
ke esokan harinya,.marry yang telah di izin kan pulang oleh dokter, di bawa mommy pulang ke rumah nya. bukan rumah marry dan devin, tapi rumah orang tua marry. sebenarnya, marry menolak ajakan mommy tapi mommy meyakin kan marry bahwa dengan berada di rumah orang tuanya, akan ada yang merawatnya. marry bertanya pada devin bagaimana pendapat devin, devin yang tak berani membantah perkataan mommy pun menyetujui perkataan mommy.
~ ~ ~ ~
sesampai dirumah mommy, marry berjalan dengan di bantu oleh devin. karna marry masih sedikit kelelahan dan lemas. itu yang membuatnya di bantu oleh devin tuk berjalan menuju kamarnya.
"kau rehat saja sayang. aku akan ke bawah sebentar." kata devin dan meninggalkan marry.
menuruni anak tangga dan menuju ke ruangan keluarga, mommy dan daddy berserta robby telah menunggu nya.
"masih ingat perkataan yang pernah mommy ucapkan?" kata mommy bertanya
"aku mengingatnya, tapi... aku tak bisa menceraiakannya maa.. aku... aku tau aku sangat bersalah, aku mohon maafkan aku ma" jawab devin dan beralih berjongkok di dekat mommy duduk.
"jika kau tak bisa, kami yang akan menyuruhnya menceraikan mu?!!" sambung robby.
"tapi kak..." kata devin dan terputus ucapannya karna di potong oleh robby.
"tidak ada tapi tapian. sebaiknya kau pulang dan memikir kan nya baik baik di rumah. jangan mengganggu marry." kata robby memotong ucapan devin
devin melihat mereka satu persatu, dengan tatapan yang memohon. tapi mereka mengacuhkan nya. jeda tak lama, devin akhirnya meninggalkan mereka. entah kemana ia pergi mereka pun tidak peduli. mommy menayakan pendapat pada robby dan daddy. bagaimana mereka harus membuat marry bercerai. apa yang harus mereka katakan dan lakukan. mereka berbincang dengan waktu yang begitu lama. hingga akhirnya mommy yang beranikan diri tuk berkata pada marry, mommy dan daddy tidak mengizinkan robby yang mengatakannya, karna mereka tau tempramen robby seperti apa. perangai nya seperti apa.
di kamar marry,
mommy duduk memainkan rambut marry.
tak lama kemudian marry membuka matanya, mommy menanyakan, bagaimana keadaan nya.
__ADS_1
"apa masih sakit sayang?" kata mommy
"tidak mom, sudah mendingan" jawab marry.
lama mommy memandang marry, sehingga membuat marry merasa heran dan bertanya tanya.
"mom, ada apa?" tanya marry dan beralih duduk menyandarkan dirinya.
"hah menghela nafas dengan panjang. sayang, mommy..sebanarnya mommy tidak menyukai devin.." jawab mommy sedikit bingung bagaimana awal mulanya harus ia bicarakan.
"kenapa mom? apa karna aku kehilangan bayi? karna aku tinggal sendiri saat sakit? ini bukan salahnya mom" kata marry meyakin kan.
"salah satunya seperti itu, tapi ada hal lain yang tidak kau tahu marr.. mommy berharap agar kau menceraikannya..dia bukan lelaki yang baik" jawab mommy
"ada apa sih mom?! kenapa harus aku menceraikannya. dia tidak seperti yang mommy bayangkan." kata marry membela devin.
mommy memberikan sebuah foto, di foto itu. seorang wanita yang memakai masker dan kaca mata hitam. sedang duduk makan bersama dengan suaminya.
"tidak mom!! aku mencintainya!! begitu juga sebaliknya! dia tidak mungkin berselingkuh!! bisa saja ini hanya rekan bisnis nya dan mereka makan bersama. itu bisa saja terjadii.. jangan membuat hal yang tidak tidak jika mommy dan yang lain tak menyukainya!! " jawab marry dengan nada tinggi.
daddy dan robby yang mendengarkan suara marry dari lantai atas, membuat mereka terburu buru menuju kamarnya.
"kenapa?" tanya daddy melihat marry menangis..
"kalian, kalian semua hik hiks hiks.. menyuruhku tuk menceraikan suami ku, hik hiks.. aku baru saja kehilangan bayi ku.. bagaimana bisa kalian tega menyuruh ku tuk meninggalkan suami ku.. kalian membuat sandiwara seolah devin selingkuh.. hiks hiks.. "jawab marry dengan menangis.
"cih. dasar wanita bodoh!!! kau termakan oleh tipuan muslihatnya selama ini.. kami tidak membohongi mu, benar ia menghianati mu.." kata robby marah
__ADS_1
"tidakk... itu tak mungkin..!! kalian pembohong!!! aku tau ini pasti akal mu kan robb?!! kau kan tidak menyukainya saat pertama kali dengar aku ingin menikahinya!!" bentak marry
"marr, sayang... kami tidak seperti itu, kami hanya ingin kau semakin tidak terluka sayang.. jangan terlalu percaya dengan orang yang kau anggap baik." kata mommy
"ya sayang. terkadang musuh terhebat mu adalah orang terdekat mu..jangan sampai kau menyesal di kemudian hari.. ini demi kebaikan mu, becerailah dengannya.." sambung daddy.
marry melihat mereka dengan marah, sambil menangis marry berjalan menuruni anak tangga. mommy daddy mengejarnya. dan robby pergi ke kamarnya. ia lupa bahwa bukti dan foto foto selama ini yang ia punya di letak kan dimana. ia mencarinya di seluruh kamarnya. tapi tak menjumpainya..
marry berjalan keluar rumah menyetopkan sebuah taksi. sambil berkata.
"jangan mengejarku, jangan mendekati ku. aku perlu menenangkan diri..aku tak menyangka kalian semua tega seperti ini!!! " katanya pada mommy dan daddy yang ada tak jauh di belakangnya.
"bagaimana bisa mereka bicara seperti itu?aku benci kalian semua." kata marry di dalam hatinya.
~ ~ ~ ~ ~
sesampainya dirumah.
marry melihat devin sedang duduk termenung dengan kaleng bir yang berserakan. marry mendekatinya.
"sayang kau kenapa?" tanya marry
"marr.. marry??" jawab devin dengan mata sayu mendongak melihat marry
"apa kau akan meninggalkan ku? maafkan aku marr...aku menyayangi mu.. maafkan aku marr.. bayi kita.. semua ini.. maafkan aku mar.." sambung devin.
"aku tak akan meninggalkan mu. sudah, jangan meminta maaf. ini bukan salahmu" kata marry dan mengelus rambut devin.
__ADS_1
sebenarnya jauh di dalam hati marry. marry merasakan kegelisahan dengan perkataan yang di ucapkan oleh keluarganya.
ke esokan harinya, marry mencoba tuk membuka ponsel devin. tapi selalu saja gagal, karna kode ponselnya telah di ubah devin. marry semakin curiga,