Wings & Dream

Wings & Dream
Bahaya (3)


__ADS_3

Ada apa ini? Aku perlahan membuka mata, dan terbelalak saat melihat pisau itu yang hanya melayang tepat di depan dadaku.


Bocah itu mengatupkan mulutnya, dan menatap tajam ke arahku. Tapi pandangannya seperti tidak sedang melihatku. "Siapa disana?"


Aku kebingungan, namun sebuah suara familiar terdengar di dekatku. "Seorang Fae Light, tentunya."


"Kak..." Salah satu gadis itu menarik ujung baju bocah lelaki itu. "Sudahlah. Kita lepaskan saja dia."


Bocah itu tak mengabaikan temannya, dan menepis tangannya begitu saja. "Jangan halangi aku. Dan tetap fokus pegang kemudi."


"Kau masih tak mau menyerah?" Seberkas sinar kuning muncul, dan semakin meluas. Perlahan-lahan rambut pirangnya mulai terlihat, dan akhirnya sinar tak lagi menyala-nyala saat Chrys sudah menampakkan diri seutuhnya.


Tanpa sadar aku menghela napas lega karena ia sudah menyelamatkanku.


"Kau ini merepotkanku," bisik Chrys yang pastinya untukku.


"Ka-kau!" Bocah itu menganga, tak bisa berkata-kata. Sementara kedua gadis itu sudah berteriak histeris seperti melihat hantu.


"Huhu...ampun..." Tak lama mereka sudah menangis. Aku bisa melihat tangan bocah itu yang sudah gemetaran.


"Kenapa takut?" Chrys melangkah, mendekati mereka. Sontak lelaki itu mundur ke belakang. "Kalian kan, Fae Ripper. Apalagi jumlah kalian bertiga."

__ADS_1


Fae Ripper? Ternyata itulah panggilan untuk Fae bersayap hitam.


"Ta-tapi..."


Wah. Bocah lelaki sombong itu bisa ketakutan juga.


"Kau..." Ia menelan ludah. Tubuhnya masih bergetar. "Kau seharusnya masih ditahan."


"Lalu?" Aku tak sempat berkedip saat Chrys sudah mengeluarkan sihirnya, membuat perahu terbelah menjadi dua.


"Aa!!" Kedua gadis itu sudah terjun ke bawah air, mungkin sudah tak tahan lagi dengan keberadaan Chrys. Sementara bocah itu masih tak mau menyerah. Di tangannya tiba-tiba sudah ada pisau lain. Ia langsung membidiknya ke arah kami.


"Menyerahlah, anak kecil. Kau bukan tandinganku," jelas Chrys sambil menahan cahayanya di telapak tangannya. "Aku tak akan menyerangmu kalau kau berhenti menyerang kami."


"Tidak akan!"


"Kau masih muda. Aku akan mengampunimu."


"Aarrghh!!" Bocah itu sudah sangat frustasi. Matanya kembali mendarat ke wajahku. Ia lalu melototiku dengan tajam. "Aku tak akan menyerangmu juga! Aku hanya menginginkan dia!"


"Siapa? Clara?" Chrys menoleh ke belakang, dan tersenyum. "Oh... Silahkan saja."

__ADS_1


Apa?! Aku terbelalak. Bukankah pria ini baru saja ingin menyelamatiku?!


"Kau tak bisa melakukan itu, Chrys!" Aku membantah, dan sengaja memelas. "Apa rencanamu?" Bisikku padanya, namun ia tak menghiraukanku.


Anak kecil itu mengerutkan dahi. "Kau serius? Kalau begitu, berjanjilah tak akan menghalangiku."


"Ya ya," balas Chrys sambil melambaikan tangan dengan malas. "Bawa saja dia. Lakukan apapun sesukamu."


"Chrys!" Sial, apa sebenarnya maunya?!


"Hemm." Lelaki itu menyimpan kembali pisaunya. "Kau dengar itu, manusia? Sekarang tak ada lagi yang akan menyelamatimu."


"Chrys!" Aku berkali-kali meneriaki nama itu. "Chrys! Tolong aku! Aku mau diculik!"


Bocah itu tertawa puas. Meski ia lebih muda dariku, kekuatannya tak main-main. Mungkin Fae Ripper seperti dirinya memiliki kemampuan bertarung. "Sudahlah, nona. Menyerah saja."


"Huhu..." Aku terisak saat mataku kembali diikat dengan paksa. Sekarang ikatan yang membelenggu tanganku semakin kuat saja.


"Chrys...tolong," gumamku berkali-kali, namun aku tak dapat lagi mendengar suaranya. Jangankan itu, aku tak dapat lagi merasakan kehadirannya, bahkan saat aku kembali ke alam mimpi.


"Chrys... kenapa kau melakukan ini?"

__ADS_1


__ADS_2