
Suara bising tampak terdengar di dalam kafe tapi hanya di satu meja dekat jendela yang tidak mengeluarkan suara sejak awal.
Fietta tidak berencana memulai obrolan dan hanya menunggu Hero berbicara karena sedari tadi hanya diam.
"Apa kabar?" Suara itu akhirnya yang pertama kali di ucap pria di depannya.
"Baik, dan aku juga berharap kamu juga Hero," Ucap Fietta dengan senyum membuat Hero membalas senyum.
"Kalau Carla?" Tanya Hero hati-hati dan memperhatikan dengan lekat ekspresi Fietta yang tadi tersenyum sekarang berubah.
"Kenapa? kamu penasaran?" Tanya Fietta tanpa ekspresi.
Hero kini diam tidak menjawab perkataan sarkas Fietta.
"Hmm,"
Deheman seseorang membuat dua orang yang berdiaman itu menoleh dan mendapati Arbian yang berdiri di antar mereka dengan wajah datar andalannya.
"Lo kok bisa di sini?" Heran Hero tetapi segera mengerti saat pandangannya beralih pada Fietta yang tersenyum.
"Huh.. susah kalo udah bucin," Gumam Hero pelan.
Arbian kemudian langsung duduk di antara mereka dan menopang tangan memandang Fietta.
Fietta menghela nafas dan mencoba sabar, ia harus fokus sekarang.
"Jadi.. Hero tolong mulai sekarang jangan lagi hubungin Carla karena sekaranv Carla sudah move on," Ucap Fietta mencoba tenang di hadapi dua pria yang tampan namun menyebalkan.
Arbian menoleh pada Hero dan merasa kasihan pada pria itu walau dalam hati ia tertawa mengejek.
"Sayang, dia punya alasan buat nolak cewek itu," Arbian saat ini hanya bisa membela Hero sedikit.
Fietta menoleh pada Arbian kemudian memberikan tatapan tajam.
"Aku tahu Carla terlalu berani, tapi karena kamu sudah nolak jadi buat apa nyariin lagi, toh dia sekarang sudah punya pacar," Di akhir kalimat Fietta mengucap secara spomtan dan tentu saja membuat Hero terkejut.
"Maksudnya? dia sekarang punya pacar?" Tanya Hero cepat.
Fietta dalam hati merutuki mulutnya karena berbohong tetapi tetap mengangguk walau ragu.
Arbian hanya diam saja menatap pacarnya yang menjadi gugup seakan sedang berbohong.
"Udah kan? kalau gitu kita pergi," Icap Arbian akhirnya kemudian berdiri tidak lupa juga menarik tangan Fietta dan membawanya keluar.
Fietta berpamitan dengan cepat karena tangannya di tarik Arbian.
Sampai di parkiran Arbian melepaskan tangan Fietta dan melihat wanita itu terlihat kesal.
"Kamu mau langsung pulang?" Tanya Arbian dan Fietta hanya mengangguk karena malas bicara.
Arbian membuka pintu mobil untuk Fietta dan setelah wanita itu masuk Arbian duduk di kursi kemudi dan menjalankan mobilnya menuju keluar.
Di perjalanan Fietta memainkan ponsel dan Arbian hanya melirik dan kembali fokus pada jalan di depan.
"Sebentar lagi pesta Randi dan Bella, kamu mau cari baju sekarang?" Tanya Arbian kembali melirik Fietta.
__ADS_1
"Nanti aja, aku ngantuk," Ucap Fietta dan menguap.
Arbian tersenyum kecil dan mengusap pelan kepala wanita di sampingnya.
"Kamu tidur aja, kalau sudah nyampe nanti aku bangunin,"
"Oke," Jawab Fietta yang memang sudah tidak bisa menahan kantuknya lagi.
Beberapa menit kemudian Arbian melirik Fietta dan tersenyum saat wanita itu benar-benar tertidur nyenyak.
Saat mobil sudah berhenti di halaman rumah Fietta, Arbian mematikan mesin mobil dan diam memandangi wajah damai Fietta yang tertidur.
Arbian menunggu beberapa menit tanpa membangunkan wanita itu.
Ia menopang tubuhnya di stir dan hanya menatap samping di mana Fietta masih memejamkan mata.
"Fietta,"
"Sayang,"
"Baby,"
Fietta mengedipkan mata saat mendengar suara seseorang dan matanya menatap mata Arbian yang bersandar di stir mobil seraya memandangnya.
Ia menatap sekeliling dan menyadari kalau sudah terparkir di halaman rumahnya.
"Kok kamu gak bangunin aku?" Tanya Fietta mengusap matanya karena baru bangun.
"Baru sampai," Ucap Arbian padahal sudah hampir se jam ia sampai.
Saat sudah keluar Arbian menurunkan jendela mobil dan memandang Fietta yang tersenyum manis sebelum akhirnya mengemudikan mobil meninggalkan halaman rumah itu.
Fietta yang melihat mobil Arbian hilang di tikungan segera masuk rumah karena masih merasa mengantuk dan memilih untuk melanjutkan tidurnya di kamar.
*
Arbian kembali ke kantor dan masuk ke dalam ruangan, di sana sudah ada Randi yang menatapnya dengan kesal.
"Yan kapan buka lowongan sekretarisnya? gue capek lama-lama," Keluh Randi karena sudah memutuskan akan melanjutkan perusahaan sang papa saat sudah menikah.
"Hm lo cari yang cocok," Ucap Arbian dan membuka laptop untuk melanjutkan pekerjaan.
"Yan gue beberapa hari lagi mau nikah, lo tega liat gue lembur?"
Arbian mendongak dan menatap Randi yang mendengus kesal.
"Kalau gitu minta Doni cariin calonnya," Perintah Arbian lagi.
Randi akhirnya mengangguk dan meninggalkan ruangan Arbian dengan puas.
Arbian memijat pelipisnya sebentar karena merasa pening kemudian melanjutkan kerjaan.
Saat matahari sudah hampir tenggelam Arbian baru keluar dari ruangan dan berjalan menuju lantai bawah untuk segera pulang.
Para karyawan lain sudah banyak yang pulang dan hanya tersisa beberapa yang memang sedang lembur, Arbian sebenarnya tidak pernah memaksa karyawannya untuk lembur tetapi memang sudah peraturan perusahaan untuk cepat menyelesaikan pekerjaan.
__ADS_1
Arbian mengemudikan mobilnya dan berhenti di supermarket untuk mengisi kulkasnya yang sudah kosong.
Melihat es krim Arbian teringat Fietta dan kemudian menelpon wanita itu.
Di deringan ke dua Fietta mengangkat dan suara khas bangun tidur terdengar.
"Hm, halo?"
Arbian terkekeh mendengar suara malas wanita itu.
"Aku beli persediaan di kulkas, kamu mau es krim?"
Mungkin karena Fietta baru bangun tidur ia menjadi linglung.
"Hah? gimana? kamu mau isi kulkas aku sama es krim?" Tanya Fietta.
"Kulkas di apartemen sayang, takut kamu kesana tapi gak ada cemilan," Jelas Arbian.
"Ohh.. beli yang banyak ya bi, dan jangan lupa cemilan yang lain," Ucap Fietta dengam cepat.
Arbian hanya mengiyakan kemudian menutup telpon dan mengambil beberapa mangkuk es krim dan kembali mendorong trolinya menuju sayuran dan juga makanan-makanan ringan.
Setelah memilih dan membayar Arbian kembali ke mobil dan mengemudikan menuju apartemen.
Sampai di apartemen Arbian menaruh barang belanjaannya di kulkas kemudian masuk ke dalam kamar.
Adbian tidak langsung mandi, ia melepas bajunya dan mengganti celananya menjadi celana pendek dan masuk ke dalam ruang gym karena sudah hampir seminggu tidak berolahraga.
Selama 1 jam arbian di dalam ruang gym kemudian kembali ke kamar dengan keringat di tubuhnya dan masuk ke dalam kamar mandi.
Setelah merasa segar dan berpakaian lengkap Arbian berjalan ke arah dapur untuk memasak sendiri.
*
Fietta kembali ke kamar setelah makan malam bersama bi Ani karena papahnya kembali sibuk.
Sampai di kamar ponsel Fietta kebetulan berbunyi dan melihat nama Bella tertera.
"Halo?" Sapa Fietta.
"Hai fi, besok sibuk gak?" Tanya Bella di seberang.
"Kebetulan kosong, kenapa?"
"Bagus, ayok kita ke mall besok,"
Fietta diam sebentar karena merasa terkejut dengan Bella yang tiba-tiba mengajaknya pergi.
"Gimana? bisa?" Tanya Bella lagi.
"Iya, bisa," Jawab Fietta akhirnya.
"Oke, besok aku jemput, bye Fietta,"
Fietta meletakkan ponselnya dan memilih tidur.
__ADS_1