Wings & Dream

Wings & Dream
Ch.15 - Buta


__ADS_3

Kei bahkan tidak menyadari saat Clora sudah berdiri tepat di belakangnya. Ia terus melihat ke arah depan, dimana Sana baru saja menghilang bersamaan dengan tubuh Jon.


"Kei?"


"Aahhh!!" Teriaknya karena terkejut. Ia segera membalikkan badan dan menghembuskan napas lega karena ternyata itu hanya Clora.


"Jangan buat aku terkejut seperti itu!"


"Mana kutahu kau sedang melamun?" Clora kemudian mengikuti arah tatapannya. "Ada apa dengan Jon?"


Kei segera menarik lengan temannya itu, kemudian membisikkan sesuatu di telinganya. "Aku menemukan suatu hal aneh padanya."


Clora mengerutkan dahinya.


"Seseorang telah memasukkan butir serbuk Fae Ventus pada matanya."


Clora mematung. "Siapa yang tega berbuat demikian pada seorang manusia?! Apakah pelakunya seorang Fae Ventus?!"


Dilihat dari raut wajah temannya, Kei tak bisa menebak siapa pelakunya, karena Fae Ventus yang mengenal Jon hanyalah mereka bertiga.


"Zeyn-"


"Gak mungkin," Clora menggeleng-geleng. "Tadi aku bersamanya. Lagipula ini pasti terjadi baru-baru ini, karena Jon pernah dirawat oleh Sana, dan belum ada tanda-tanda matanya terdapat serbuk abu."


Kei mengangguk, meskipun di benaknya masih berpikir siapa yang kira-kira seceroboh itu sampai memasukkan zat berbahaya milik Fae ke dalam mata seorang manusia.

__ADS_1


Mereka berdua sekarang sudah berada di depan kamar Jon. Kei mengetuk pintu, dan pintu langsung dibuka oleh Sana.


"Bagaimana kondisinya?"


"Tidak seburuk lukanya kemarin."


"Apakah serbuk Fae di matanya bisa berakibat fatal?"


"Karena belum pernah ada kasus yang seperti ini, aku kurang yakin." Sana memutar bola matanya, mencoba untuk berpikir. "Tapi kalau berdasarkan logikaku, mungkin hanya penglihatannya saja yang terganggu. Lagipula serbuk Ventus itu adalah sebagian kecil kekuatan Fae Ventus, jadi pria itu tentu tidak akan mendapatkan kekuatan seorang Ventus, karena dia manusia."


Seusai penjelasan Sana, Clora sudah duduk manis di dekat ranjang Jon. Ia tidak tahu apakah Jon sedang terbangun, karena matanya sudah dililit dan ditutupi oleh kain putih.


"Aku... kenapa?" Tanyanya dalam suara serak. Clora buru-buru mengambil air dari meja, kemudian memberikannya kepadanya.


"Jangan salah paham," katanya kepada Kei. Yahh, mungkin ini karena Zeyn sudah menerimaku, atau mungkin karena aku kasihan kepada pria ini karena tidak bisa lagi melihat.


"Kenapa aku tak bisa melihat apa-apa? Kenapa gelap?" Jon sudah merentangkan tangannya, menggapai angin.


Kei mendekatinya sambil menyilangkan tangannya. Tersirat juga tatapan kasihan dan rasa bersalah di matanya. "Jon... kau-"


"Apa aku buta?!" Jon sudah menyentuh wajahnya sendiri, kemudian membuka lilitan kain.


Clora menganga. Mungkin karena efek penyembuh dari sihir Sana, matanya jelas terlihat berbeda. Kelopak matanya terbuka, namun warna bola matanya telah berubah.


Berubah menjadi abu.

__ADS_1


Ia tampak mengerikan seperti mayat hidup.


"Kenapa ini?! Apa yang terjadi dengan mataku?!" Teriak Jon yang menyedihkan. "Tolonglah! Apa yang sudah kalian perbuat kepadaku?!"


"Jon, tenang dulu!" Kei hendak menenangkannya, namun Jon langsung menepis tangannya dan bangkit dari kasur.


"Kalian.... kalian memanglah jahat," katanya sambil bernapas tak beraturan. "Aku tak pernah tahu makhluk sombong seperti kalian ini bisa kejam juga."


Kalau biasanya Clora akan memarahi siapapun yang sudah berbicara kotor tentang kaum Fae, kali ini ia hanya terdiam. Ia sendiri juga tak yakin kenapa. Mungkin karena ia juga merasa bersalah atas kejadian yang sudah menimpa Jon. Manusia malang itu sekarang sudah benar-benar tak ada harapan.


"Dimana Sana saat kita membutuhkannya?" Bisik Kei. Jon masih sibuk merentangkan tangannya layaknya orang buta. Clora tak bisa berbuat apa-apa dengan sihir Ventusnya.


"Akan kupanggil dia. Kau, jagalah dia. Jangan sampai dia buat keributan." Setelah itu, Clora sudah pergi keluar ruangan.


Di luar, pikirannya malah dipenuhi oleh Jon. Jon, pria manusia yang selalu saja terkena musibah. Seandainya Clara menerimanya dan mereka berdua sudah pergi dari wilayah Fae, mungkin nasib mereka akan jauh berbeda dibanding sekarang.


"Sekarang, lihatlah," Clora tertawa tanpa rasa humor. "Sudah dua hari kau tak kunjung siuman, Clara. Dan temanmu malah berproses menjadi orang buta."


.


.


.


Hari ini ada surprise loh~ Yap, benar sekali! Crazy update 😆

__ADS_1


__ADS_2