
"halo? iya, oke. apa? ya baiklah." katanya dengan singkat dan cuek.
~ ~ ~
di rumah holly ~
"hah menghelakan nafasnya. akhirnya siap juga. terus sekarang, mencium aroma badannya dan memegang lengannya. uuh, lengket. gue harus buru buru mandi nih"
holly memilih milih pakaian yang akan ia kenakan, merias diri di depan kaca sambil bernyanyi. seperti mengikuti perasaan nya yang sedang bahagia, holly pun bernanyi tanpa henti, semakin lama ia semakin meninggikan suaranya. sehingga bel yang berbunyi ia pun tak begitu mendengarkan nya, dan berdering lah suara ponsel yang ia letakan di atas ranjangnya. mengehentikan nyanyiannya, kini ia bergegas mengambil ponselnya.
"ya, apa? oke, oke. bentar." tegasnya
"gue gak tau, ternyata mandi dan merias diri, menghabiskan begitu banyak waktu." gumam nya sambil berjalan menuju pintu rumahnya,
"masuklah,"
"ada yang perlu gue bantu gak nih, btw ni buat lo. hbd ya" kata marry sambil mencium pipi holly
"makasih, gak usah. udah beres semua kok. yuk." ajaknya
dan eyza yang sedang memarkir kan mobilnya, menyusul mereka dengan cepat.
~ ~ ~
" bukan nya cuma kita aja ya ly? tapi ini, kayak nya kelebihan deh porsinya." tanya eyza dengan penasaran.
"oh iya. gue lupa bilang kak, gue juga ajak si haris dan devin.btw mana kado gue? hehe" tawanya dengan centil
"ya ampun, di mobil kayak nya. gue lupa. ntar ya" katanya dengan cepat. eyza pun bergegas mengambil kado nya untuk holly.
~ ~ ~
di sisi lain.
"vin, gue bingung nih. menurut lo ini gimana?" menunjukan sebuah kalung
"bagus, kapan lo belinya?" kata devin dengan menaikan satu alisnya
__ADS_1
"rahasia dong, hehe"
"idih, sok rahasia segala. kalau gue sih cuma bisa kasi yang sederhana." sambil memainkan ponselnya
tak lama kemudian~
"bener gak nih alamatnya ris?"
"gue rasa benar, mengingat waktu ia mengantarkan holly. bentar gue telpon dulu"
saat ingin menelpon, tiba tiba haris melihat eyza yang ingin memasuki rumah itu. dengan cepat haris meneriakinya.
~ ~ ~
"mereka di halaman belakang," kata eyza yang melihat haris dan devin seperti mencari kesana kesini dengan matanya.
"oh," jawab haris singkat
kini mereka telah berkumpul semua, haris dan devin memberikan kadonya untuk holly, mereka menikmati setiap momen nya. merasakan makanan yang di sudah di siapkan holly, sambil menikmati bir, mereka kini membakar ayam. rumah holly mempunyai halaman yang luas di belakangnya, tidak tingkat. tapi memiliki banyak kamar.
marry yang tak begitu kuat dengan alkohol, selalu saja di paksa oleh holly untuk minum. dengan kepala yang berat. marry kini duduk di ayunan yang tak jauh dari tempat mereka berkumpul. menyandarkan kepalanya di ayunan. seketika tak lama kemudian, devin melihatnya dari kejauhan. dan bergegas menuju ketempat nya. Eyza dan yang lain tengah sibuk dengan ayam yang mereka bakar.
~ ~ ~
"gak ada, gue memegang kepalanya"
"oh sakit, mabuk? kenapa lo minum. kalau tau gak kuat, lo sih bandel" kata devin dengan cerewet
"gue menghargai holly aja, dia sih nyodorin mulu."
"udah sini gue pijitin." sambil memegang kepala marry
"makasih,"
marry membiarkan devin memijit kepalanya dengan lembut, dan ia pun terbuai dengan itu. tiba tiba mata mereka saling bertemu, memandang dengan begitu dalam, dan berakhir dengan devin menciumnya, marry mengikuti setiap gerakan bibir devin yang menciumnya, dia menerima ciuman itu dengan bersemangat. ntah karna alkohol atau perasaan yang ia suka. devin yang tadinya menutup matanya, kini membuka matanya. menghentikan ciuman yang ia mulai. memegang wajah marry dengan kedua tangannya, di lihatnya dengan seksama wajah marry yang begitu memerah.
"marr, gue suka sama lo. mau jalanin hubungan sama gue?" setiap kata yang ia ucapkan begitu lembut dan merayu
__ADS_1
"ya. gue juga suka lo" katanya dengan cepat.
di sisi lain.
eyza yang mencari marry, melihatnya bersama devin dari kejauhan. seperti mengobrol hal yang serius. dengan cepat ia berusaha berjalan ke tempat marry, tetapi langkah nya terhenti ketika ia mendengarkan perkataan marry. hatinya seperti teriris pisau dengan banyak. untung saja ia tak melihat mereka berciuman tadi, jika melihatnya. mungkin eyza akan sangat lebih terpukul. dengan cepat eyza pun berbalik dan meninggalkan mereka.
"aku telah banyak ketinggalan oleh waktu, hingga akhirnya aku menciptakan kebersamaan mereka. memang benar, waktu bisa merubah semuanya. tapi kenapa dia? kenapa waktu tak merubah semuanya untuk ku? kenapa harus dia? aku yang lebih lama bersama marry, kenapa waktu sangat bercanda dengan ku ? dan serius hanya kepada devin? hah menghelakan nafasnya. sudahlah, jika marry menyukainya. mungkin dia bisa lebih bahagia bersama devin, ketimbang aku, aku turut berbahagia untuk mu marr, semoga kalian selalu bahagia. aku akan menjaga mu dari kejauhan." gumamnya sendiri.
eyza yang tadi ingin sekali memberikan ayam hasil bakarannya untuk marry, kini malah pamit untuk pulang lebih dulu.
~ ~ ~
"serius nih kak, gak mau bareng dengan yang lain? mau hujan loh," kata holly seakan tak mengizinkan eyza pulang.
"gak, gue ada urusan. gue kan pakai mobil. apa urusannya sama hujan ?"
"yaudah deh, hati hati ya"
~ ~ ~
"kemana si eyza?" tanya devin
"dia pulang duluan, ada hal penting katanya"
"sayang sekali." tanya nya yang pura pura tak tau, padahal devin jelas tau saat dia menyatakan perasannya ke marry. dia tau tak jauh dari mereka. ada eyza.
hujan pun turun dengan deras tiba tiba, mematikan bara api itu. dan membuat mereka kini kebasahan. jelas saja, baju yang mereka kenakan kini menjadi transparan, apa lagi marry menggunakan baju polos berwarna putih sedikit terawang.membuat pria yang melihatnya menelankan air liur.
marry dan holly kini mengeringkan badannya dikamar holly, sedangkan devin dan haris di kamar tamu. mereka menggunakan baju papa holly. dan marry menggunakan baju holly,
piyama yang sedikit transparan menunjukan lekuk tubuhnya.
~ ~ ~
"kita pamit pulang dulu ya," pinta haris
"tapi masih deras, susah melihat jalan" jawab holly
__ADS_1
jdarr!! suara petir kini berbunyi, tak lama kemudian listrik pun padam.