World For You

World For You
Bab 7


__ADS_3

Sampai di area luar Fietta menstabilkan nafasnya tetapi kemudian terdiam lantaran tangan kanannya merasakan hangat bahkan sesuatu di genggamannya ini lebih besar dari telapak tangannya.


Fietta segera mendongak dan menatap wajah Arbian yang kini tersenyum seakan mengejek Fietta yang tadi menolak ajakannya, Fietta kesal tetapi sayangnya wajah Arbian bertambah tampan saat tersenyum seperti itu.


"Ayo pulang," ucap Arbian menarik lembut tangan Fietta yang berada di genggamannya, saat Fietta ingin mengatakan tidak keduanya sudah sampai di mobil Arbian, bahkan pria itu membukakan pintunya untuk Fietta.


Fietta memilih mengikuti kemauan pria itu, toh ia juga ingin segera sampai rumah karena lelah dan tak punya tenaga untuk berbicara dengan Arbian.


Tanpa di sadari Arbian melupakan seseorang yang tadi bersamanya sampai orang itu mengelilingi mall hanya untuk mencari Arbian sembari mengumpat.


"Dasar perjaka tua, gue bilang tunggu eh dia malah ninggalin," Kesal Randi seraya menengok kanan-kiri berharap melihat Arbian.


Arbian dan Randi baru saja bertemu dengan klien dan saat akan kembali ke perusahaan Randi meminta Arbian untuk menunggunya di karenakan Randi yang ingin segera ke toilet, tetapi lihat lah apa yang di lakukan sepupunya itu, ia di tinggalkan bahkan mobil yang ia parkirkan tadi tidak ada.


*


Fietta menatap keluar jendela sedari mobil berjalan, Arbian juga tidak berniat memulai obrolan karena bukan tipenya untuk banyak bicara, menurutnya bicaralah saat ada perlunya.


setengah jam kemudian mereka sampai di halaman depan rumah Fietta, sadar sudah sampai rumah Fietta menoleh ke arah Arbian yang kini menatapnya juga.


"Terima kasih tumpangannya,"


Melihat Arbian mengangguk Fietta akhirnya keluar dari mobil dan memasuki gerbang, sebelum gerbang tertutup Fietta menatap Arbian dan mereka bertatapan dalam diam sampai gerbang tertutup sempurna.


Arbian diam beberapa detik di dalam mobil tanpa menyalakannya dan seakan ingat sesuatu ia meraih ponselnya yang memang dalam mode senyap.


12 pesan baru dan 10 panggilan tak terjawab


Arbian kemudian menelpon balik orang tersebut dan di deringan ketiga teriakan orang itu memekikkan telinganya.


"WOI,,SEPUPU GAK ADA AKHLAK KENAPA GUE DI TINGGAL?!"


Arbian menjauhkan ponselnya dan mengorek kupingnya dengan wajah datar, ia sudah berpengalaman untuk hal ini. Sebenarnya Arbian tidak cukup bersyukur untuk mempunyai sepupu perempuan karena sepupunya yang ini lebih cerewet dari Dhea, adik Randi yang baru masuk TK tahun ini.

__ADS_1


"Telat sampe kantor 5 menit dari sekarang siap-siap potong gaji," Selesai mengucap itu Arbian segera mematikan sambungan.


Kini mata Arbian menatap rumah besar di samping mobilnya, ia bisa menebak di mana kamar wanita yang baru saja di antarnya pulang itu.


Saat sampai Fietta langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, rasa lelah baru terasa saat dirinya merebahkan tubuh di kasur.


Fietta menatap dinding kamarnya lama, kadang ada rasa lelah saat memikirkan bagaimana hari-harinya kedepan nanti karena tidak ada banyak hal yang bisa ia lakukan dengan bahagia, inti dari itu semua karena ia tidak merasakan kebahagiaan dalam menjalankan harinya.


Sekarang Fietta akan mencoba untuk menerima kehadiran orang lain lagi di hidupnya, ia akan membuat Carla senang berteman dengannya.


Mememikirkan itu membuat matanya mengantuk dan memilih tidur mengabaikan jika hari ini tidak makan malam.


*


Pagi hari Fietta terbangun dengan suara ponsel yang berdering, kelas hari ini di mulai siang jadi Fietta ingin tidur lebih lama lagi.


"Halo?" Ucapnya dengan mata masih tertutup, mungkin seseorang di seberang sana bisa mendengar suara khas bangun tidurnya.


"Pagi Fietta,,gue hari bosen di rumah jadi boleh gue ke rumah lo?" Suara ceria Carla terdengar di telinga Fietta.


"Oke,"


Setelah sambungan berakhir Fietta bangun dan menuju kamar mandi, selesai membersihkan diri Fietta menuju dapur untuk membuat susu.


tringg..tringgg


Mendengar suara bel Fietta segera membuka dan terlihat Carla dengan kemeja hitam dan celana jeans putih dipadukan sepatu sneakers putih tampak tersenyum dengan mengangkat plastik putih di tangannya.


"Gue bawain sarapan yuhu,"


Ucap Carla antusias dan segera masuk saat Fietta menyingkir memberikan jalan.


"Gue tau lo belum sarapan, jadi gue bawa bubur ayam," ucapnya mengeluarkan semua isi yang ada di plastik sedangkan Fietta pergi ke dapur untuk mengambil mangkuk dan sendok.

__ADS_1


Keduanya makan dengan tenang, Carla dengan sesekali melirik ponselnya dan itu terlihat oleh Fietta.


"Kamu nunggu kabar seseorang?" Akhirnya Fietta menanyakan itu setelah diam saja memperhatikan Carla.


"Eh, kelihatan jelas ya?" Ucap Carla malu.


Baru kali ini Fietta melihat Carla malu seperti itu bahkan wajahnya memerah dan Fietta tidak bisa menahan tawa.


"Kok ketawa sih ta," Fietta menghentikan tawanya melihat Carla yang bertingkah kesal di buat-buat.


"Habisnya kamu kaya lagi nunggu pesan dari pacar aja,"


Kini akspresi Carla kembali ceria dan secara spontan menggenggam tangan Fietta di atas meja.


"Lo harus tau ta, gue lagi deket sama cowok dan dia itu ganteng banget sumpah," girangnya *******-***** tangan Fietta.


Fietta kebingungan sendiri tidak bisa mengikuti keantusiasan Carla dan hanya bisa tersenyum menanggapi.


"Kamu baru kenal apa udah lama?"


"hm, awal kenal sebulan yang lalu terus tukeran nomor telepon dan baru seminggu ini kita chattingan,"


"Selamat kalo gitu, aku doain dia jodoh kamu,"


Melihat senyum tulus Fietta Carla terharu, biasanya teman-teman kampusnya hanya mendekati saat ada butuhnya atau ingin juga di kenal banyak orang seperti dirinya, tidak ada yang benar-benar tulus ingin berteman dengannya tetapi melihat Fietta Carla untuk pertama kalinya ingin bersahabat baik dengan seseorang.


"Kita berangkat bareng, mending lo siap-siap dari sekarang biar gue yang nyuci," ucap Carla dan mengambil mangkuk Fietta serta ke dapur.


Fietta ingin menolak namun melihat mata Carla yang melarang penolakan akhirnya Fietta pergi ke kamar untuk bersiap kuliah.


Saat di dalam mobil Carla menyetel musik untuk menyegarkan suasana, Fietta bahkan tidak menyangka selera musik mereka sama.


"Kamu suka lagu off my face juga?" Tanya Fietta.

__ADS_1


"Hampir semua lagu JB gue suka, lo juga?"


Fietta mengangguk dan keduanya tertawa bersama, Fietta berharap hidupnya untuk ke depan lebih baik, hanya itu.


__ADS_2