Why Does Rafka Hate Rumi?

Why Does Rafka Hate Rumi?
34. Mantan


__ADS_3

Rumi menghempaskan tubuhnya pada kasur kamarnya. Ia menatap langit-langit kamarnya, ia lalu mengambil bantal, rasanya sekarang ia ingin sekali berteriak dan menggigit bantal saking bahagianya dirinya, saat ini. Sesekali ia terbayang-bayang adegan Rafka yang menciumnya tadi. Bukan hanya sekali tetapi lima belas kali. Cowok itu menggantikan Rumi yang seharusnya mencium dirinya. Namun, karena Rafka mengerti, Rafka-lah yang akhirnya melakukannya.


"Arghhh!!!" Rumi berteriak sambil mengibas-ngibaskan kakinya pada kasur, lalu membalik-balikkan tubuhnya. Ia benar-benar bahagia. Lalu, ia melihat jam dinding yang menunjukkan sudah pukul 10 malam. Ia berusaha mencari ponselnya, tetapi tidak bisa ia temukan. Ia mencoba mengingat kapan terakhir kali ia memegang ponselnya. Begitu ia ingat ia langsung berdiri. "Ouhh, nggak! Gawat!!!" Ponselnya tertinggal di rumah Rafka. Sekarang Rumi benar-benar panik.


Rafka telah sampai di rumah. Ia baru saja mengantarkan Rumi pulang ke rumahnya. Sesampainya di rumah ia langsung menghempaskan tubuhnya pada kasur. Lalu, ia mengirim pesan kepada Rumi. Tetapi tidak di jawab, hanya dua centang abu-abu yang terlihat. Ia lalu menelepon dan mendengar sebuah suara lagu K-Pop. "Wah, ponsel Rumi ini pasti." Ia langsung berdiri dan mencari letak ponselnya, ternyata di depan komputer. "Yahhh... Padahal aku masih kangen." Rafka akhirnya mengecek-ngecek ponsel Rumi. Aneh rasanya, karena gadis itu tidak mengunci satu pun aplikasi. Tetapi, ia terkejut saat membuka galeri. Ada satu file yang bernama dirinya. 'Rafka idolaku' pasti Rumi membuat file ini saat ia menyukai Rafka dulu. Rafka lalu membukanya dari yang paling atas, yaitu foto mereka berdua, kemudian foto Rafka yang di foto secara tidak sengaja. Lalu, foto Rafka saat Rafka masih kecil dulu. Rafka menyandarkan tubuhnya pada dinding kamarnya. "Tapi, dia dapet dari mana foto masa kecilku?" Ia bertanya kepada dirinya sendiri.


Rafka lalu menjelajah ke seluruh aplikasi, di chat WhatsApp milik Rumi pesan Rafka ia sematkan. Tetapi, di bawah Rafka sampai paling bawah, penuh dengan grub, grub kpopers, K-drama dan kepenulisan. Tetapi, Rafka tidak membukanya. Ia terus men-scroll, ia membuka grub kelasnya dan tidak ada apa-apa. Lalu, ada satu chat yang membuat Rafka kesal hanya dengan membaca nama kontaknya. Irfan. Entah mengapa Rafka sangat kesal jika melihat Irfan, tetapi ia berusaha menyembunyikannya. Rafka melanjutkan scroll hingga ia menemukan satu nama 'Rama' akun itu sudah Rumi blokir tetapi pesannya tidak di hapus. Karena penasaran Rafka membacanya. Ia benar-benar merasa miris ketika membacanya, Rumi sama dengan dirinya saat ia berpacaran dengan Bella.


-----------------------------------------------------------


🌊Rama


Ram, aku udah nyampek nih. Kamu di mana? Aku beli eskrim sambil nunggu kamu.


19:50


Ram, masih lama ya? Udah malem nih, aku sedikit takut.


20:18


Ram, kamu masih main game apa gimana?


20:20


Sorry, aku sibuk. Kamu pulang aja. Besok kita ketemuan. Aku juga bosan kan tadi udah ketemu..


21:50


Bosen? Masih ada aja kata-kata kayak gitu ya? Kamu nggak inget bulan lalu aku bilang bosen terus kamu pukul aku. Jadi, besok aku boleh dong nendang kamu?


21:51

__ADS_1


12 Juni 20**


Ya jangan gitu dong. Terus aku nggak dapat jatah dong:)


06:57


Mohon maap anda, siapa?


07:00


Pacar kamu, selalu gitu deh kalau aku minta jatah. Padahal kita sama-sama enak.


07:12


Kamu aja nggak pernah serius, bahkan aku aja ragu sama perasaan kamu ke aku:") buat apa? Nikah aja belum, aku jugaa masih kelas 1 SMA. Kalau kamu pengen ya kamu harus nikah dulu.


07:13


07:35


-----------------------------------------------------------


"Aduh, Raf inget dong dia udah jadi mantan." Rafka mengelus dadanya yang menahan emosi. Cowok ini, rasanya Rafka ingin menjotosnya sekarang juga.


Rafka langsung membaca bagian belakang pesan chat tersebut. Detik-detik saat mereka berdua putus. Ternyata memang benar Rama yang memutuskan Rumi karena bosan, Rama juga selalu lupa waktu, mana waktu untuk Rumi, game dan sebagainya. Cowok itu juga sangat mesum. Tidak hanya Rumi pacarnya, bahkan motor Rumi pernah ia bawa untuk pergi bersama cewek lain. Cowok yang satu ini perlu untuk ia hancurkan sekarang juga. Tetapi sayangnya Rafka bahkan tidak mengenali wajahnya. Rafka mencari di galeri mungkin saja ada foto mereka berdua tetapi tidak ada. Tidak ada sama sekali. Semuanya sudah bersih tak tersisa atau bisa jadi selama mereka pacaran, mereka bahkan tidak pernah foto bareng sama sekali.


Rafka menemui Rumi saat di sekolah, tapi ia lupa bahwa sekarang kelas 12 akan berlibur ke Bali. Ia benar-benar lupa soal ini. Beruntung kelas 12 berkumpul di depan sekolahnya jadi, Rafka bisa menemui pacarnya, ia juga sudah mengecas ponsel pacarnya kemarin. Rumi tengah duduk berdiam diri dengan tas ransel besar di punggungnya. Rafka menghampiri Rumi, berdiri di depannya. Karena di samping Rumi ada anak-anak lain yang tidak ia kenal sedang duduk di halte bus. Hanya duduk, bukan menunggu bus trans.


Rafka mengulurkan ponsel milik Rumi. "Yang, ponsel kamu." Rumi mendongakkan kepalanya, menatap Rafka yang berdiri di depannya.


"Ponsel kamu mana?" Rumi bertanya, Rafka mengeluarkan ponselnya yang berada di saku dadanya. Lalu, di berikannya kepada Rumi. "Ini kamu bawa aja ponsel aku, aku bawa ponsel kamu, hehehe... Kamu nggak kasian sama aku? Ponselku kan sudah lama kameranya kurang bagus." Rumi memohon dengan wajah imutnya, membuat Rafka tersenyum dan mengangguk. "Hem, terima kasih."

__ADS_1


Rumi berdiri dari duduknya, sekarang ia saling bertatapan dengan Rafka. Lalu, ia menyelipkan rambutnya pada telinganya. "yang! Jangan menyelipkan rambut di depan cowok lain?" Ancamnya.


Rumi memasukkan ponsel milik Rafka pada tas kecilnya. "Kenapa?"


Rafka mendekat dan berbisik. "Karena kamu makin cantik."


"Btw, kamu nggak marah kan? Mungkin kamu marah karena membaca pesan WhatsAppku dengan Rama yang masih ada?"


Rafka menggeleng. "Aku malah marah sama, Rama. Semua orang pacaran pasti pernah ciuman jadi, ya wajar aja sih, lagian kenapa aku harus cemburu sama mantan kamu."


Rumi tersenyum memperlihatkan gigi ginsulnya. "Kamu mau oleh-oleh?"


Rafka menggeleng. "Oleh-oleh buat aku..." Rafka mendekati telinga Rumi lagi. "Ciuman aja. Wkwk."


Rumi langsung memukul lengan Rafka hingga cowok itu merasa sakit. "Aw."


"Sekarang kamu jadi mesum!"


"Ciuman itu kasih sayang, bukannya mesum." Tolaknya.


Seorang guru dengan membawa spiker, berteriak memanggil murid-muridnya untuk masuk ke dalam bus. "SUDAH ANAK-ANAK, BUS SUDAH DATANG JADI KALIAN BISA MASUK SEKARANG JUGA." 


Rumi menoleh mencari teman-temannya, lalu ia berteriak sambil mengangkat tangan. "Tunggu."


Rumi lalu menatap Rafka yang ada di depannya. "Udah ya yang, aku berangkat."


Rafka menahan tangannya lalu berbalik menghadap Rumi. "Satu kecupan." Satu kecupan mendarat di kening Rumi. Rumi tersenyum malu karena banyak yang melihatnya dan menyorakinya. Rumi melambaikan tangan pada Rafka sambil berjalan mundur. "Bye, sayang."


Rafka ikut melambaikan tangan. "Bye bye."


Rumi duduk di sebelah jendela bus. Ia bisa menatap punggung Rafka yang berjalan kembali ke dalam sekolah. Dulu ia selalu menatap diam-diam cowok itu, sekarang belum juga ia bilang rindu, cowok itu sudah datang menghampiri dirinya.

__ADS_1


  *


__ADS_2