
hari hari pun berjalan seperti biasanya~
di taman belakang kampus ~
"kak, gue sangat ngefans sama lo. bukan, bukan sekedar fans. gue suka sama lo kak, dan gue berharap lo bisa balas rasa suka gue"
dengan wajah yang agak menunduk gadis itu pun menyodorkan sebuah coklat.
"maaf, gue udah punya orang spesial, yang selalu berada di hati gue. makasih buat rasa lo sama gue, maaf. gue gak bisa balas rasa suka atau jadi pacar lo. lo terlalu baik buat gue. tapi kita masih bisa jadi teman. gue ambil coklat lo ya, sebagai tanda pertemanan kita"
gadis itu hanya menangis mendengarkan jawaban yang di berikan pria itu, dan ia pun berlari meningkalkan nya.
~ ~ ~
"eh, eeh. menepuk nepuk pundah marry. itu bukannya ica? kenapa dia lari terburu buru, kayak habis di kejar setan aja."
"iya, kayak habis nangis gitu deh."
*marry melirik ica dengan tajam yang lari terburu buru dari arah taman belakang.
tak lama kemudian, muncul seorang pria yang berjalan kearahnya*.
"nih, buat lo" menyodorkan coklat yang di tangannya
__ADS_1
"loh, kok lo bisa dari arah yang sama dengan ica kak ?" tanya holly dengan cepat sebelum marry mengucapkan makasih
"oh, gadis itu ? jadi namanya ica ? gue sih gak kenal. biasalah fans gue. seperti biasanya." tegas nya menjelaskan
"oh, dia nyatain perasaan sama lo ? terus, terus. lo terima gak kak?" jiwa gosipnya kini keluar
"dasar yaa rempong, iya nyatain perasaan ke gue terus ngasih coklat. dan gue terima coklatnya tapi gak terima rasa nya tuh" tersenyum pepsodent
"oh, jadi ini coklat cinta lo ? nih gue balikin kak. ntar yang punya marah lagi" menaik kan sudut bibirnya sedikit dengan menyodorkan coklat yang ia ambil tanpa sempat ucapkan terimakasih
"cie lo cemburu ya? gak ih buat lo aja. kan juga udah punya gue"
"sini deh gue aja yang makan, merampas dari tangan marry yang mengantung memegang coklat. liat tuh yang lain aja pada ngebet sama dia. nambah saingan lagi noh lo. dan cuma lo aja yang gak tergoyah kan " sambil memakan coklat yang ia rampas
dalam hatinya marry pun berkata "halah, saingan cinta? saingan cinta apaan. sudah jelas gue lah pemenangnya"
eyza sebenarnya salah satu cowok populer di kampus ini, banyak gadis gadis yang menaruh hati padanya. dan hanya marry lah wanita beruntung yang memenangkan hatinya, tapi tidak sebaliknya ~
~ ~ ~
devin masih dengan mesin coffe racikannya.
menaruhkan gelas, mengisi coffe menambahkan berbagai macam tambahan untuk penyedap rasanya. mencium aroma aromanya, menikmati kesegaran dari setiap aromanya.
__ADS_1
si tukang usil kini datang menghampiri ~
"vin, ntar malam kita karaoke yuk. tenang gue bayar. akhir akhir ini gue gelisah. butuh suasana baru sepertinya buat lepasin stres"
"mm boleh aja, asal gratis gue sih oke"
"dasar lo gratisan aja taunya"
"sa ae lo, nih udah siap" menyodorkan segelas coffe yang ia buat dengan cinta
~ ~ ~
hp yang tadi nya di mode getar, kini pun memunculkan getaran getaran di saku celananya. dengan cepat ia membukanya
"malam ada waktu?"
"ya, gue bebas." balasnya
"mau ikut ke ktv? karaoke keluarga. lo boleh ajak siapa aja kok. kalo lo mau?"
"wah, mau banget dong, gue ajak marry." balasnya
"oke, ketemu jam 8 ya di ktv b ya. ntar gue kabarin kalau udah disana lagi. oh ya, gue juga agak merindukan lo nih"
__ADS_1
"oke ntar kabarin aja, haha lo bisa aja" balasnya dengan muka memerah