Why Does Rafka Hate Rumi?

Why Does Rafka Hate Rumi?
35. Kenalan


__ADS_3

Seorang cowok dari jurusan IPS menyentuh pundaknya. "Eh, lo Rumi kan?" Tanyanya.


Rumi terkejut, ia langsung menghadap belakang, cowok itu sedang berdiri menatapnya, ia duduk di belakangnya. "Apa?"


Cowok itu mengulurkan tangan padanya. Rumi membalasnya. "Kenalin gue Guntur anak IPS 3, eh lupa sekarang kan udah mau lulus." Rumi hanya mengangguk.


"Boleh minta nomor lo nggak? Nomor WhatsApp?"


"Oh, ada, Ini." Rumi membuka aplikasi WhatsApp milik Rafka, ia memberikan nomor Rafka pada cowok itu, kebetulan foto profilnya hanya foto Rumi.


Saat Rumi kembali duduk ia menyandarkan ia mendengar Guntur berbicara dengan temannya. "Ih, langsung di kasih, cuy."


Deya yang sejak tadi melihatnya bertanya. "Kenapa lo kasih nomor Lo?"


Rumi mendekat dan berbisik. "Bukan nomor gue, hahaha."


"Rafka?" Tanya Deya lalu, Rumi mengangguk. "Ini ponsel dia," jawabnya.


Tidak lama, Guntur tadi mengiriminya pesan. Padahal depan belakang kenapa harus kirim pesan coba? Rumi merasa malas untuk membalasnya, biar Rafka saja yang membalasnya. Rumi akan bermain game mobile legend yang sudah ter-install di ponsel pacarnya ini. "Arghh, lebih enak pake ponselnya Rafka, hehehe." Ucapnya.


Guntur berbicara bersama teman yang ada di sampingnya. "Eh, nggak di bales nih. Gue intip dulu deh." Guntur mengintip. "Ohh lagi main ML eh, btw mabar yuk habis ini?" Ajaknya.


Rumi menggeleng, karena akunnya atas nama Rafka, entar ketahuan lah. "Argh, nggak, sorry. Habis ini istirahat."


Saat di kapal, Rumi berkumpul dengan teman-temannya, si kembar Jihan dan Jiyan lalu Deya. Mereka berfoto menggunakan ponsel Rafka. Ia tidak khawatir karena penyimpanan internal ponsel Rafka sangat luas. Rumi lalu mengecek galeri Rafka, karena ponsel ini masih baru hanya berisi foto mereka yang baru-baru ini di ambil oleh Rumi dan Rafka. Namun, ia tiba-tiba menatap sebuah video. "Hah? Video apaan ini? Jangan-jangan..." Karena ia tidak berani, terpaksa Rumi menanyakannya langsung.


-----------------------------------------------------------


🌼Rumi sayangnya aku


Rafka, ini video apa? Bukan video bok*p kan?


-----------------------------------------------------------


I


a tertawa saat melihat namanya sangat lucu, karena sangat penasaran dan menunggu Rafka membalas pasti sangat lama. Jadi Rumi memutuskan untuk membukanya. Ternyata video itu di rekam saat Rafka dan Rumi sedang bermain game kemarin. Rumi benar-benar tidak mengira Rafka merekamnya, tetapi Rafka juga pintar karena tidak merekam adegan tidak senonoh kemarin.


Tiba-tiba ponselnya bergetar karena ada yang menelepon. Ia adalah teman Rafka, Andrea. Rumi mengangkatnya terkejut, apakah mereka juga biasanya saling mengirim pesan dan menelepon? Wah, bahkan Rumi sampai cemburu dengan seorang Andrea.


"Bisa-bisanya ya kamu, ninggalin ponsel tapi nggak ada kuota, dasar ya! Sengaja ya biar aku beliin? Hayo ngomong?"


Rumi lalu memukul keningnya. "Astaga, aku lupa, aku benar-benar lupa, sungguh! Iyaaa nggak usah di beliin, biar pas udah pulang dari bali nanti aku bakal beliin kuota untuk diriku sendiri. Hehehe."


"Terus, kamu nggak ngabarin aku gitu? Aku kan kangen, sayang..." 


Begitu mendengar kata sayang, Rumi langsung mencari Headset yang ada di dalam tas kecilnya. Sekarang ia menjadi lebih tenang. "Kamu kira kamu doang gitu? Eh, yang kenapa kemarin kamu rekam kita?"

__ADS_1


"Buat di kumpulin lah, aku aja baru tahu kalau kamu nyimpen semua foto aku, kaget banget dong."


"Tapi aku nggak tahu kapan kamu matiinya?"


"Nggak aku matiin emang, sampai aku selesai nganterin kamu. Coba lihat, waktu kita ciuman pasti kerekam."


Rumi terkejut lagi. "Gila!!! Aku hapus ya... Bahaya loh."


"Jangan, besok-besok bakal aku edit buat suatu video di YouTubenya si Zainul."


"Terus pas kita?"


"Ya dihapus lah! Udah nyampe mana yang?"


"Masih di laut, nih. Kesini sama kamu enak kayaknya. Jadi iri pas lihat temen-temenku pacaran."


"Pengen di adegan film Titanic?"


"Iya tapi nggak ada cowoknya wkwk." Rumi tertawa. "Telepon aja sampai nanti ya... Aku masih kangen."


"Nanti aku telepon lagi kok, sayang. Habis ini aku beliin kuota. Aku matiin ya? Ini ponsel Andrea kan kasian. Aku sayang kamu."


"Aku juga sayang kamu."


  ***


-----------------------------------------------------------


🌸Rumi sayangnya aku


Yang, aku futsal, nanti kalau nyampe hotel chat ya...


Aku merindukanmu lagi:*


Aku merindukanmu saat ini.


Aku sudah sampai baru saja. Udah pulang belum? Sholat jangan lupa loh, cuy. Aku aja udah sholat 😝


Aku juga merindukanmu, aku akan mandi. Aku sudah makan, sudah minum, dan masih kangen kamu. Wkwkwk:)


Panggilan video tak terjawab pada 23:46 WITA


Mau ngapain? Entar, masih mandi. Kusam anjir.


K


atanya kamu mandi, iya udah aku vc wkwkwk:v bercanda yang...

__ADS_1


Iya ngerti kok. Ponsel kamu keren juga. Btw ini yang balas Jihan, Rumi di dalam kamar mandi.


Siapa yang suruh bales? Nggak bilang sih sama Rumi? Nggak sopan tahu...


Ya maaf atuh, dek


Mereka cuma pinjem buat selfie aja, kamu mau vc? Ini aku udah mandi, udah lumayan lah...


Tidur yuk yang? Aku ngantuk berat.


Iya kamu tidur sekarang, nanti Ayah kamu marah loh. Selamat malam, Rafka. Aku sayang kamu:*


-----------------------------------------------------------


Rumi mengecas ponselnya, lalu memejamkan matanya. Karena tubuhnya sudah sangat lelah. Namun, Deya melarangnya. "Jangan tidur, keluar yuk cari angin. Btw sebelah hotel ada pasar. Makan lagi enak kayaknya."


Rumi menolak. "Lo aja sendiri capek gue."


"Pumpung di bali nih. Pumpung Jihan sama Jiyan udah mandi."


Jihan melompat-lompat. "iyah nih, ayo dong."


Rumi dengan terpaksa menuruti teman-temannya. Ia bangun merapikan rambutnya, sekarang ia berponi tetapi ia harus membentuk poninya untuk besok jadi, ia memakai pengriting rambut.


"Itu lepasin njjir, lo jelek kalau gitu."


Rumi menukas. "Biarin, gue udah punya pacar juga, buat apa tampil cantik."


Mereka berempat keluar dari kamar hotel. "Eh iya btw pacar lo nggak marah gitu tadi ada yang minta nomor Lo?" Deya bertanya.


Jiyan menggandeng lengan Rumi lalu bertanya. "Hehh, siapa yang minta?"


"Namanya Guntur, kenapa nggak dari awal SMA dulu coba? Gue udah jomblo lama eh, pas udah punya pacar, dia baru dateng, kan telat. Terus kalian tahu sendiri lah gue orangnya nggak enakan jadi ya gue kasih..."


Jiyan merangkul pundak Rumi. "Sudah hukum alam emang, sekarang harus setia sama dia yaa... Kalian jalan-jalan aja, gue mau ketemuan sama Firaz." Jiyan langsung berlari saat mereka berempat melewati tangga sedangkan, tujuan mereka adalah menaiki lift.


Jihan yang di belakang bersama Deya mengumpat tidak terima. "Eh dasar anjing,"


Akhirnya, hanya tersisa mereka bertiga. Rumi sebenernya benar-benar mengantuk. Tetapi ternyata banyak juga anak-anak yang nongkrong di depan hotel. Termasuk cowok yang meminta nomor teleponnya tadi. Cowok itu melihat Rumi terus menerus sampai Rumi keluar dari hotel.


"Kenapa banyak banget anak cowok ya? Gue suka kaku kalau lewat gerombolan cowok kayak gitu." Rumi mengungkapkan isi hatinya.


"Gimana kalau kita ke lattemart itu? Terus beli minum, entar kita abisin di depan sambil pake WI-FI itu lihat ada Free WI-FI." Jihan menunjuk tulisan Free WI-FI yang terletak di pintu lattemart.


Waktu selesai memilih dan mereka pergi ke kasir, Rumi terkejut saat melihat seseorang yang sedang ada di kasir, dia adalah Rama. Mantan kekasihnya.


"Wah, dunia sempit banget ketemu kamu di sini, ya?"

__ADS_1


  *


__ADS_2