wrong love

wrong love
"kau milikku"


__ADS_3

ke esokan harinya


devin merasa seperti sangat bersalah pada marry, ia merasakan sesuatu yang janggal di hatinya. ntah itu perasaan apa, dia pun tak begitu mengetahuinya. dengan cepat devin yang berada di dalam ruangan kantornya. menelpon marry ~


tuut tutt, tuut tuut panggilan terus menurus tanpa ada jawaban.


devin yang menelpon marry berulang ulang kali, kini agak sedikit kesal karna marry tak mengangkat panggilannya.


"hah menghembuskan nafas dengan berat kemana sih marry, apa dia marah sama gue? gue sebenarnya ingin sekali mengobrol manja dengannya. setelah apa yang gue lakuin di belakangnya. gue, gue sebenarnya tak menginginkan melakukan perbuatan itu di belakangnya, awalnya gue mungkin karna sedikit pengaruh alkohol. tapi gadis itu selalu saja berhasil menggoda gue. memanas manaskan hati gue yang berbicara seolah kau bisa saja selingkuh di belakang ku. marr, apa kita bisa baik baik aja jika kau tahu perbuatan yang ku lakukan? apa kau akan tetap masih milik ku?" katanya pelan dengan curhatannya sendiri


jelang beberapa waktu telpon devin berdering ia melihatnya siapa yang menlpon di layar ponselnya. dengan senyum yang mengambang ia pun menjawab dengan ceria.


"ya sayang, lo kemana aja? maaf gue sedikit keras sama lo semalam. apa lo udah makan? gue rindu banget sama lo." kata devin dengan penuh cinta


"maaf, gue gak lihat ponsel, gue mode silent kan ponselnya tadi di kelas. gak masalah, gue juga minta maaf. sudah kok, tapi akhir akhir ini gue juga gak tau kenapa, gue seperti selalu kekenyangan, dan lo tau gue menginginkan ini dan itu vin. terkadang gue memuntahkan makanan yang gue makan" jelas nya di balik telpon.


"lo udah chek ke dokter?" tanya devin


"belum" jawab marry santai


"yaudah, ntar gue temenin lo ke dokter ya. lo tunggu di kampus ya. gue kesana sebentar lagi." jelas devin dan mematikan ponselnya


dengan cepat devin meninggalkan ruangannya, ketika tiba di luar ruangan kantornya. seketaris cantiknya menghentikannya.

__ADS_1


"pak, bapak ingin kemana? bagaimana rapat kita nanti jam 2 pak?" tanya seketaris cantik itu


"batalkan saja, jadwalkan ulang besok." jawab devin dengan berjalan


"tapi pak..." sedikit berteriak dan terhenti ucapannya karna di potong oleh devin


"tak ada tapi tapian, saya ada urasan lebih penting" meninggalkan seketaris cantik itu


seketaris itu bernama mely, mendengarkan perkataan devin yang juga kini menjabat menjadi Bosnya. ia pun tak bisa mengubah keputusan yang dibuat oleh devin. dengan menghembuskan nafasnya berat. mely kini menjadwalkan ulang rapat yang batal.


~ ~ ~


diperjalanan,


~ ~ ~


ketika devin sampai di depan kampus marry, ia ingin menelpon marry. tapi, dari kejauhan di lihatnya dengan teliti di balik kaca mobilnya. ia sedikit kesal dan memukul setir mobilnya.


"cih dasar, bisa bisanya di depan gue seperti itu" katanya marah


tak lama, marry menelponnya dan devin mengangkatnya dengan menyembunyikan kekesalannya. ia memberi tahu bahwa ia sudah di depan kampusnya dan berada di dalam mobil. dengan menyebutkan ciri ciri mobil itu.


"lo kok gak kasih tau udah sampai?" kata marry yang telah berada di dalam mobil

__ADS_1


"kenapa gue harus kasih tau, supaya lo bisa sembunyiin lo habis tertawa dan memukul mukul bahu cowok itu dengan manja. cih dasar" jawab devin yang tak bisa lagi menyembunyikan kekesalan nya


"cowok? hmm. kak eyza maksudnya lo. ya ampun vin, lo kan tau gue anggapnya seperti sahabat gue loh vin. dia tu sebenarnya mau memberi tahukan beberapa hari lagi dia akan wisuda. dan menyuruh gue datang vin. lo mau ikut sekalian gak?" jelas marry


tanpa menjawabnya, devin kini membawa marry ke apertemennya. ya, karna sewa aperteman masih ada. dan sebagian barangnya masih berada di situ, ia masih bebas mengunjungi apertemennya. ia bahkan lupa bahwa sebenarnya tujuannya ingin membawakan marry ke dokter bersama dengan nya. karna hati yang sedikit terbakar membuatnya ingin cepat cepat meyakin kan bahwa marry adalah miliknya.


~ ~ ~


didalam apertemen


"kita gak jadi ke dokter nih vin?" tanya marry santai


tanpa menjawab, devin mencium marry yang duduk di sofa.


"gue merindukan lo mar, lo gak rindu sama gue ya ? gue merindukan semua yang berada di lo." katanya pelan dan melanjutkan ciuman yang ia hentikan tadi


devin kini menggendong marry ke kamarnya, membuka pakaian marry dengan tak sabaran. seperti orang yang telah lama berpuasa, padahal ia baru saja melakukan dengan wanita lain kemarin. tapi hasratnya yang melihat marry begitu membuat nya bergairah di tambah dengan kekesal yang membuatnya semakin ingin membuktikan bahwa marry adalah miliknya seutuhnya. marry sangat pasrah akan perlakuan devin, menikmati dengan bahagia. dengan tiba tiba ,~


"mmmhh..viin.. hah pelan pelan sakitt..uuhh" kata marry dengan nafas manja


"haah hah..yaaahh sayang...sebentar lagii..hahh" jawab devin dengan nafas terengah engah


~ ~ ~ ~

__ADS_1


marry yang merasakan kesakitan di perutnya sehabis melakukan bersama devin, membuat devin sedikit panik. dengan buru buru devin membawanya ke dokter. devin merasakan sedikit terkejut dan ada perasaan yang sedikit aneh di hatinya. perkataan dokter membuatnya berpikir dengan keras.


__ADS_2