wrong love

wrong love
cuaca yang mendukung


__ADS_3

dua pasangan muda mudi, saling berpasangan duduk berdekatan. marry bersama devin, dan haris bersama holly. sayang sekali genset holly sedang rusak, sehingga mereka kini hanya di terangi oleh beberapa lilin. mereka mengobrol dengan asyik. marry menyandarkan kepalanya di bahu devin, devin pun merangkul leher marry. membuat haris dan holly yang melihatnya bertanya tanya, devin pun menceritakan bahwa ia baru saja jadian dengan marry.


"wah, selamat ya." kata holly dengan cengirannya


"gak nyangka gue bro, lo gercap juga" ejek haris


"ris, temanin gue ambil selimut dong. dingin nih." mencubit pelan punggung haris


"ah, oke."


holly sengaja meninggalkan mereka, dengan alibi mengambil selimut. padahal, tak jauh dari marry duduk terdapat satu selimut. ia tak ingin mengganggu waktu bermesraan marry dan devin.


~ ~ ~


cuaca yang sangat dingin, berdekatan dengan gadis yang terlihat bentuk tubuhnya di balik piyama transparan yang ia kenakan, di temani lilin yang hampir padam. pria itu, kini membetulkan celana jeans yang ia kenakan. jeans yang basah, tapi tidak terlalu basah. berusaha sekuat tenaga menahan hasrat nya, tapi, yang benar saja. gadis ini sangat menggoda, memeluk pinggang pria itu dengan tiba tiba. hasrat yang tadi terpendam kini kembali muncul, seperti ada yang bangun dari tidurnya . membuat celana yang ia kenakan agak menonjol dari biasanya. wah, gadis yang usil membangunkan singa yang tidur. dengan cepat pria itu mencumbui gadis itu, menciumnya dengan bergairah, sungguh beruntung pria itu. ternyata gadis itu juga membalas ciumannya dengan panas yang sensual. mengikuti setiap gerakan bibir pria itu, kini tangan yang tadi diam. memainkan perannya. mengelus lembut tubuh gadis itu, mencium lehernya, dan membuka perlahan ikatan bra yang gadis itu kenakan, menjatuhkan nya diatas ranjang. dengan posisi diatas gadis itu, ia kini berusaha membuka tali piyama dari bahu gadis itu. tiba tiba.. dengan suara yang manja.

__ADS_1


"jangan vin, gue. gue hanya ingin melakukannya bersama suami gue"


devin yang masih mencumbuinya, berkata dengan meyakin kan.dengan suara yang lembut dan merayu


"gue akan nikahin lo, gue mencintai lo marr" katanya sambil melanjutkan yang ia hentikan tadi.


kini mereka telah berada di balik selimut, marry tidak memakai sehelai benang pun. begitu juga devin, ia masih berada dengan posisi diatas marry.


"tenang saja, gue akan berlaku lembut dan memberikan pengalaman yang terbaik buat lo." dengan suara parau.


"aaw" katanya agak berteriak dengan manja


devin pun menciumnya, agar tidak mengeluarkan suara teriakannya terdengar oleh holly dan haris. kini marry menikmati setiap usaha yang di berikan devin, marry mengeluarkan nafas yang terengah engah dengan suara manja. kini mereka telah berada di atas surganya. devin yang telah berhasil mencapai puncaknya dan mengeluarkan sebagian dirinya. akhirnya berbaring di sebelah marry. mengelap setiap keringat yang ia keluarkan. kemudian ia berbaring dengan miring, melihat marry menggigit selimutnya. dengan cepat diraihnya kepala marry, dan di sandarkannya di lengannya.


"aku takan meninggalkanmu sayang, jangan takut. wajar kalau pertama kali kau kesakitan" katanya yang melihat marry seperti kesakitan dan ketakutan. ia pun mengelapkan keringat marry.

__ADS_1


~ ~ ~


disisi lain,


holly yang tadinya hanya bercanda mengambil selimut, ternyata malah jadi beneran ke kamarnya dan mengambil selimut. dengan haris yang masih mengikutinya. berusaha meraih selimut yang ia letak kan diatas lemari nya, seketika haris berada di belakangnya dan membantunya mengambil selimut itu. holly yang agak mendongak kini saling bertemu mata dengan haris. saling melihat dengan fikiran yang ntah seperti apa, holly mengedipkan matanya. lalu haris mendekatinya dan menciumnya. mereka kini saling bercumbu, berciuman dengan melangkah kan kaki ke ranjang yang tak jauh dari lemarinya. haris mencumbui setiap lekuk tubuhnya, menciumnya dengan lembut. membuat holly menggeligat seperti ulat yang sedang berjalan. lilin yang tadi mereka bawa, tiba tiba saja padam. mereka yang di tengah kegelapan, malah menjadikan keadaan itu sebagai keuntungan. di tambah lagi cuaca yang sangat dingin. ada sesuatu yang tadi lemah menjadi kuat. haris dengan cepat dan lembut membuka kan piyama holly, tentu saja holly yang bukan hal pertama baginya, kini membalikan posisinya yang tadi berada di bawah haris, menjadi berada diatas haris. membuka celana yang haris kenakan. menaikan pinggulnya ke atas dan kebawah. seperti pria yang mendapat jackpot, haris bernafas dengan terengah engah. kini haris memainkan peran yang seharusnya ia lakukan.


"lebih cepat sayang, lebih cepat" kata holly dengan suara yang menggoda


"aku menyukaimu holly, semua yang berada di tubuhmu. berpacaran lah dengan ku" pinta haris dengan nafas yang terengah engah.


tanpa menjawab, holly hanya mengangguk kan kepalanya, menandakan ia setuju.


~ ~ ~


yang tadinya hanya ingin menemani sampai listrik menyala, kini mereka saling berpasangan tertidur di kamar yang berbeda.

__ADS_1


~ ~ ~


__ADS_2