wrong love

wrong love
"apa yang harus gue lakukan?"


__ADS_3

"jangan lupa seperti yang saya katakan, melakukannya harus ada cara caranya jangan membuat istri bapak kesakitan dan menekan janin yang masih belum kuat," kata dokter dengan penjelasan dan saran


"maksudnya dok ? ia hamil?" tanya devin dengan melihat marry


"iya pak, selamat ya pak atas kehamilan istrinya, yang pertama ya?" jawab dokter.


devin yang mendengarkan itu hanya menganggukan kepalanya, dilihatnya marry dengan seksama. marry hanya terdiam menundukan kepalanya. devin pun bingung apa yang harus ia lakukan, sebenarnya ia hanya ingin mempermainkan marry tuk balas dendam kepada robby. agar robby merasakan sakit hati karna adiknya tersakiti oleh pria yang ia sakiti. tapi di sisi lain, devin merasakan kebahagiaan. bahwa ia akan menjadi seorang ayah. ia juga sebenarnya mencintai marry ntah itu dengan tulus atau tidak. yang ia tahu ia tak suka melihat marry bersama pria lain selain dirinya. tapi gengsi dan egonya lebih besar sehingga membuatnya menyangkal bahwa ia mencintai marry.


~ ~ ~ ~


di perjalanan menuju rumah marry, mereka yang berada di dalam mobil diam seribu bahasa. membuat jalan terasa sangat jauh. tiba tiba keheningan terpecahkan oleh suara devin.


"jangan di fikirkan, gue pasti tanggung jawab sayang. gue akan bicarakan dengan keluarga gue. tante dan nenek gue" kata devin dengan senyum


"tapi vin, apa yang harus gue bilang ke keluarga gue vin? dan.. memikir tak lama. apa lo yakin mau tanggung jawab? lo gak bakalan lari kan? gue gak tau rumah tante lo hanya tau perusahaan kakeknya lo.bisa aja lo pura pura gak kenal gue ntar kalau gue datang cari lo?" jawab marry sedikit ragu


"hahaha, lo nih. kebanyakan nonton drama mana sih? tenang aja sayang. dan lo cukup diam sampai gue datang bersama keluarga gue. oke, jangan beri tahu apapun sebelum gue datang. kita hadapi bersama sayang. i love you" katanya dan mencium tangan marry yang tadi ia pegang.


marry hanya terdiam mendengarkan itu semua.


~ ~ ~ ~


jelang dua hari, marry menelpon devin terus menurus. tapi devin tak mengangkat ponselnya. marry merasakan sedikit khawatir. apa yang harus ia lakukan jika nanti devin meninggalkannya. apa yang harus ia bilang pada keluarganya, dengan fikiran yang kacau akhirnya marry mengajak holly ke cafe dan menceritakan pada sahabatnya yang ia percayai. holly yang mendengarkan itu sedikit tekejut.


"what?!!! lo kembung marr??? hey mar, lo gimana sih mainya. sampai bisa berisi gitu. jangan di dalam dong di luar kalau misalnya lo gak pakai pengaman atau meminum obat." jawab holly sedikit marah


"yaa, gue gak tau holl. apa yang harus gue lakuin. gue. takut hol. hiks hiks" katanya beralih dengan menangis.

__ADS_1


"sudah sudah, lo jangan nangis gitu. gue malu di lihatin orang. bisa aja mungkin dia sibuk marr, mempersiapkan segalanya dengan keluarganya buat lo. sabar aja ya marr." bujuk holly dan memberi semangat


"tapi ly, gak mungkin kan sampai dia gak angkat telpon gue. gue juga gak tau di sana dia seperti apa? apa lagi dia kan ganteng. bisa aja kan gadis gadis di sana menyukai dia. menggoda dia, dan membuatnya lupa sama gue" kata marry membantah perkataan holly


"hmm mikir tak lama. bisa jadi aja sih, tapi gak mungkin lah mar. kalau dia udah janji gitu. kalau misalnya iya dia berani selingkuh di belakang lo tenang aja marr, bakal gue bogem devin sampai babak belur. biar gue baku hantam sama tu gadis yang berani ganggu devin gapapa dah demi lo mar. lo tenang aja. gak bakalan berani deh si devin. ntar gue tanya haris, kenapa si devin gak angkat angkat telpon lo. udah lo tenang aja sekarang. jangan mikir macam macam. kasian noh janin." jawab holly. .


~ ~ ~ ~


keesokan harinya,


hari wisuda kak eyza kini telah tiba. marry memakai gaun yang cantik. mengajak holly pergi bersama ke acara wisuda eyza. marry menunggu holly di ruang tamunya. mommy yang melihat sedikit perbedaan pada marry pun bertanya tanya.


"sayang, apa yang terjadi nak? cerita sama mommy jika kau punya masalah nak." jelas mommy.


jleb! dada marry terasa sesak mendengarkan itu. dengan cepat marry menjawabnya.


tak lama, holly datang dan mereka pun pamit berangkat pada mommy. marry merasa sangat bersyukur karna kehadiran holly memecahkan keheningan yang terjadi di antar dia dan mommynya. mommy memandangnya dengan tatapan yang tak bisa ia artikan. mengelus rambutnya. dan memijit mijit lengannya.


~ ~ ~ ~


sesampai di acara wisuda eyza. marry menceritakan apa yang ia alami di rumahnya.


"gimana nih mar, gue takut banget. apa mommy tau kali ya? biasakan ibu ibu suka pu nya indra ke 6 tentang anaknya." kata marry


"hahaha" tawa holly mengelegak.


dengan cepat holly mengambil kaca dari dalam tas nya, memberikan pada marry.

__ADS_1


"nih lihat tuh wajah lo. gimana gak nanyain tuh nyokap lo. mata lo aja kek gitu. bikin orang yang lihat pasti nanya gitu. and.. lo emang agak gendutan deh perutnya. bisa aja sih lo bilang lemak" sambung holly setelah tertawa lepas.


marry melihat matanya di kaca, ternyata matanya sedikit bengkak sehabis menangis semalam dan tertidur. jelang tak lama. eyza datang menghampiri mereka. dan mengajak pindah ke cafe.


~ ~ ~ ~


di cafe


"gue, gue udah dengar apa yang terjadi pada lo marr. lupain aja dia, dan... terpotong oleh marry" eyza menatap marry dengan penuh cinta


"tapi kak, gue hamil loh. hamil anaknya. gimana bisa lo dengan tenang bilang gitu!?" kata marry marah. yang memotong pembicaraan eyza.


"lo seharusnya dengerin dulu semua yang gue ucapin, jangan menghentikan pembicaraan orang. gue siap bertanggung jawab tuk bayi yang lo kandung. gue siap nikahin lo. lo bisa mulai sama gue, meski lo gak cinta mungkin lo bisa aja cinta setelah kita hidup bersama. gue akan memperlakukan bayi ini tanpa pilih kasih. akan gue perlakukan seperti darah daging gue marr. lupakan saja dia marr, toh dia gak ada kabar kan setelah tau lo hamil?" jelas eyza menatap marry dengan penuh cinta.


"nah tuh denger dulu. eyza sangat mencintai lo marr, sampai dia rela lakuin semua ini. dan kalau devin emang gak niat. lo bisa beri kesempatan pada eyza" sambung holly.


"maaf ka, holl. gue.. gue gak mau anak ini hidup tanpa kasi sayang kedua orang tua kandungnya. gue gak mau dia hidup terpisah oleh orang tuanya. maaf ka, gue yakin devin akan tanggung jawab" jawab marry.


mendengarkan perkataan itu. holly dan eyza hanya terdiam. dan marry pun meminta tuk segera pulang.


~ ~ ~


sesampainya dirumah.


marry memainkan ponselnya. berbaring sambil memeluk guling dengn tangan yang memegang ponsel. ia menelpon devin, tapi tetap saja tak ada jawaban dari devin.


"vin gue harus gimana lagi, apa gue harus dengarkan yang holly dan eyza bilang vin? tapi gue yakin lo pasti akan tanggung jawab vin. gue yakin, demi gue dan anak kita. lo pasti tak akan meninggalkan gue dan.. anak kita. gue sayang sama lo vin. jangan buat gue putus harapan vin" katanya pelan sambil menangis.

__ADS_1


__ADS_2