
devin terjaga dari tidurnya, dilihat jam yang berada di atas meja samping ranjangnya. jam menunjukan pukul 04.45, devin pun beranjak bangun dari ranjang itu dan menuju ke balkon kamar marry. dilihatnya sekeliling, ia menutup mata dan menghirup udara yang masih segar dengan menikmati embun pagi. dengan tiba tiba, ia termenung memandangi langit, sebuah penyesalan besar terlukis di raut wajah tampan nya.
"hah menghembuskan nafasnya dengan berat. maaf kan aku robb. aku tidak pernah menduga, ke egoisan ku membuat mu menjadi seperti ini. aku tidak pernah menyangka jika akan berakhir begini. aku fikir,.. dengan jeda tak lama. aku hanya ingin membuat mu tidak bisa berpergian. tapi tak aku sangka ternyata orang suruhan ku, justru membuat mu jadi seperti ini.. akuu.. sangat menyesal rob.. maaf kan aku.. apa yang harus aku lakukan rob ? untuk menebus kesalahan ku ?" katanya dengan suara pelan.
devin sangat menyesal dengan perbuatannya, tapi di sisi lain. ada sesuatu yang berbisik di fikirannya.
"bukan kah kau ingin membalaskan dendam orang tua mu vin? ini sesuatu yang wajar vin. dia menyebabkan kematian orang tua mu. dan dia pantas mendapatkan ini" kata bisikan di fikirannya itu.
"tidak, aku memang ingin membalaskan dendam ku. tapi itu mungkin dulu.. dan aku, aku juga tidak ingin pembalasan dendam yang seperti ini, aku hanya ingin membuatnya menderita. bukan dengan kematiannya." kata devin pelan berdebat dengan bisikan fikirannya.
devin terus menyangkal dan berdebat dengan bisikan jahat di fikirannya, tak lama kemudian ia pun meninggalkan balkon itu dan masuk ke kamar, di lihatnya marry masih tertidur dengan pulas. mungkin ia kelelahan karna ulah dari devin. devin pun berbaring di ranjang itu. melihat marry dengan seksama, dan memainkan rambut marry.
"maaf kan aku marr, aku.. aku membuat mu seperti ini.. maafkan aku marr.. maaf atas semua perlakuan sikap ku, maafkan atas ke egoisan ku marr. aku tidak bisa membayangkan seandainyaa.. jeda tak lama. seandainya jika kau mengetahui semua yang telah ku perbuat di belakang mu. apa kita masih bisa seperti ini?" bisik devin dalam hati
devin memandangi wajah marry dengan lama sambil memainkan serta mengelus rambut marry. tiba tiba marry membuka matanya dengan perlahan. devin yang melihat marry terbangun dari tidur nya, tersenyum dengan damai.
"sayang, maafkan aku" kata devin dengan tiba tiba
marry hanya mengeluarkan suara
"hm" tanpa membuka mulutnya.
devin yang melihat itu, beralih memeluk marry dan menyandarkan kepala marry ke dadanya.
"maafkan aku, aku.. aku sangat menyesal..maaf atas perlakuan ku, atas ke egoisan ku.. aku cemburu pada mu marr.. aku tidak bisa menahan amarah ku saat melihat eyza memeluk mu. dan kau.. kau tanpa perlawanan dan penolakan. aku yang melihat itu, dengan tiba tiba di kuasi amarah dan memperlakukan mu seperti tadi malam. maaf kan akuu.. maaf marr, aku menyayangi mu.. dan untuk robby..aku juga minta maaf." kata devin dengan suara lirih
marry mencerna dengan baik perkataannya.
"maaf untuk apa? kenapa kau meminta maaf untuk robby?" tanya marry penasaran.
"ah.. kau tau lah sayang, aku berjanji tidak akan melakukan hal kasar padamu.. dan aku seperti tidak menghormati nya. ia yang baru saja... aku justru melakukan hal seperti tadi malam. yang jelas, aku sangat menyesal dengan perbuatan ku marr.. maaf ya sayang." kata devin dengan alasannya.
__ADS_1
"ya tuhan, hampir saja aku..."bisik devin dalam hati dengan menggantungkan perkataannya.
~ ~ ~ ~
nenek dan tante hani pamit untuk pulang duluan, awalnya daddy melarangnya dan menyuruh mereka menginap lagi. tetapi tante mempunyai banyak alasan yang membuatnya supaya harus pulang kerumah, daddy yang tidak bisa mencegah mereka pulang akhirnya menyetujui perkataan tante hani.
"duluan ya, salam untuk mae." kata tante pamit dengan daddy.
"yaa. hati hati di jalan." jawab daddy.
mae amory yang merupakan mommy marry, sedang berada di dalam kamarnya. mengurung diri meratapi nasibnya.
tante hani dan nenek yang datang bersama dengan devin menggunakan satu mobil, membuat devin harus mengantarkan mereka. sebenarnya, daddy menawarkan pak ody yang mengantarkan tante dan nenek devin. tetapi tante menolaknya, seperti ada sesuatu yang harus tante katakan dengan devin. itu yang membuat tante sedikit memaksa agar devin yang mengantarkan nya, dengan alasan yang berbagai macam. meski daddy dan marry yang melihat tante dengan kejanggalan, tetapi akhirnya daddy tetap mengizinkannya.
~ ~ ~ ~
saat di perjalan menuju rumah tante, keadaan yang hening tiba tiba terpecahkan oleh suara tante hani. membuat devin sedikit panik dan gugup~
"tante akan menjelaskan nya saat di rumah, benar ini menanyangkut mu kan ?" jawab tante
devin hanya terdiam, dan melajukan mobil dengan cepat. untungnya nenek sedang tertidur saat mereka berbicara. dan membuat nenek tidak mengetahui itu.
sesampainya di rumah, devin buru buru mengantarkan nenek ber istirahat di Kamarnya. setelah itu, devin pun langsung menjumpai tante yang duduk di sofa, dan bertanya apa maksud dari perkataan tante tadi. devin menyuruh tante menjelaskannya. tante mengatakan, bahwa seorang polisi kenalan tante yang menanganin penyelidikan kecelakaan robby berkata, mobil robby telah di otak atik oleh seseorang dan membuat rem nya blong serta sedikit kerusakan pada mesinnya. mereka menemukan sebuah amplop coklat besar yang ber isi berbagai macam foto, foto itu ternyata adik ipar robby yang merupakan devin dengan seorang perempuan. sayangnya, perempuan itu bukan marry. tante yang mengetahui itu, menyuruh kenalannya untuk mengubah isi amplop itu, dan menyuruh nya untuk melakukan sesuatu pada hasil penyelidikan itu, dengan membuat seolah kecelakaan itu murni tanpa sebab. yang pastinya tante membayar mahal pada kenalan nya itu, tante mengatakan tante tidak masalah membayar mahal. asal devin tetap aman, aman di mata keluarga marry dan aman dari jeruji besi.
"terimakasih te," kata devin.
"sebaiknya kau cerita sebenar benarnya
dengan jelas , dan kenapa kau bisa melakukan semua ini" jawab tante
devin pun menceritakan awal mulanya ia bisa berakhir dekat dengan wanita penggoda itu, devin menceritakan ulah robby yang membuatnya kehilangan orang tuanya, awalnya ia ingin membalas dendam, dengan mempermainka adiknya, tetapi niat nya ter urung saat mengetahui marry hamil. dan saat marry mengelami keguguran karna mungkin ulah nya, membuat robby yang mengetahui kedekatan nya dengan wanita itu, serta mempunyai foto nya bersama wanita itu. yang awalnya merahasiakannya dari marry, berakhir ingin memberitahukan pada marry. ia tidak ingin robby bertemu dengan marry dan memberitahu itu semua, dengan keadaan panik serta emosi akhirnya ia menyuruh seseorang untuk mengotak atik mobil robby, sebenarnya ia hanya ingin membuat mobilnya mogok saja. tetapi orang suruhannya justru membuat robby mengalami kecelakaan yang merenggut nyawanya. meski itu mungkin tidak 100% salah nya. tetapi ia sangat menyesal.
__ADS_1
"aku sangat menyesal te, seandainya.. seandainya jika robby tidak ingin memberitahu marry, mungkin aku tidak akan menyuruh sesorang melakukan sesuatu pada mobilnya. dan seandainya tidak ada truk dari arah berlawan dengannya saat robby ingin mendahalui mobil di depannya dengan memotong jalan, mungkin ia tidak akan mengalami kecelakaan separah ini." kata devin dengan penyesalannya.
~ ~ ~ ~
disisi lain,
daddy yang mendapat telpon dari kantor polisi dan menyuruhnya kesana. datang bersama dengan istrinya dan anaknya.
"hanya ini semua yang kami temukan di tkp pak, yang berada di dalam mobilnya." kata salah satu polisi itu.
"dan dari hasil laporan penyelidikan kami, bahwa tidak ada kejanggalan dari kecelakaan ini pak, yang bearti memang murni kecelakaan tanpa ada sebab lainnya.mungkin anak bapak sangat melaju dengan cepat pdan truk muatan besar itu juga melaju dengan kecepatan tinggi dari arah beralawaan. itu yang membuat kecelakaan ini berakhir dengan sangat parah." sambung polisi lainnya.
mommy yang mendengarkan perkataan dari polisi itu hanya terdiam dan memeriksa isi dari amplop coklat besar itu, ternyata hanya sebuah surat surat tentang pekerjaan. mommy pun memeriksa tas kerja devin. dan di lihatnya hanya berisi tentang pekerjaannya semua. saat ingin melihat ponsel devin. ponselnya sudah tidak berfungsi.
mereka pun akhirnya pulang dengan harapan yang hampa. sebenarnya mommy sangat curiga ada apa dengan semua ini.
"hal apa yang ingin robby sampaikan pada marry? kenapa robby ingin kerumah marry?" bisik mommy dalam hati.
tapi disisi lain mommy berkata.
"apa mungkin robby hanya ingin menyuruhnya bercerai? atau meminta maaf?" bisik mommy lagi dalam hatinya.
saat mereka sampai di rumah.
sebuah pesan masuk di ponsel daddy, ternyata itu dari salah satu polisi itu. ia mengajak untuk berjumpa hari ini juga dengan alasan sesuatu yang penting.
~ ~ ~
di cafe.
"aku harus berlaku jujur, setidaknya untuk salah satu saja. dan aku memilih untuk memberikan foto foto ini pada keluarganya. semoga ini bisa membantu, aku tidak ingin perempuan itu berakhir seperti kakak perempuan ku yang mengakhiri hidupnya karna di khianati, saat ia tahu tetapi dengan terlambat. dan membuatnya berakhir bunuh diri." bisik polisi itu di hatinya.
__ADS_1
tak lama polisi itu menunggu, daddy pun datang ke tempat yang sudah di beri tahu polisi itu. saat daddy duduk, polisi itu meminta maaf dan tanpa basa basi, ia membuat alasan bahwa sebuah map lagi tertinggal. ia sengaja berjumpa diluar, karna jika di kantor akan membuatnya di tegur karna kelalaian dalam bekerja. daddy yang mendengarkan penjelasannya dan melihat isi amplop itu berterimakasih dengan mata yang berkaca kaca.