
robby yang baru saja selesai bekerja melihat jam di tangannya, masih menunjukan pukul 15.15, ia pun berencana pergi kerumah marry dengan hati yang gembira. ia ingin memberikan sebuah bukti kuat dan tidak bisa di pungkiri itu akan membuat niatnya tercapai, dan membuat marry menceraikan suaminya yang ia percayai.
"semoga devin belum dirumah, dengan begini gue bisa leluasa memberi tahunya tanpa ada halangan." gumam robby pelan
ia memasuki mobilnya dan menyalakan mobil itu, satu kali. tidak bisa di nyalakan. dua kali masih saja seperti itu. saat ke tiga kali akhirnya mobil itu pun berfungsi. robby pun melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
saat robby ingin memotong mobil yang berada di depannya, sebuah truk muatan besar datang dari arah berlawanan dengan kecepatan tinggi.~
~ ~ ~ ~
di sisi lain
holly dan eyza masih betah berada di rumah marry, bercerita panjang lebar. membantu marry memasak. dan membantu marry mengemas pakaian dan peralatan bayi yang ia beli. eyza melihat marry memandangi bantal bayi dengan tatapan sedih.
"sudah, yang berlalu biar lah berlalu. jangan di tangisi lagi. semangat dong." kata eyza membujuknya.
"makasih kak." jawab marry dengan senyuman kecil
~ ~ ~
di rumah orang tua marry.
kring kring bunyi Suara ponsel.
"bi, tolong angkatin dulu" kata mommy sedang mambaca majalahnya.
saat bibi mengakat telpon itu, bibi membuat kegaduhan dengan berteriak menuju mommy.
"ada apa sih bi, teriak teriak." kata mommy berdiri dari duduknya
"dari rumah sakit nyonya" jawab bibi
mommy dengan hati yang was was menjawab telpon itu. matanya memerah dan tiba tiba mengeluarkan air mata. daddy yang sedang memberi makan wisky masuk kerumah karna mendengar suara bibi yang berteriak. daddy melihat istrinya mengeluarkan air mata. dengan tiba tiba daddy mengambil telpon itu dan menjawabnya.
"ya pak" jawab daddy yang mendengar suara dari balik telpon itu berkata halo, apa anda masih mendengarnya.
seseorang di balik telpon itu memberi tahukan bahwa robby mengalami kecelakaan, dan sedang berada di ruang UGD. orang itu pun memberikan alamat rumah sakit itu.
" tolong jaga rumah sebentar ya bi, kami akan kerumah sakit. tolong beri tahu marry" kata daddy dan memberikan alamat rumah sakit pada bibi.
__ADS_1
~ ~ ~ ~
mommy berjalan dengan cepat menuju ruang UGD. mata mommy yang terlihat membengkak dan merah membuat nya jadi sorotan orang orang yang melihatnya. daddy berjalan menyusul mommy di belakangnya. pak ody yang merupakan supir rumah marry pun ikut berjalan mengikuti mereka.
saat mereka mendekati ruang UGD dua orang polisi sedang berdiri disitu,
"gimana anak saya pak?" tanya mommy.
"anak ibu, apa benar bernama robby wilcox?" jawab salah satu polisi itu
"ya. itu anak lelaki kami." jawab daddy.
polisi pun menceritakan kejadian yang sebenarnya, bahwa robby mengalami kecelakaan parah dan sekarang sedang berada di ruang operasi. polisi sedang menyelidiki apa yang terjadi, polisi itu meminta keterangan pada mereka. mereka menemukan sebuah map coklat dan ponsel robby beserta tas kerja robby. mereka menjadikan itu sebagai bahan bukti untuk penyelidikan, dan akan memberikan nya setelah mendapati penyelidikan itu.
sejam telah berlalu, tetapi dokter belum juga keluar. oprasi itu masih berlanjut.
marry yang mendengar kabar dari bibi, mendatangi rumah sakit itu beserta dengan eyza dan holly yang masih berada di rumahnya.
setiba nya di rumah sakit, marry melihat mommy sedang duduk menutup wajahnya dengan satu tangan. dan daddy sedang berbincang dengan polisi. sedang kan pak ody sedang berdiri menyandar.
"mom, bagaimana kakak?" tanya marry dengan suara pelan
"ntah lah, mereka belum memberi kabar." jawab mommy. melirik ruang operasi itu
marry akhirnya duduk di dekat mommy dan holly di sebelah marry. marry membujuk mommy dan menangkannya dengan mengusap ngusap pundah mommy.
"sudah mom, jangan bersedih. semoga tidak terjadi apa apa pada kakak" kata marry meyakin kan.
"iya te. holly tau robby lelaki yang kuat. dia pasti bisa melewati semua ini" sambung holly menenangkan.
mommy hanya tersenyum. eyza yang sedang berbincang bersama daddy dan polisi itu. sesekali melihat mereka yang duduk berdekatan.
"cobaan apa lagi yang kau dapatkan marr?" bisik eyza dalam hati
setengah jam kemudian dokter pun keluar.
daddy dan polisi buru buru mendekati dokter dengan banyak pertanyaan. mommy melihat dokter dengan tatapan penuh harapan kabar baik. tapi.. dokter memberikan kabar buruk.
"maaf, kami telah melakukan yang terbaik. tetapi, tuhan mungkin lebih menyayanginya." jawab dokter dan membuat mommy berteriak histerys sambil menangis.
__ADS_1
"robbyyyyy....!!!hiks hiks hikss.." kata mommy saat melihat robby di tutupin seluruh kain tubuhnya.
daddy dan yang lain hanya meratapi kesedihan masing masing.
~ ~ ~ ~
devin yang mendapat kabar dari marry bahwa robby telah tiada, memberitahukan pada nenek dan tantenya. nenek sedikit terkejut dan membuatnya hampir pingsan. tetapi untung saja ia masih bisa tersadar dan menghadiri pemakaman robby.
di pemakaman.
"yang sabar ya te," kata eyza yang berdiri di samping mommy.
mommy hanya diam. devin yang berada di samping marry merangkul marry dengan sebelah tangannya. setelah pemakaman selesai. mereka semua kerumah orang tua marry. sesampainya di rumah orang tua marry. marry mengantarkan mommy ke kamarnya dan menyuruh mommy tuk beristirahat. devin dan tante menanyakan apa yang terjadi. daddy pun memberitahu bahwa robby mengelami kecelakaan, saat mungkin ia ingin pergi menuju rumah marry. karna kecelakaan itu terjadi di jalan yang menuju rumah marry. polisi menceritakan bahwa saksi mata mengatakan robby yang melaju dengan cepat, ingin memotong mobil yang berada di depannya. tetapi..tiba tiba dari arah yang berlawanan datang sebuah truk muatan besar dengan kecepatan tinggi dan membuatnya bertabrakan hebat. keadaan mobil robby sangat parah. dan ada juga korban lainnya yang berada di dekatnya, tetapi tidak mengalami hal cedera yang serius. polisi sedang menyelidiki apa yang terjadi.
devin yang mendengar cerita itu, menelan ludah dengan berat. eyza melihat gelagatnya yang seperti mencurigakan. tak lama eyza dan holly pamit pulang. haris yang datang saat pemakaman pun ikut tuk pamit pulang. haris mengantarkan holly pulang dan menjalankan mobilnya lebih dulu. eyza pulang dengan seorang diri. saat eyza ingin memasuki mobil marry keluar. tiba tiba eyza berbalik dan menuju marry kemudian memeluknya.
"yang sabar ya marr, kalau lo gak kuat.gue masih disini menunggu lo." kata eyza.
sebenarnya eyza memiliki maksud dari perkataannya, marry yang tidak peka. hanya tersenyum. devin yang melihatnya menunjukan ekspresi marah. sedangkan daddy dan tante serta nenek masih di dalam rumah mengobrol..
saat malam hari tiba, nenek, tante dan devin beserta marry menginap dirumah orang tua marry. nenek dan tante tidur satu kamar di kamar tamu, sedangkan marry dan devin tidur di kamar marry.
dengan tiba tiba, saat marry keluar dari kamar mandinya. devin menariki tangan marry dan menjatuhkan nya ke ranjang.
"vin, apa yang kau lakukan?" kata marry pelan
devin tidak menjawabnya dan beralih mencumbu marry. marry mendorong devin dengan pelan, sedikit perlawanan terjadi.
"vin, keluarga gue masih berduka. dan lo malah ingin enak enakan." kata marry dengan mendorong devin menjadi sekuat tenaga.
"kenapa? apa kau ingin yang melakukan ini eyza? aku melihatnya. kau membiarkannya memelukmu.kau menikmatinya! "jawab devin dengan wajah marah.
"tidak vin, bukan seperti itu.." jawab marry.
devin tak mendengarkan perkataan marry, malah mencumbunya. piyama yang marry kenakan merupakan piyama dres transparan. dan itu membuat devin lebih leluasa mencumbunya, marry masih menolaknya dengan mendorongnya, tetapi tubuh devin sangat berat. ia memegang pergelangan kecil tangan marry yang mendorongnya, dengan satu tangannya lagi membuka celana dalam marry. saat celana dalam itu terlepas dan celananya sudah tidak ia kenakan. ia pun memegang kedua tangan marry. dan melakukan nya dengan sedikit kasar...
"vin.. ahh. hha.. saki..*.. hah..sudah vin." kata marry dengan suara parau*.
devin tak mendengarkannya dan masih melanjutkan hal yang ia lakukan.
__ADS_1
"mmh.. su.. udah vin..hahhh.." sambung marry