wrong love

wrong love
pengakuan dengan tiba tiba.


__ADS_3

sesampainya di cafe, marry pun meminta maaf dan menceritakan bahwa ia telah berpacaran dengan devin.


"gak masalah kok marr, lo ngapain minta maaf sih. gue turut berbahagia ya buat lo. kalau ada apa apa, lo bisa cerita ke gue marr. gue siap jadi tempat curhat lo." kata eyza menyemangati.


"makasih ya kak, lo emang sahabat yang baik." jawab marry.


padahal, di dalam hati eyza. ia sangat terpukul. tapi ia berusaha tegar.


"mungkin cinta tak harus memiliki,asal dia bahagia. gue juga bahagia" katanya dalam hati.


~ ~ ~ ~


di sisi lain.


devin tengah sibuk dengan pekerjaannya. cafe begitu ramai. hingga ia pun tak sempat sekedar memainkan ponselnya.


"hah, akhirnya pulang juga." kata devin sambil menghidupkan motornya.


sesampainya di apertemen, ia membuka ponsel. begitu banyak pesan dari marry.


dengan cepat ia menghubunginya.


marry yang telah berada dirumahnya pun kini mengobrol asik dengan devin melalui telpon.


~ ~ ~ ~


pagi harinya,


"sayang, akhir akhir ini. kok kelihatan seperti kelelahan?" tanya mommynya


deg! marry seketika syok.


"hah, gak lah mom. marry hanya..hanya kecapekan banyak tugas kampus" jawabnya canggung.


"hm, kalau ada apa apa. cerita aja ya sayang."


"ya mom." melanjutkan sarapannya.


~ ~ ~ ~


hari hari pun berlalu.


marry dan holly sering kencan bersamaan.seperti double date. berakhir dengan devin mengantarkan marry dan haris mengantarkan holly. terkadang mereka mengunjungi cafe devin. dan marry menjadi sering berkunjung ke apertemen devin.


~ ~ ~


di cafe.


"sayang, makannya yang benar dong" kata devin. mengelapkan sisa makanan di bibir marry dengan jarinya

__ADS_1


"cie, perhatian banget deh lo" sambut holly.


"nih gue suapin lo, biar perhatian juga." kata haris


marry hanya tersenyum lihat tingkah mereka.


~ ~ ~


"hati hati ya pulangnya, duluan." kata marry


"yaa, lo juga" jawab holly.


holly yang memandang marry dari kejauhan, dibalik kaca mobil haris. Tiba tiba dikejutkan suara haris.


"kenapa my lyly?" tanya haris


"haa? gapapa" jawab holly.


~ ~ ~ ~


di apertemen.


"sayang, kapan mau kenalin gue ke ortu lo?" tanya devin sambil memeluk marry.


marry yang tengah memakai pakaiannya. melepaskan tangan devin dari tubuhnya.


"dev, gue usahain secepat mungkin oke."


"jangan ngambek deh. oh ya dev, kita gak memakai pengaman, gue takut." kata marry menundukan kepalanya.


"tenang aja, gausah takut. gue ada disini." kata devin meyakin kan.


~ ~ ~


seminggu pun berlalu,


eyza, yang bersenda gurau dengan marry di gerbang kampus, sambil merangkul leher marry dengan sebelah tangannya. tiba tiba di pukuli oleh seseorang.


bruk! tonjokan di wajah eyza.


"vin!! apa apaan sih lo!" teriak marry


"ka, maaf, ada yang sakit gak?" sambung marry bertanya pada eyza.


keributan pun terjadi, mereka kini dikelilingi oleh banyak orang. melihat devin yang memukuli eyza.


"udah, sini lo ikut gue." bentak marry dan menyeret tangan devin.


~ ~ ~

__ADS_1


"ada apa sih lo?" tanya nya kesal.


"ha?! gue? lo tu yang seharusnya tanya diri lo sendiri. lo udah punya pacar loh. ngapain lo mesra mesraan sama cowok lain, untung aja gue kesini. niat jemput lo, alhasil gue ngeliat kan kedok lo. pantes aja, lo gak mau kenalin gue ke ortu lo" kata devin panjang lebar.


"hah menghelakan nafasnya. lo taukan? gue sama dia gak ada apa apa. dan untuk kenalin lo ke ortu gue. gue udah bilang kok. ntar ada waktu baru gue ajak lo." jelas marry.


marry berbohong pada devin, tentang nya yang telah ia ceritakan ke keluarganya. padahal ia belum menceritakan sedikitpun dengan keluarganya. ia sengaja berbohong agar amarah devin reda.


~


devin yang tak mengerti mengapa dia tiba tiba memukul eyza, yang ia tau. ia hanya tak suka melihat eyza memperlakukan marry seperti itu.


"ada apasih dengan gue" bisiknya dalam hati.


~ ~ ~ ~


devin membawa marry ke apertemennya. ia meminta maaf atas perlakuannya. marry yang kesal dengan devin, kini pun di redakan amarahnya dengan kelembutan devin di ranjangnya. marry yang seperti ketagihan tentu saja melakukannya dengan suka rela sekarang. setelah melakukan itu, devin mengantarkan nya pulang.


sesampainya di rumah marry.


marry yang ingin menunggu waktu yang pas, tiba tiba mengajak devin masuk kerumahnya. ia melihat ada mobil robby. karna keluarga telah kumpul semua. ia beranikan diri menemui mereka. ia takut kalau menunggu lagi akan ada kejadian lainnya.


~ ~ ~


"mom, dad. kak. ini pacar gue. devin." jelas marry pada keluarganya yang berada di ruang tamu sedang berbincang.


mereka semua terpana melihat devin.


robby berfikir dengan panjang,


"seperti pernah lihat. tapi dimana ya?" katanya dalam hati.


"oh, iya. duduk lah sini nak." ajak mommynya


"bagaimana kau bisa kenal dengan marry?" tanya daddynya.


"ini kakak marry, robby. kami hanya memiliki dua anak. perlakukan marry dengan baik nak." sambut mommynya.


devin pun menceritakan bagaimana ia kenal dengan marry, dan ia meminta restu pada keluarganya. mereka pun hanya tersenyum dan berkata. jika itu buat marry bahagia. kami tidak masalah. setelah itu devin pun pamit untuk pulang.


~ ~ ~


marry menelpon kakak seniornya. meminta maaf atas kejadian tadi.


"haha, gak masalah kok marr. lupain aja, gak seberapa sakit" kata nya di telpon


"makasih ya kak, yaudah tidur gih. good night. maaf" jawab marry.


di sisi lain~

__ADS_1


"cih, nelpon siapa sih lo. eh, kenapa gue harus bermain dengan perasaan? sadar vin. tujuan awal lo" kata devin meyakin kan dirinya.


"robby, robby. kita tunggu tanggal mainnya" sambungnya dengan tersenyum menyeringai


__ADS_2