
devin yang sedang meracik minuman tersenyum senyum sendiri.~
"hey! kagetnya pada devin, ngapain lo bro senyam senyum sendirian. kesambet lo?"
"apasih ris, lo ganggu aja. gue lagi konsen meracik minuman ini.lo taukan penyedap rasa nya adalah dari hati pembuatnya"
"cih, gak mau ngaku lo."
devin sebenarnya memikirkan kejadian malam itu, yang membuatnya tersenyum senyum sendiri.
" ternyata dia tidak pandai berciuman, gue rasa ini yang pertama baginya. baguslah gue jadi yang pertama. itu akan memberikan kesan yang dalam padanya." bisiknya pelan, kini ia tersenyum lagi, tapi dengan senyum yang memiliki maksud jahat.
~ ~ ~
marry yang larut dengan lamunan nya sedari awal kelas hingga berakhir, membuat holly terheran heran. sebenarnya marry memikirkan holly, ia takut holly tau apa yang terjadi pada malam itu membuat holly marah padanya. ia tau holly menyukainya. tapi disisi lain marry merasakan getaran dihatinya. yaa.. karna itu ciuman pertama baginya.marry yang cantik tidak pernah dekat lelaki manapun apalagi berciuman.kecuali ka eyza, tapi itu dekat yang berbeda. dekat karna teman atau seperti sahabat~
"beb? lo ada masalah?"
jleb! hati marry seperti tertusuk. seakan holly tau apa yang ia rasakan. dan itu membuat marry gelisah. "gak kok hol, gue cuma kurang enak badan ajasih."
"yaudah lo pulang aja, biar gue anter".
"ngak usah beb, udah mendingan kok tadi juga kan udah minum obat sebelum kesini." "wow! gue selancar itu berbohong pada holly, oh my god.maafin gue holl," bisiknya dalam hati.
"serius nih ? lo yakin kan, gue gak mau ya kalo lo tiba tiba gak sadar kan diri"
__ADS_1
"iya iya ngak, yuk ah cabut. mau kemana kita?"
"ayo ke caffe itu, lo tau kan maksudnya gue ?"
"ngapain sih kesitu terus, gak mau ah bosan."
"ayolah beb temenin gue, masa lo tegasih biarin gue sendirian disitu"
"ya, kemarin juga lo kan sendirian?"
"tapikan itu beda, karna lo ada urusan sama ka ey. dan gue juga suruh lo nyusulkan secepatnya ?"
"okey okey, lo menang deh. ayo kesana~"
~ ~ ~
"beb, lo kenapa lagi sih?"
"ah, apa hol ? gue.. gue gapapa kok~"
~ ~ ~
"yang gue tunggu tunggu akhirnya datang juga," bisiknya dalam hati dan dilihat sekelilingnya. tidak terlalu ramai jadi iapun pergi menghampiri gadis itu~
"'hey, lo gapapa? gak sakit kan, karna malam itu?" tanyanya pada gadis itu. "gak kok." jawabnya cepat
__ADS_1
"loh, kok lo bisa nanya gitu vin?" potong holly bertanya heran.
"yaa, jadi tu ceritanya teman lo gue antarin pulang karna supirnya gak bisa datang, salah siapa coba?" sindirnya tegas
"hehe, gue ada tugas makanya gue buru buru. so, makasih ya, udah antarin marry. tapi kok lo bisa tanya sakit?" tanyanya penasaran.
"ya kita kehujanan.dan tak sempat berteduh karna sudah hampir sampai, jadi kita lanjutin aja perjalanannya" *jawab marry dengan cepat.
"maaf holly aku berbohong lagi, jika kau tau hal yang sebenarnya bahwa aku dan dia berciuman, aku rasa kau akan memarahi ku habis habisan.aku juga tak mengerti apa yang telah terjadi padaku, ku fikir aku akan memberikan ciuman pertamaku pada lelaki yang aku cintai*~" bisikny dalam hati
devin hanya diam dan tersenyum mendengar jawaban marry.
"seharusnya kalian berteduh meski hampir dekat, lo bisa aja sakit mar. gue kan gakmau kalo lo sakit. ntar gue main sama siapa dong?"
"iya iya lain kali gue berteduh kalo hujan."
dalam hatinya ia berkata takan ada lain kalinya bagi gue dan diliriknya devin, dan ia masih tersenyum dengan maksud nakal~
~ ~ ~
diperjalanan pulang holly berkata pada marry dengan tegas "mar, lo taukan kalo gue cuma penasaran sama devin. jadi lo gak harus ada yang di tutupi. emangsih awalnya gue suka, tapi gue gak sesuka itu. jadi kalo ada apa apa lo cerita aja."
didalam hatinya ia berkata "sebenarnya gue emang sesuka itu, hanya saja gue sengaja ngomong gini. agar lo terus terang sama gue."
"iyaa hol, gue gak ada yang ditutupi kok." "maaf holl, gue hanya takut kalo lo tau yang sebenarnyaa." bisiknya dalam hati~
__ADS_1
~ ~ ~