
Angin sore yang berembus hingga membuat gadis rambut se pundak kerepotan siapa lagi kalau bukan Rumi. Ia harus membawa gitar yang menemaninya mencari uang. Rumi adalah seorang penyanyi solo di sebuah kafe-kafe saat sore. Terkejut? Tidak! Dia memang menyebut dirinya tidak berbakat tetapi sebenarnya ia bisa jika itu berhubungan dengan musik ataupun tulis menulis. Ia memasuki kafe dengan senyum sumringah dan disambut baik oleh Irfan-pengusaha muda yang sudah memiliki beberapa cabang kafe dan restoran di usianya yang baru 20 tahun.
"Hay." Sambut Irfan.
"Hay Irfan, gimana kabar lo?" Balasnya sambil bertanya dan ikut duduk di samping Irfan.
"Seperti biasa. Hari ini ada yang request lagu pokoknya yang bikin cewek seneng." Perintahnya.
"Hah? Lagu apa? Dalam rangka apa?"
"Mungkin mau nembak cewek." Jelasnya.
"Oh nembak cewek. Hmmm oke deh. Btw cowoknya yang mana?"
Irfan mencari keberadaan cowok yang request lagu tadi,"itu dia." Tunjuknya kepada bangku paling depan. Rumi hanya bisa melihat punggungnya, ia mengenali punggung itu tapi ia hanya bergumam pelan,"Rafka? Lo kah itu?"
"Kenapa? Lo kenal dia? Kok ekspresi lo begitu?" Rumi menggeleng cepat.
"Baik, gue pengen nyanyi nih. Bye! Hari ini harus lebih banyak ya? Hehehe. Bercanda."
"Tenang saja!" Irfan tersenyum.
Rumi menaiki panggung lalu duduk di kursi bundar dan tinggi. Ia menyiapkan gitarnya dan mic yang ada di depannya. Ia lantas menatap lurus cowok yang ada di depannya dan benar itu memang Rafka. Rumi sedikit terkejut sebab Rafka request lagu untuk menembak cewek. Dari parasnya sepertinya Rafka tidak memiliki seorang kekasih tetapi Rumi salah. Sebagai pembukaan Rumi menyanyikan lagu yang membangkitkan suasana dan semangat yaitu lagu Iwan fals kesukaannya berjudul Ijinkan aku menyayangimu.
"Selamat sore pengunjung setia kafe ini, bertemu lagi dengan saya yang berinisial J.L.R hehehe, saya tidak akan pernah menyebutkan nama saya tapi kalian bisa mengenal wajah saya dengan baik. Oke sekarang saya mau menyanyikan lagu yang legend banget dan ini juga termasuk lagu favorit saya, ada yang sama seperti saya?"
"Ada! Saya juga suka." Salah satu pengunjung kafe mengangkat tangannya.
"Uwaw, hay kita sama." Jawabnya sambil tersenyum bahagia. Rafka hanya fokus pada ponselnya dan ia terlihat begitu panik. Ia sama sekali tidak melihat penyanyi yang ada di depannya.
Rumi mulai memetik senar gitarnya, dan mulai menyanyikan lirik lagu.
🎵Andai kau ijinkan
Walau sekejap memandang
Kubuktikan padamu
Aku memiliki rasa
Cinta yang ku pendam
Tak sempat aku nyatakan
Karena kau telah memilih
Menutup pintu hatimu
Ijinkan aku membuktikan
Inilah kesungguhan rasa
Ijinkan aku menyayangimu
Sayangku ooh
Dengarkanlah isi hatiku
__ADS_1
Cintaku ooh
Dengarkanlah isi hatiku
Begitu mendengar lirik lagu bagian reff, Rafka mendongak dan matanya bertemu dengan Rumi. Rumi tersenyum, sedangkan Rafka mengalihkan pandangannya. Rumi jadi malu tetapi ia berusaha tetap stay cool.
🎵Bila cinta tak menyatukan kita
Bila kita tak mungkin bersama
Ijinkan aku tetap menyayangimu
Sayangku ooh
Dengarkanlah isi hatiku
Cintaku ooh
Dengarkanlah isi hatiku
Aku sayang padamu
Ijinkan aku membuktikan
Petikan terakhir dari gitar Rumi di sambut oleh seorang gadis cantik yang datang dan duduk di samping Rafka dengan wajah cemberut. Sayangnya Rumi tidak penasaran sama sekali. Ia langsung akan menyanyikan lagu selanjutnya, sesuai yang di requestkan oleh Rafka-cowok yang ditaksirnya dan ternyata sudah memiliki seorang kekasih. Rumi bisa melihat dengan jelas cewek tersebut menggandeng dan memohon kepada Rafka dengan manja. Ia tidak mengerti dan sejujurnya Rumi penasaran. Tetapi, ia bisa apa? Ada sesuatu yang menusuk hatinya dan terasa sangat sakit namun ia berusaha menahannya.
\*\*\*
Rafka memasuki sebuah kafe yang cukup ramai, sebelum ia mencari tempat duduk ia pergi ke kasir dan merequest sebuah lagu karena ia ingin membuat Bella pacarnya bahagia di momen pertemuan yang jelas-jelas jarang terjadi. Setelah mencari tempat ia akhirnya memilih bangku paling depan agar bisa mendengar dan melihat penyanyinya lebih jelas.
Sudah beberapa menit berlalu, pesan dan telepon tidak ada jawaban sama sekali. Rafka panik mungkin saja terjadi sesuatu pada kekasihnya itu.
-----------------------------------------------------------
Bel, kamu dimana?
Bella!
Kamu kemana sih? Kamu nggak apa-apa kan?
Kalau ada apa-apa itu bilang dong.
Panggilanmu tak terjawab
Aku khawatir Bel! Plis bales!
-----------------------------------------------------------
Tiba-tiba Rafka merasa penasaran dengan siapa yang menyanyikan lagu ini, ia pun melihat penyanyi itu dan tentu saja ia terkejut. Gadis itu tersenyum kearahnya. Ada apa ini? Dengan cepat ia memalingkan wajahnya pada ponselnya. Tidak beberapa lama kemudian kekasihnya yang ditunggunya akhirnya datang.
"Kenapa cemberut?" Tanya Rafka kepada pacarnya itu. Namun, tidak menjawab gadis kesayangannya itu kemudian memeluknya. "Ban sepeda motorku bocor tadi!"
"Argh jangan gini, banyak orang, gini aja." Dengan cepat Rafka melepas pelukan itu dan menggandengkan pada lengan.
"Arghh aku jadi badmood gara-gara motorku!" Kata Bella dengan manja.
"Udah ya? Jangan badmood lagi. Dengerin ini lagu tadi aku request lagu, tapi aku nggak tahu lagu apa yang cocok jadi aku ngomongnya cuma buat cewek seneng."
__ADS_1
Masih dengan tangan yang terus melingkar pada lengan, Rafka mengelus rambut Bella dengan lembut lalu mengecupnya. Ia kini melihat gadis yang menyukainya akan bernyanyi, sejujurnya ia terkejut karena dia bisa memainkan gitar dan bernyanyi.
"Mohon maaf tadi ada yang request lagu tetapi ditunda dulu karena ada sesuatu yang harus saya nyanyikan disini. Jadi, selamat menikmati. Btw ini lagu cocok banget sama perasaan saya hari ini. Mungkin juga disini ada yang baru dicampakkan Ehem." Rumi mulai memetik gitarnya.
🎵Aku tak mengerti apa yang kurasa
Rindu yang tak pernah begitu hebatnya
Aku mencintaimu lebih dari yang kau tahu
Meski kau takkan pernah tahu
Aku persembahkan hidupku untukmu
Telah kurelakan hatiku padamu
Namun kau masih bisu diam seribu bahasa
Dan hati kecilku bicara
Baru kusadari
Cintaku bertepuk sebelah tangan
Kau buat remuk seluruh hatiku
Semoga waktu akan mengilhami
Sisi hatimu yang beku
Semoga akan datang keajaiban
Hingga akhirnya kau pun mau
Aku mencintaimu lebih dari yang kau tahu
Meski kau takkan pernah tahu
Baru kusadari
Cintaku bertepuk sebelah tangan
Kau buat remuk seluruh hatiku
Baru kusadari
Cintaku bertepuk sebelah tangan
Kau buat remuk seluruh hatiku
Baru kusadari (uuh baru ku sadari)
Cintaku bertepuk sebelah tangan (bertepuk sebelah tangan)
Kau buat remuk seluruh hatiku
Seluruh hatiku
__ADS_1
Rafka semakin yakin bahwa gadis itu benar-benar menyukainya. Tetapi, Rafka berpikir kalau gadis itu sudah tahu bahwa dirinya memiliki kekasih tapi mengapa gadis itu tetap menyukainya dan malah bernyanyi lagu itu seakan-akan ia tersakiti oleh Rafka. Jika ada waktu dan tempat yang tepat ia harus segera menemui gadis itu dan berbicara kepadanya. Ini benar-benar gawat dan sangat berbahaya sebab gadis itu menyukai seseorang yang sudah memiliki kekasih.[]