
di kampus
"cih dasar lo biang kerok, bikin ulah aja. gak laku lagi ya, sampai segitunya."
"iya tuh, gak malu kali"
beberapa wanita menyindir nya saat lewat.
"maafin gue ya marr," menyodorkan tangannya di meja marry.
"lo nyamperin gue ke kelas, buat minta maaf aja? selow aja ca. gue udah lupain kok."
"makasih marr," katanya pelan sambil meninggalkan marry.
brukk! sesorang jatuh mencium lantai.
"hahaha rasain lo, siapa suruh caper. udah gue balasin nih marr sakit hatinya lo" teriak gadis yang menghalang langkah ica dengan kakinya.
"jangan seperti itu kalian" membantu ica berdiri
ica hanya diam dengan perlakuan itu, dia malu. dan dia fikir mungkin tak ada gunanya kalau pun ia melawan gadis yang membuatnya terjatuh. sebab emang semua salah dia.
~ ~ ~
"lo ngapain sih bantuin dia marr, idih kalau gue jadi lo ya. gue jambak rambutnya terus gue seret dia ke lapangan buat akuin kesalahan dia dan berlutut minta maaf ke lo" kata holly dengan kesal
"ya ampun, lo sadis banget holl. gue gak mau ah kalau berurusan dengan lo. bisa bisa gue mati serangan jantung lo buat" dengan wajah yang di buat buat ketakutan
" ih apaan sih lo, ngejek ya?!"
gadis gadis yang biasanya mengerjai marry, kini berdatangan ke meja tempat marry makan. mereka meminta maaf atas apa yang telah Mereka lakukan. di sisi lain gosip gosip pun bertebaran seperti burung yang berkicauan, dengan cepat sampai telinga ke telinga. kini ica menjadi sasaran empuk bagi mereka yang telah termakan hasutannya.
~ ~ ~
__ADS_1
"vin, tolong jagain nenek ya. tante ada perlu sebentar"
"iya te," katanya menuju kamar nenek
tak lama, devin kini berada dalam kamar neneknya. memegang tangan neneknya. ia kini telah memaafkan kejadian yang lalu. seperti memulai kehidupan baru.
"nek, cepat sembuh ya. devin mau izin pergi. nanti devin mau kembali ke tempat devin bekerja. devin sudah lama cuti" jelasnya
"nak, kau mempunyai hak untuk mewarisi ini semua. lalu..dengan jeda tak lama. untuk apa lagi kau bekerja di cafe nak? bekerja lah di perusahaan kakekmu" pinta neneknya dengan suara lirih memohon
"tidak nek, devin ingin berusaha sendiri tanpa campur tangan keluarga"
"baiklah, jika kau menyukai itu" neneknya pun mengalah.
tak lama tantenya pulang, devin menceritakan apa yang ia bilang dengan neneknya. dan nenek menyetujui itu. tante yang tak rela. akhirnya membiarkan ia pergi.
~ ~ ~
"eh masih ingat jalan kesini lo? gimana si nenek yang lo benci itu. udah baikan?" katanya dengan cepat
"haha, lo kangen ya gue gak ada. udah kok. dan gue mencoba memaafkan mereka"
"oh syukurlah vin, dih gue gak kangen. lo kira gue doyan batang apa. kangen sama lo ? gue kerepotan sendirian tau. untung aja gue dapat pegawai part time yang mau membantu selama lo gak ada." jelasnya dengan sedikit menunjukan kegelian karna ucapan devin.
"hahaa, maaf bro"
~ ~ ~
tleng, bunyi pesan masuk dari ponsel marry. dengan jeda tak lama dia pun membukanya.
"marr, gue udah balik ke cafe nih. mau mampir gak?"
tanpa membalasnya, marry pun mengajak holly ke cafe.
__ADS_1
~ ~ ~
"lo kok tumben sih tiba tibanya duluan ngajak kesitu, biasanya suka cerewet kalau diajak kesitu."
"gapapa sih, devin tadi chat gue. dia bilang dia disitu. mau mampir gak?" jawab marry dengan santai.
"gue ketinggalan berita apa nih, kok kalian bisa jadi dekat sih?" tanya holly dengan kepo.sambil mengendari mobilnya.
mereka menggunakan mobil meskipun tak jauh.agar mudah sekalian pulang
"haah menghelakan nafas dengan berat. gue merasa bersalah, setelah gue nuduh dia ternyata bukan dia. jadi gue minta maaf. gitu ajasih" mengangkat kedua bahunya bersamaan.
"ooh. begituu"
~ ~ ~
"dev, lama gak liat lo. kok makin gantengan aja" goda holly. marry hanya memandanginya
"bisa aja lo" jawabnya dengan malu. ntah malu karna marry melihatnya di goda atau malu karna di goda
mereka pun kini mengobrol panjang lebar, tentu saja devin ikut juga, karna pegawai part time masih ada. jadi dia tidak membantu haris. mereka tertawa bersama. haris yang melihat mereka tertawa dengan bahagia seperti tanpa beban hidup. akhirnya ikut nimbrung juga, untung saja tak begitu ramai. jadi haris agak leluasa.
marry yang dulunya sangat tak menyukai devin, kini menjadi marry yang berbeda. seolah marry yang terlahir baru. ia berbicara dengan santai pada devin. bercanda senda gurau bersamanya. membuat suasana menjadi hangat. holly dan haris yang melihat keajaiban itu saling melirik satu sama lain. holly dan haris pun tersenyum.
"eh, kenapa kalian senyam senyum gitu" tanya marry yang tak sengaja melihat mereka tersenyum dengan tangannya yang masih memegang bahu devin.
marry memegang bahu devin, bukan memegang ia tadi memukulnya manja karna godaan devin.
"haha gak ada, seperti ada yang aneh" kata holly.
"hm" sambut haris sambil menaikan kedua alisnya dengan tersenyum
~ ~ ~
__ADS_1