yang lebih tua yang ternyata menyukainya. Namun, ia tidak bisa menganggapnya benar sebab belum mendengar dari orangnya langsung. "Ndre, bisa cariin nama dia?"


Andrea menoleh dan tersenyum,"Jangan bilang lo suka balik sama dia?"


"Apaan sih!"


Andrea tertawa,"Iya gampang deh kalau sama gue, lo tahu kan gue orangnya gimana?"


Rafka memuji."Iyo-iyo percoyo rek terkenal arek e." (Iya-iya percaya deh yang terkenal)


Andrea adalah cowok yang sangat aktif dan sepertinya suka berpetualang, di sekolahnya ia mengikuti organisasi osis dan klub ambalan (Pramuka). Bahkan ia juga pandai bergaul meskipun dengan kakak kelas. Berbeda jauh dengan Rafka yang tidak mengikuti organisasi ataupun klub apapun. Rafka tipikal cowok yang mageran, padahal kalau dia ikut klub terkenal kemungkinan besar ia jadi cowok populer di sekolah.


"Tapi ndre, gimana kalau faktanya dia beneran suka gue? Sejujurnya gue benci sama cewek yang lebih tua."

__ADS_1


"Apa alasan lo benci mereka? Mereka imut tau. Buktinya gue betah ih pacaran sama cewek gue yang nyatanya udah kelas 11 sedangkan gue masih di kelas 10. Cinta nggak mandang umur Raf. Gue juga sayang banget sama cewek gue."


Sesampainya di depan kantor, seluruh ketua kelas berjejer urut dari kelas 10 hingga 11. Tanpa menunggu lama kepala sekolah langsung mengumumkan sebuah pengumuman. "Minggu depan akan ada acara memperingati HUT SMA PANDAN yang ke 13 tahun. Jadi, masing-masing kelas harus menampilkan sebuah grub musik. Ditambah lagi sama penampilan fashion show busana yang dibuat sekreatif mungkin dan tidak boleh menyewa. Ada yang ditanyakan?"


Salah satu seorang siswa mengangkat tangan,"Pak poin yang kedua maksudnya itu seperti membuat pakaian dari kertas koran atau bagaimana?"


"Iya seperti itu."


"Untuk grub musiknya kalau solo nggak apa-apa pak? Maksudnya main gitar sendiri menyanyikan lagu juga sendiri."


"Boleh. Ada lagi yang ditanyakan." Tidak ada jawaban. "Baiklah silahkan kembali ke kelas."


Yang lain sudah membubarkan diri tetapi Andrea masih sibuk mencatat sedangkan Rafka hanya menonton. "Udah belum? Buruan!" Ucapnya tampak tergesa-gesa karena hanya tersisa mereka.


"Udah! Ayo!"


Tiba-tiba Rafka melanjutkan pembicaraan yang belum selesai tadi,"Ndre gue kan udah punya pacar ya kalau ada yang suka kan harus dihindari."


"Iya emang harus dihindari tapi ingat ini ya... Jangan benci cewek itu nanti dia jadi jodoh elo HAHAHAHAHAAHHAAHHAHAHAHA." Balasnya tertawa sangat jahat.


"Masa sih?"


"Lo tuh mangkanya Instagram itu buat ikutin sumber-sumber ilmu bukannya cewek mulu!"


"Kata siapa? Orang gue nggak punya Instagram."


"Eh iya lupa. Pokoknya gue pernah baca di Instagram begini kalau nggak salah, intinya kalau terlalu benci sama orang jangan benci-benci banget nanti dia jadi jodohmu."


"Mitos?"


"Nggak tau juga gue. Tapi benar kemungkinannya 75% menurut gue. Apa perlu lo gue ceritain kisah cinta gue sama Agnes? Dia juga anak IPA 2 tapi, kayaknya nggak deket banget sama cewek yang suka liatin elo itu."


"Panjang dong? Balik ke kelas dulu aja deh." Ajaknya.

__ADS_1


Kenyataannya mereka berdua adalah dua cowok yang suka banget cerita-cerita. Bahkan bel masuk berbunyi saja mereka terkadang tidak menyadarinya saking asiknya bercerita. Karena Rafka adalah pendengar yang baik maka ia menjadi sabar dan berusaha penasaran dengan kisah cinta Andrea dan Agnes anak yang satu kelas sama cewek itu. []


__ADS_2