
Keesokannya Fietta bangun dan mengerjabkan mata untuk menyesuaikan cahaya yang masuk.
Di lihat jam di nakas sudah menunjukkan pukul 7 pagi. Fietta masuk kamar mandi untuk menyikat gigi kemudian menuju ruang makan di lantai bawah tanpa mengganti piyamanya.
"Pagi bi," Sapa Fietta dan duduk dengan malas di meja makan.
Bi Ani yang sedang mencuci piring menoleh dan ikut membalas sapaan Fietta.
"Ini ada titipan," Ucap bi Ani menyodorkan sebuah kotak makan di depan Fietta.
Fietta kebingungan melihat kotak itu dan menaikkan alisnya.
"Dari siapa?" Tanya Fietta mencoba membuka kotak itu dan menemukan nasi goreng di dalamnya.
"Dari pacar kesayangan," Goda bi Ani dengan senyum lebar.
Fietta yang mendengar itu tidak bisa menyembunyikan salah tingkahnya.
Bi Ani menggeleng-gelengkan kepala karena melohat nonanya yang polos menjadi malu begitu.
Akhirnya Fietta mencicipi nasi goreng itu dan rasanya enak.
"Gimana? enak?" Tanya bi Ani penasaran dan Fietta mengangguk saja karena mulutnya penuh.
Setelah menyelesaikan makannya Fietta kembali ke kamar dan mengambil ponsel untuk mengucapkan terima kasih pada Arbian.
"Terima kasih bi sarapannya," Ketik Fietta kemudian meletakkan ponselnya di meja nakas dan pergi mandi.
Fietta keluar dari kamar mandi dengan sudah berpakaian lengkap dan mengambil ponsel kemudian melihat pesan dari Arbian 10 menit yang lalu.
Arbian: "Kamu suka?"
Fietta: "Hm lumayan"
Fietta terkikik setelah mengirim pesan itu dan segera diam setelah Arbian membalas dengan cepat.
Arbian: "Oke:)"
Fietta: "Duh jadi ngambek kesayangan aku"
Fietta melebarkan senyum dan menunggu balasan dari Arbian, tetapi pria itu hanya melihatnya saja tanpa membalas.
Fietta bingung seketika dan kembali mengetik.
Fietta:"Bi? kamu sibuk?"
Fietta menunggu beberapa detik dan terkejut saat Arbian mengajak video call. Setelah ragu-ragu sebentar akhirnya Fietta menerima.
Saat terhubung hal pertama yang di lihat Fietta adalah postur samping Arbian yang tangannya sedang bekerja di laptop, ia melihat suasana di layar yang sepertinya berada di ruangan kantor pria itu.
Arbian melirik saat melihat video call itu terhubung kemudian tersenyum.
"Aku jadi pengen ketemu kamu," Ucap Arbian mendekatkan wajahnya di layar ponsel.
__ADS_1
Fietta segera menjauhkan wajahnya padahal mereka terhalang oleh layar ponsel dan juga jarak.
Melihat reaksi itu Arbian tertawa pelan dan akhirnya menutup laptop untuk fokus pada pacarnya.
"Bi kamu gak sibuk?" Tanya Fietta saat melihat Arbian menutup laptopnya.
"Sibuk," Ucap Arbian jujur dengan senyum.
Fietta tidak pernah tidak terpesona pada senyum Arbian, pria itu jika tersenyum akan terlihat lesung pipinya dan menambah ketampanannya.
"Oh iya, Bella ngajak aku pergi hari ini," Ucap Fietta dan Arbian menaikkan alis.
"Bellanya Randi?"
Fietta mengangguk, "Emang ada berapa Bella yang aku kenal?"
Arbian terkekeh dan sangat mengetahui jika Fietta sangat tertutup dengan orang luar.
"Jam berapa?"
"Hm, mungkin sore,"
Arbian menganggukkan kepala saja dan keduanya tampak diam.
"Oke, aku lanjut kerja dulu," Ucap Arbian dan setelah Fietta mengangguk Arbian mematikan sambungan, ia mulai mengambil dokumen di meja dan memeriksanya dengan teliti apalagi besok sampai seterusnya Randi tidak kembali lagi ke kantor.
*
"Aku aja bi," Ucap Fietta di belakang bi Ani membuat wanita yang sudah tidak muda lagi itu mengelus dada karena terkejut.
"Ya ampun non, jangan ngagetin bibi atuh,"
Fietta terkekeh dan mengambil alih selang air dari tangan bi Ani.
"Ya sudah bibi mau lanjutin cucian dulu," Ucap bi Ani karena sang nona sudah mengambil alih pekerjaannya.
Fietta dengan santai menyiram bunga-bunga itu bahkan sesekali menyelandungkan lagu
Drtt..drtttt...
Getaran di saku celananya membuat Fietta berhenti menyiram dan mengambil ponselnya, melihat nama Bella Fietta segera mematikan air dan langsung mengangkat.
"Hai fi, gimana? jadi kan?" Tanya Bella langsung.
"Iya,"
"Kirim alamat kamu,"
Setelah sambungan terputus Fietta mengirim alamat rumahnya dan masuk ke dalam rumah untuk berganti baju.
Fietta telah rapih dengan kemeja biru dan celana jeans, rambutnya ia ikat kelabang dan memakai sepatu putih. Ia melihat penampilannya di kaca kemudian keluar dari kamar.
bi Ani yang sedang duduk setelah menyuci menatap Fietta yang sudah rapih.
__ADS_1
"Non Fietta mau pergi?" Tanya bi Ani.
"Iya bi, aku pamit ya bi," Pamit Fietta dan keluar dari rumah.
"Hati-hati," Ucap bi Ani dengan sedikit keras karena Fietta sudah berada di pintu.
Fietta melihat mobil yang terparkir di rumahnya dan kemudian muncul wanita cantik yang tersenyum sembari melambai padanya.
"Ayok masuk fi," Ucap Bella dengan senyum lebar.
Setelah Fietta naik Bella mulai mengemudikan mobilnya sendiri.
"Akhirnya setelah sekian lama, bisa keluar bebas," Gumam Bella dan itu menjadi perhatian Fietta.
"Kamu udah lama gak keluar?" Tanya Fietta karena berpikir Bella berdiam di rumah saja.
Bella menoleh dan tersenyum dengan kepala menggeleng.
"Sekian lama pacaran dengan Randi, aku tuh gak bisa lagi bebas nyetir mobil sendiri dan pasti kemana-mana di ikutin cowok itu,"
Fietta akhirnya mengerti dan menganggukkan kepala, Bella menoleh ke arah Fietta yang tampak santai.
"Arbian gimana?" Tanya Bella kemudian.
"Hah? gimana apanya?" Tanya Fietta kurang paham.
"Dia posesif gak? larang kamu gini gitu misalnya," Jelas Bella dengan mata yang masih fokus pada jalanan.
Fietta tidak langsung menjawab, selama ini Arbian tampak normal karena sebenarnya Fietta selalu mengabari pria itu jika akan pergi.
"Sejauh ini engga, dia cuma nanya aku pergi sama siapa dan kemana," Jawab Fietta tanpa menceritakan bagaimana marahnya Arbian saat Fietta bertemu dengan seseorang yang tidak di kenal.
"Yah sifat mereka memang beda," Ucap Bella menganggukkan kepala.
Saat mereka sampai di parkiran mall keduanya turun dan berjalan beriringan masuk ke dalam.
Karena Bella merupakan tipikal orang yang senang bersosialisasi membuat ia bisa langsung akrab dengan Fietta, keduanya banyak memasuki toko namun tidak ada yang di beli kemudian tertawa bersama karena merasa konyol memasuki semua toko itu.
Setelah puas berkeliling dan mencuci mata mereka memilih duduk di kursi yang memang di sediakan di sana.
"Aku dulu pernah begini bareng temen, emang tujuannya buat cuci mata kalau keliling mall,"
Fietta memandang Bella yang tersenyum bahagia menceritakan teman-temannya, tetapi Fietta tetap akan bersyukur bertemu dengan Carla dan hanya mempunyai satu teman.
"Jadi mulai sekarang kita akan jadi teman," Ucap Bella dan mengulurkan tangan pada Fietta yang nampak terpaku.
Fietta masih memandang tangan itu sampai akhirnya ia ikut mengulurkam tangan dan keduanya berjabatan tangan.
"Oke, kalau gitu kita cari baju untuk kamu," Ucap Bella kemudian bangkit.
"Kok buat aku?" Tanya Fietta.
"Iya, buat acara malamnya, aku bakal cocokin baju kamu dengan Arbian," Ucap Bella dan mengedipkan sebelah matanya bermaksud menggoda Fietta dan kembali berjalan membuat Fietta akhirnya mengikuti.
__ADS_1