Why Does Rafka Hate Rumi?

Why Does Rafka Hate Rumi?
04. Mulai tau


__ADS_3

Sesuai apa yang dikatakannya Andrea menceritakan kisah cintanya dari pertama tahu anak yang namanya Agnes hingga sampai saat ini.


Ini akan jadi percakapan terpanjang di antara mereka berdua. Sebelum mendengarkan kisah temannya itu, Rafka sudah membeli wafer rasa coklat moka kesukaannya dan tidak lupa mengeluarkan botol ajaibnya yang hari ini ia membawa botol berwarna oranye—terkadang hijau. Namun, ia harus menunggu beberapa menit karena Andrea harus mengumumkan pengumuman tadi.


Sambil menunggu ia melihat teman-temannya yang antusiasnya sangat tinggi jika membicarakan tentang lomba. Ia sadar ia tidak berbakat menyanyi atau memainkan alat musik jadi ia tidak akan mengorbankan dirinya untuk tampil bisa-bisa nanti semakin banyak yang menyukainya. Begitu pikirnya.


Andrea berjalan menuju bangku tempat duduk Rafka, "Ini bangku kenapa banyak warna-warnanya?" Tanyanya.


"Iya sih Yuki suka gambar. Hampir setiap jam pelajaran—guru apapun itu dia selalu gambar—makanya dia nyontek ke gue mulu!"


"Nggak kebalik, tuh?"


Rafka membuka camilan wafernya,"Hishh, buruan ceritain pumpung gue lagi pengen dengerin lo ngoceh." Cercahnya buru-buru.


"Dulu gue taunya dia anak osis sih, terus pas gue keluar sekolah, di depan sekolah tempat nongkrong WI-FI biasanya. Tau kan?"


Rafka mengangguk.


"Nah, disitu gue tahu dia, pertama gue tanya sama temen gue. Eh, nama dia siapa sih? Terus di jawab deh, Agnes. Gitu, terus tiap hari gue liatin dia saking cantiknya, dia itu cantik dan juga pendiem. Tapi beda lagi kalau udah kenal cerewetnya minta ampun. Terus dia itu loyal banget, terus gampang akrab sama semua orang. Ya mirip gue lah ya. Terus, tiba-tiba selang beberapa lama gue masuk grub osis kan. Mungkin dia tau kalau gue Andre, jadi dia chat gue duluan. Situ deh awalnya,"


"Cewek lo berani, banget ya ndre. Kadang kan ada cewek yang nunggu sampai negara api menyerang, baru deh mulai chat. Terus jadiannya gimana?"


"Awalnya cuma digantung doang, gue nya. Terus tiba-tiba dia nerima gue sih, meskipun udah lama itu." Andrea mengelus dadanya.


Andrea melanjutkan biacaranya,"Iya dan asal lo tahu, gue bangga punya dia. Jadi, meskipun lo sekarang lagi disukai kakak kelas ya nggak apa-apa biasa aja 'stay cool'  kalau bisa. Apalagi lo udah punya pacar kan? Udah biarin aja kakak kelas itu jadi penikmat senyumanmu eeakk."


"Apaan sih lo. Gila tau nggak?!"


"Btw pacar lo sekolah di mana? Gue baru tahu hari ini kalau lo punya pacar."


"Sama di SMP gue dulu, dia masih kelas 8 hehehe. Dia benar-benar cantik dan susah ditebak orangnya."


"Siapa yang nanya! Bisa-bisanya lo hanya mandang cantik. Mending mandang sifatnya contohnya yang paling penting nih, keberanian. Kalau yang lain seperti perhatian, penuh kasih sayang dan nggak posesif gitu juga baik kok."


"Hem kalau cewek marah-marah mulu itu kenapa sih? Repot banget tahu nggak!"


Andrea tertawa,"eh tunggu masalahnya apa dulu?"


"Gue juga nggak ngerti, setiap hari dia marah-marah padahal chat gue panjang lebar eh dia malah marah. Kalau chat gue pendek dia juga marah. Serba salah nggak sih?"


"Kenapa ya? Tanya dia langsung aja coba. Mungkin dia kangen nggak pernah ketemu."


Rafka langsung berdiri,"Wah bener juga lo. Gue nggak pernah ketemu dia. Oke-oke sekarang gue chat dia."

__ADS_1


Andrea terbaik.


-----------------------------------------------------------


BELLA❤


Sayang


Apa?!


Nanti ketemu yuk, bisa?


Beneran?  Bisa dong! Aku juga mau ngomong sesuatu sama kamu penting.


Iya. Sesuatu apa? Segitu pentingnya kah sampai kamu marah-marah tiap hari?


Itu... Bukan marah, nanti deh kamu bakal tau. See you:"


------------------------------------------------------


Rafka mengerutkan keningnya,"Kok tumben nggak pakai emoticon cium? Biasanya dia ngirim gitu banyak banget lah ini nggak ada!" Ucapnya terdengar seperti kekecewaan.


"Mungkinkah cewek lo... bosen sama lo, terus selingkuh, kemudian nyaman sama yang lain dan ninggalin lo?"


"ANDREEE!!!"


Karena pagi tadi kelas 11 dijadwalkan sholat duha, maka Rumi, Jihan, Jiyan dan Deya melaksanakan tugasnya ketika istirahat kedua. Saat istirahat kedua sangat sepi, hanya ada beberapa anak yang sedang bimbel-mereka bimbel karena akan mengikuti olympiade.


"Enak ya kak?" Tanyanya seorang adik kelas yang sedang bimbel menggoda Jiyan.


"Apaan sih lo! Mau gue lempar buku ini?" Bentaknya yang sedang membawa buku-buku.


Saat Rumi menata buku-buku, matanya langsung menemukan sebuah binder ring besar berwarna hitam dan bertuliskan 'X IPA 2' tentu saja pikirannya tidak bisa negatif, ia langsung positif berpikir bahwa itu adalah data kelas 10. Begitu ia membukanya, ia menjerit-jerit pelan saking bahagianya.


"Ya tuhan," ia membalik-balik beberapa kertas yang sudah tertata rapi itu dan akhirnya ia menemukan foto seseorang yang ia sukai yaitu Rafka.


"Aku harus mencatat ini!" Ia segera berlari ke lobi dan mencari kertas kosong,"Pak apakah ada kertas kosong sama bulpoin?"


"Ada ini." Diberikannya bulpoin standard dan kertas kosong.


Rumi mencatat semua biodata lengkap tentang Rafka, sampai nomor teleponnya. Ia menuliskannya dengan sangat rapi dan cepat. Tetapi, ia juga terkejut tentang kebenaran bahwa bulan lahir cowok yang disukainya adalah bulan Juni. Padahal Rumi hanya sekedar menebak pada waktu itu.


----------------------

__ADS_1


Nama \= Rafka Gyatama Wardhana


No absen \= 10


Kelas \= X IPA 2


TTL \= 10 Juni 200*


Golongan darah \= A


Agama \= Islam


Alamat \= Jl Semangka


No telp \= +6285785678***


Jarak rumah ke sekolah \= 11 km


Tinggi badan \=168 cm


Berat badan \= 59 kg


Klub yang diikuti \= Basket


----------------------


Bahkan nama orang tua dan adiknya Rafka, Rumi mencatatkannya. Mungkin saja ayah atau ibunya memiliki akun media sosial-sebagai sumber ia mencari informasi tentang Rafka.


Dalam sebuah kutipan film china berjudul 'All about secret' dikatakan :"Jika kau mencintai seseorang, kau harus mencari tiap jejak cerita dia di dunia ini."


Rumi yang tadinya tidak tahu namanya, sekarang ia menjadi tahu. Rumi yang hanya melihat saat cowok yang disukainya pulang, kini ia sudah tahu alamat rumahnya dan bahkan ia juga bisa menghubungi nomor telepon yang ia catat. Namun, ada sebuah kenyataan pahit yang menelannya hidup-hidup yaitu ayahnya adalah seorang polisi dan ibunya adalah seorang guru. Mendapati kenyataan itu sebenarnya, ia sedikit sedih karena orang tua Rumi bukan orang yang berpendidikan tinggi tetapi Rumi adalah gadis yang tidak mudah menyerah. Kenapa dengan orang tuanya? Toh ia juga nanti ingin jadi orang sukses sama seperti calon mertuanya-kalau iya.


Rumi juga bisa menerima bahwa umurnya dan umur Rafka berbeda 1 tahun lebih 2 hari. Artinya Rumi 1 tahun lebih tua, apa salahnya.


"Woi ngapain? Buruan! Habis ini mata pelajaran..." Teriak Deya menjeda karena disela oleh Jiyan."Jam kosong kok."


"Sini deh kalian, gue habis-"


Tiba-tiba Jihan menarik kertas yang akan ditunjukkan Rumi kepada mereka,"Uwaw!" Respon Jihan dan Jiyan. Mereka bertiga sibuk membaca yang dicatat oleh Rumi. Sedangkan, Rumi kembali meletakkan Binder ring besar itu ke tempat semula.


"Takdir semakin berpihak kepada lo Rum."


"Semoga aja," Ringisnya. Moodnya saat ini benar-benar baik dan naik meningkat menjadi 160%.

__ADS_1


"Jadi, kapan ngungkapinnya?" Tanya Jihan.


"Hati gue belum siap dengan kata 'TIDAK'." Ungkap Rumi.[]


__ADS_2