
di rumah eyza.
eyza yang tidak bisa tidur dari malam hingga pagi, kini menuju dapurnya. bi inem yang tengah membuat sarapan, bertanya tanya pada diri sendiri. melihat eyza yang berada di dapur, seketika ia pun beranikan diri tuk bertanya pada tuan muda.
"tuan muda, pagi sekali bangunnya, susah tidur?" melihat mata eyza yang seperti panda
"ya bi, aku susah tidur terus kebangun dan lapar, apa yang bibi masak?" tanya nya mengalihkan pembicaraan.
"oh ini, bibi menggoreng telor untuk di isi di roti dengan sayuran. ada yang tuan muda inginkan?" tanya bibi.
"hm.. ya, aku lapar sekali, tolong buatkan nasi goreng dong bi. tapi, aku juga mau roti yang bibi buat. hehe" katanya sambil tertawa kecil
"baiklah, bibi menyiapkan ini dulu" jawab bibi.
~ ~ ~ ~
bi inem yang sudah selesai memasak seluruhnya, kini membuatkan tiga gelas susu hangat. papa dan mama eyza yang berada di meja makan, melihat eyza dengan pandangan yang aneh.
"za, ada apa dengan wajahmu nak?" tanya mama dengan penuh penasaran.
"ya, kau seperti orang yang kurang tidur, dan kehilangan banyak tenaga" melihat eyza yang makan dengan lahap, dan lingkaran mata yang hitam.
"tidak ada, aku hanya susah tidur. dan terbangun lapar"katanya cuek.
eyza yang tidak tidur karna begadang, tentu saja nafsu makannya meningkat.
~ ~ ~ ~
di sisi lain,
"lo mau di anter jam berapa marr?" tanya holly
"bebas deh" jawabnya
"agak sorean lah ya, mau mampir ke tempat mereka sekalian gak?" ajak holly.
"boleh aja" jawabnya singkat.
jelang beberapa waktu, setelah holly siap merias dirinya. ponsel marry pun berdering.
kring kring..
"yaa, ada apa? masih, tapi gak seperti awal awalnya. oh ya? bebas sih. oke bye" katanya menutup telponnya
holly yang menguping pembicaraannya pun penasaran.
__ADS_1
"kenapa beb?" tanya holly kepo.
"devin, tanyain keadaan gue.terus dia bilang cafe gak buka, si haris capek katanya. jadi mau makan di luar bareng gak? ntar gue jemput. " jelasnya
"bentar, biarkan gue berfikir, pasti..memandang marry dengan tersenyum. nanyain tadi malam kan? haha, gue tau. pasti itu. buktinya lo jawab masih, hahaha. sakit banget ya beb? suruh pelan pelan dong." kata holly dengan menggoda
"ish, menaikan ujung bibirnya sebelah. paan sih, mulai resek deh! lo sendiri tuh gimana? si haris sampe kecapekan." sindirnya ketus.
"hehe, mulai ngambek. malu ya?" jawab holly santai.
~ ~ ~ ~
tak lama kemudian, devin pun datang mengendarai motornya.
tut tutt, tuut. membunyikan klakson motornya, agar marry tau ia telah di depan.
"beb, gue duluan ya" kata marry.
"hm. baiklah, hati hati. gue gak di ajak huh." kata holly ngambek.
"hehe, lo ajak haris aja ya" jawab marry santai sambil meninggalkan holly.
"cih, beruntung banget sih lo. bisa dapatin dia. " kata holly mencibir pelan
holly yang telah siap merias dirinya dengan cantik, tentu saja tak ingin menyia nyiakan make up yang telah ia pakai. dengan cepat ia pun menelpon haris.
~ ~ ~ ~
"dev, kita mau makan dimana?" tanya marry agak berteriak.
"bebas sih, tapi. di dekat apertemen gue ada masakan seafood, lumayan enak dan tak terlalu mahal. gimana kalau kita ke situ?" ajak devin.
"boleh." jawab marry singkat
~ ~ ~ ~
sesampainya di tempat makan yang di sebutkan eyza~
eyza yang memandang marry makan, tiba tiba tersenyum dengan maksud di baliknya.
"apertemen gue gak jauh dari sini, sekitar 200 meter, kalau dari cafe ke apertemen gue sekitar 1km." jelas devin tiba tiba.
"oh gitu" jawab marry singkat sambil melanjutkan makannya.
dalam hati ia berkata. "terus kenapa kalau apertemennya gak jauh? mau ajak gue mampir?"
__ADS_1
~ ~ ~ ~
ketika ingin mengantarkan marry pulang, devin menawarkan lewat jalan menuju apertemennya. ia ingin menunjukan apertemen sewaannya.tiba tiba, turun hujan berserta angin kencang. devin pun melajukan motornya agar sampai ke apertemannya yang sudah hampir dekat.
~ ~ ~ ~
di dalam apertemen,
"nih, memberikan handuk. maaf gue ajak lo kesini. abis hujan dan anginnya sangat kencang, gue takut bakal lama redanya kalau kita tunggu. di tambah lagi dengan pakaian yang basah. bisa aja ntar kita sakit." jelas devin panjang lebar.
"thanks" jawab marry cuek.
"gue tinggal mandi dulu ya, anggap aja rumah sendiri." kata devin dan meninggalkan marry.
marry yang menunggu devin mandi, sambil mengeringkan rambutnya. mengelilingi apertemen devin.
"tak begitu buruk, untuk pria yang tinggal sendiri" katanya pelan.
apertemen devin memiliki, satu kamar tidur. ruang tamu. satu wc dan dapur.
"ini orang tua devin?" tanya marry dalam hati sambil memegang bingkai foto.yang berada di atas meja kamar devin.
"itu ayah dan ibu gue" sambil memeluk marry dari belakang dan menyandarkan dagunya di bahu marry.
marry yang kaget, dengan refleks menjauhkan dirinya dari devin yang memeluknya tak begitu erat.
"lo udah selesai mandi? kok masuk gak ketuk pintu dulu sih!" katanya sinis
"lah, siapa suruh lo disini? gue kan mau ambil baju. dan ini kamar gue, bebas dong gue masuk sesuka hati" jawab devin santai
"cih, yaudah deh. sana ganti baju" melirik handuk yang devin pakai di pinggangnya
"oh my god, tubuhnya sangat menggoda" katanya pelan dan berjalan meninggalkan devin.
"lo mau kemana?" menarik tangan marry
"ya.. ya keluarlah" jawabnya canggung.
"yakin gak mau lihat gue" tanya devin menggoda dengan mendekat pada marry.
marry yang berjalan mundur kini tersandar di dinding.
"apaansih! gak!" katanya ketus dan mendorong devin sekuat tenaga.
marry dengan tiba tiba membesarkan matanya tanpa berkedip.
__ADS_1
"*apa semalam seperti i*tu? sangat besar, gue kurang melihat nya dengan jelas semalam." katanya dalam hati