
suara bising dari kejauhan terdengar menuju arah toilet, mereka yang sedang di mabuk oleh hasrat masing masing kini tersadar. devin dengan cepat menjauhi tubuhnya dari marry. marry yang tengah di atas puncaknya dengan wajah yang lesu, dan sulit di artikan kini pun tersadar dari mabuknya.~
~ ~ ~
dengan diam seribu bahasa, devin dan marry kini berjalan kembali menuju teman temannya berada.
~ ~ ~
"lama sekali, lo dari mana aja marr ?"ucapnya pada marry.
"maaf, gue habis dari toilet. sepertinya gue mabuk dan memuntahkan itu semua" menunjukan minumannya.
"dan lo.. dengan jeda tak lama. juga dari toilet vin ?" kini holly menanyakan devin
"ya, gue dari toilet tak sengaja berpapasan dengan marry. makanya bisa bareng kesininya"
"lo gak apa apa kan marr, mau pulang aja gak ?" tanya eyza yang berpura pura seolah tak mengetahui apapun.
"boleh, gue rasa kepala gue juga udah berat banget."
" ya udah, ayo kita pulang." ajak eyza
" gue disini aja, sama mereka. lo duluan aja sama marry" kata holly menyambung
"gue ikut aja deh za, lo masih mau disini atau ikut kita vid?" tanya putra.
"ya ikutlah, mau pulang sama siapa gue ntar. lo gak apa nih ly sama mereka ?" tanya nya agak khawatir pada holly.
"ya, tenang ajadeh. mereka bukan orang jahat" jawab holly.
"lo yakin holl, gak mau pulang bareng?" kini marry yang bertanya.
__ADS_1
"ngak sayaang, gue masih betah disini. sana gih pulang, hati hati yaa" sambil meminum minum nya
~ ~ ~
eyza yang mengemudi sesekali melirik marry yang memandangi keluar kaca mobil.
"apa yang telah kulakukan, bagaimana bisa ini semua terjadi? apa aku rela memberikan keperawanan ku sama cowok yang baru dikenal? aku pasti takan rela.seandainya.......pasti....." bisiknya dalam hati.
tanpa bertanya apa apa, eyza pun melajukan mobilnya dengan cepat.~
~ ~ ~
"mar, kita udah sampai." marry yang melamun sedari perjalanan pulang kini tersadar. "ya kak, makasih ya" membuka pintu mobil dan berjalan menuju pintu rumahnya. dan disusul oleh eyza.
"marr tunggu"
"kenapa kak?"
"maafin gue yang udah bawa lo kesitu, sehingga membuat lo jadi begini" sebenarnya eyza bukan minta maaf karna marry mabuk, tapi karna apa yang terjadi pada marry di lorong menuju toilet itu.
"gak apa apa kok kak, gue emang gak jago minum" eyza memberikan jeda sebelum menjawabnya. "masuklah, gue pulang dulu." cup, ciuman mendarat di keningnya.
marry hanya terdiam, eyza pun mengendarai mobilnya. mengantarkan teman temannya pulang.
"maaf, seandainya gue gak ajak lo kesitu.mungkin ini tak akan terjadi, bagaimana bisa lelaki yang baru lo kenal melakukan semua itu ? gue aja yang udah bertahun tahun dekat lo, jangan kan melakukan itu semua, mencium lo aja gak pernah. dan ini yang pertama kalinya gue cium lo, ciuman sayang." bisiknya dalam hati~
~ ~ ~
"holly lo bisa berikan gue nomor marry?"
"mana hp lo, sini gue masukin" mengambil hp devin dan memasukkan nomor marry .
__ADS_1
"sebenarnya devin menyukai temen lo itu mar, hahaha" tawa haris yang menggoda, holly hanya terdiam mendengarkan itu.~
mereka pun kini bercerita bertiga, sambil menikmati minuman memabukan di meja itu.
"terus ris, lo balik subuh gini gak di cariin istri lo? " tanya holly dengan maksud terselubung dibaliknya
"belum lah, pacar aja gue gak punya. gimana mau punya istri. sebenarnya gue baru putus dari cewek gue." jelasnya pada holly.
haris pun saling menukar kan nomor telpon dengan holly, tak lama kemudian....
"ayo pulang, gue antarin. gue bawa mobil" ajak haris.
" tenang, gue bawa motor kok. jadi gak akan ganggu kalian" kata devin tegas melihat holly yang hanya menatapnya.
~ ~ ~
sesampai nya didepan rumah holly, haris membukakan pintu untuknya. ketika itu haris menelan ludah dengan berat, melihat belahan dada holly yang besar dan membuatnya berpikiran tak menentu. *tanpa sadar ia mencium holly, tentu saja ciuman itu disambut hangat dengan holly. memasukan tangannya ke belahan dada itu, mengelus dan *** dengan lembut, haris kini menciumi lehernya. membuat holly menggeligat seperti ulat. mengeluarkan napas yang terengah engah. ntah apa yang ia rasakan, sepertinya itu membuatnya asik*.~
*kring kring, kring kring.* itu suara hp haris, dilihatnya siapa yang menelpon.
"huh dasar, katanya gak akan ganggu." gerutunya kesal dan membuat mereka berhenti melakukan..semua itu.
"ya, kenapa?!"
"baiklah,kirimi saja alamatnya" kata haris
"ada apa?" tanya holly penasaran.
"devin minta jemput, ban motornya pecah dan tak ada bengkel di jam segini. maaf gue harus jemput dia dulu."
"oh gitu, sebenarnya gue mau ajak lo melanjutkan dirumah gue. karna orangtua gue lagi kerja diluar kota. jadi cuma gue sendiri dirumah.dengan jeda tak lama. hati hati ya mengemudi mobilnya.dadah" meninggalkan haris dan memasuki rumah~
__ADS_1