
devin yang melihat marry menatap tubuhnya di bagian bawah tanpa berkedip, seketika pun melirik tubunya. dengan cepat ia menyandarkan marry ke dinding seperti semula.
"lo harus tanggung jawab nih, bangun." *bisiknya pelan di telingga marry.
marry hanya bengong tak merespon perkataan devin. devin pun menciumnya dengan kelembutan. marry tak menolak ciuman itu. ia justru menikmatinya, devin terus menciumnya dan menggigit manja bibirnya, yang tadi nya bersandar di dinding. kini beralih berjalan sambil berciuman menuju ranjang devin, menjatuhkan marry dengan perlahan. tentu saja dengan keadaan masih menciumnya. mencumbu marry dengan manja. bernafas di kupingnya dengan pelan. mencium lehernya, marry yang fikirannya melayang membayangkan hal hal yang tak karuan. mengeluarkan nafas nafas manja nya dengan bergairah. itu membuat devin menjadi begitu bersemangat. ia membuka baju marry, mencium dan mencumbu tubuhnya. seluruh tubuhnya bagian atas, yang terlindungi oleh kaca matanya. nafas manja yang tadi pelan. kini menjadi agak lebih terdengar. devin telah hilang akan akalnya. dia tak ingin menyia nyiakan kesempatan emas itu. seperti kucing yang di beri ikan. dengan cepat ia membuka celana marry*.
"jangan, sakit." kata marry dengan nafas terengah engah.
"aku akan lebih lembut, jangan khawatir sayang" kata devin merayu.
marry yang telah bergairah dengan tinggi tingginya. akan perbuatan yang di lakukan devin. lagi lagi termakan oleh rayuannya. yang sebelumnya ia lakukan karna efek dari alkohol dengan setengah sadar. kini marry melakukan nya dengan hasratnya sendiri, dengan keadaan sadar sepenuhnya.
"ahw!! pe..hah.. lan.. hah..pe..ah..lan.. hah.. sa..hah.. uhh..ya..hah...yang.. haaahh" katanya dengan suara parau terengah engah dan manja
"haah.. yhaa.. ahhah.." jawab devin dengan nafas sepengenggal penggal
~ ~ ~ ~
"ternyata ada perbedaan, antara sadar sepenuhnya, dengan setengah sadar." bisik marry dalam hati.
marry yang terbangun, memandang devin dengan seksama. menyentuh wajah devin yang mulus, memainkan bulu matanya.
"vin, bangun. anterin gue pulang yuk." kejut marry. sambil beralih memainkan kumisnya.
devin yang seperti kelelahan, tak membuka matanya. hanya menjawabnya saja.
"jam berapa ini?" dengan mata yang masih tertutup.
"jam 9 malam, yuk anterin. mumpung gak hujan." pinta marry
"gak mau nginep sini aja sayang?" membuka sebelah matanya.
"iiih..ayolah anter gue." pintanya kesal.
"ya baiklah, tuan putriku." jawab devin
__ADS_1
"gue sayang sama lo" sambungnya dan mencium kening marry
~ ~ ~ ~
dirumah marry.
"hati hati ya sayang,dadah" kata marry
"lo gak suruh gue mampir?" tanya devin.
"dih, nanti nanti aja deh. gue belum ceritain tentang lo. ntar kalau gue udah ceritain. baru gue kenalin lo deh." jelas marry panjag lebar.
"oke, salam buat keluarga lo. dan kakak lo" kata devin agak di tekan
"kenapa dia?" tanya marry melihat devin yang telah melajukan motornya.
~ ~ ~ ~
"dia kok bisa sih, sehebat itu. lembut dan... aaah gak bisa di bayangin deh." katanya sambil tersenyum senyum sendiri.
kring kring
lamunannya pun terpecahkan.
"ya, oh syukurlah. daah. night." jawabnya dan menutup telpon.
ternyata yang menelpon nya eyza, kini marry pun menyambung lamunan nya yang tadi terhenti. sambil menutup mata, ia masih membayangkan kejadian tadi. tak lama kemudian. ia pun tertidur dan memimpi kan hal hal yang ia bayangkan.
"besar sekali, gue lebih merasakan nya dengan keadaan sadar." gumamnya bermimpi.
~ ~ ~
di kampus.
marry yang berjalan seperti gadis yang tak semangat akan hidupnya, berjalan dengan sangat perlahan.
__ADS_1
"woi ! kejut holly dari belakang menepuk pundak nya. ngapa lo? kebanyakan?"
"mulai lagi deh, eh terus lo kemana semalam?" tanya marry mengalihkan topik.
"hm gue ya? ada deh." jawab holly usil.
"cih, dasar lo." jawab marry
~ ~ ~ ~
"marr, lo udah kasih tau ka ey belum, lo sama devin udah jadian. biar dia gak terlalu berharap sama lo lagi." saran holly
"belum, nantik deh. gue juga gak ada ketemu
dia." jawabnya santai
"ih, lo nih. dia nanya in lo tau marr."
"yaya, nantik gue kasi tau. jangan berisik deh. ntar dosen tuh negur loh?"
"hmm. okelah"
~ ~ ~ ~
marry melihat ponselnya, berbaring di ranjangnya.
"huh, kemanasih dia tuh. kok gakda kabarnya sih." gumam marry.
"oh iya, gue lupa kak eyza." sambungnya
tak lama dia pun menelpon kak eyza, mengajaknya bertemu. eyza dengan cepat mengiyakan ajakannya.
tak lama kemudian, eyza datang menjemputnya.
"mom, dad. marry pergi bentar ya." pamitnya pada mommy dan daddynya yang berada di ruang keluarga.
__ADS_1
~ ~ ~ ~