
devin kembali meracikan minuman, tak lama kemudian marry datang sendiri. Ia datang karna holly menyuruhnya~
"beb jadi gimana? apa yang dikatakan ka eyza, coba gue tebak dia nembak lo lagi? ngajak ngedate? Gue udah curiga saat kita di caffe sehabis nonton, ia melihat devin dan haris dengan mata membunuh."
Sambil duduk "tebakan lo benar.ka eyza nembak gue, dan lo taulah gue jawab apa? gue gak bisa terima dia."
"Astaga marry, coba deh lo pertimbangin dikit aja kali tu perasaan orang. Kasian tuh anak orang, lo phpin bertahun tahun, apa kurangnya coba? ganteng, kaya, oke, pintar lagi."
"Tapi gue gak bisa, dan satu yang harus lo ingat. gue gak phpin dia! lo aja kalau gitu sama dia."
"Hahaha holly tertawa geli sayangnya dia gak mau sama gue mar ~"
~ ~ ~
Lama mereka Bercerita , sehingga minuman pun bertambah. Dan tak lupa mereka memesan makanan.ya mereka memesan nasi goreng seafood dengan udang,cumi dan ikan teri didalamnya,dan tak lupa pula telur diatasnya.
Tong tong hp holly berbunyi, itu pesan dari teman sekelompoknya, mereka berencana untuk buat tugas bersama~
"Mar, maafnih gue harus cabut duluan. Gue ada tugas, maaf gue gak bisa antar lo.sebagai gantinya gue yang bayar ini semua."
"Gakusah, pergilah sana".
Holly pergi dengan makanan yang belum habis dimakan.
"Hah Menghelakan nafasnya,
Oke baiklah, gue makan sendirian sekarang dengan piring dua membuat orang yang melihat berpikir betapa rakusnya wanita ini." katanya sambil menggelengkan pelan kepalanya.
~ ~ ~
Marry Ingin membayar dikasir, ternyata holly sudah membayarnya. cafe akan tutup semua sudah berkemas pulang, dan marry yang berjalan keluar pintu bertemu devin.
"Hay, sudah mau pulang? Sendirian? gak bawa kendaraan ? ayo gue antar."
"ngakdeh makasih, gue minta jemput supir aja."
__ADS_1
ternyata supir sedang menemani robby menghadiri pesta, ia takut tidak bisa menyetir karna ia tau pasti akan minum minum kalau sudah pesta. Tak lama marry berpikir .
"Aku harus gimana? Apa aku terima saja tawarannya, pak ody tak bisa menjemputku pak ody adalah supirku.
sepertinya taxi juga susah cari disini,dijam ini." Katanya dalam hati dan iapun menerima tawaran devin~
~ ~ ~
"pegangan yang erat, gue akan mengebut." marry mengabaikan kata kata devin, ia fikir devin hanya bercanda.ternyata ia serius.
"hey, are you crazy?" sambil memukul pundak devin dan satu tangannya memegang jaket devin.
"kan sudah gue bilang, lo pegangan. lo aja sih yang degil."
"ya ngapain coba ngebut ngebutan, pelan aja kali."
"lo liat tu cuaca menunjukan akan hujan, gue gak mau kita terjebak hujan."
~ ~ ~
*tak lama kemudian hujan pun turun*
mereka sekarang sedang berhenti untuk berteduh disebuah halte.
"ya ya gue salah. maaf."
"aku akan membuatnya jatuh cinta padaku, dan akan aku permainkan Dia. agar robby bisa merasakan sakit hati karna adiknya tersayang dipermainkan," katanya dalam hati.
~ ~ ~
"marry?"
"yaa,kenapa?"
"hahaha gue hanya mengetes nama lo, ternyata gue gak salah dengar kemarin." marry hanya diam. "bagaimana minuman buatan gue? ada yang kurang?"
__ADS_1
"ngak, pas.eh ralat enak. lo kerja di cafe itu atau lo yang punya?" senyum kecil devin terukir samar,
"gue kerja disitu, cafe itu milik haris. ia sengaja melayani pengunjung karna ia suka katanya melihat senyuman orang Orang itu. gue kerja disitu karna gue harus membiayai kehidupan gue, seperti apertemen dan hal yang lain."
"dimana orang tua lo?"
devin terdiam lalu memandangi hujan dan becerita.
"ibu dan ayah bunuh diri, aset semuanya di sita. jadi gue terpaksa menyewa apertemen dan bekerja di cafe itu. tapi gue sekarang nyaman disitu bukan karna terpaksa. gue gaktau apa yang difikirkan orangtua gue. merekaa..."
airmata mengalir diwajahnya, kurasa itu air mata. aku sengaja tak melihatnya.aku takut ia malu.kulirik lewat bulu mataku, ia dengan cepat menghapusnya .tanpa sadar aku mendekati diri padanya dan mengusap punggungnya.
"sudahlah yang terjadi jangan di tangisi lagi, lo harus hidup maju kedepan."
~ ~ ~
seketika devin menoleh kesamping tempatku dan membuat mata kami bertemu, oh tuhan ini sangat dekat. kulirik bibirnya yang sexy sejak kapan dia mempunyai kumis? aku taksadar kalau ia punya kumis tipis membuat semakin menggoda.sejak kapan bibirnya sekecil ini, rasanya aku ingin menciumnya.
"mar?"
" iyaa" lamunan panjangku terpecahkan. hati dan fikiranku tak beraturan.aku memukul kepalaku sendiri.
"marr lo kenapa?
tanyanya semakin dekat pada diriku, wajah kami sangat dekat. nafasnya terdengar di telingaku.membuat aku merinding. seketika aku melihatnya dan tak sengaja bibir kami hampir saja bersentuhan sedikit. akupun tertunduk ~
"maaf" *kataku,
tanpa sadar ia memegang wajahku..mencium bibirku dengan lembut, aku ingin menolaknya tapi raga ini tak bisa menolak. lidah nya menjulur memasuki mulutku, berkeliaran kesana kesini. mencium bibir atas ku, kemudian bibir bawahku.menggigit manja bibir ku, memainkan lidahnya lagi didalam mulutku.
ku rasa aku menikmatinya, setiap ciumam lembutnya. membuat ku menginginkan lagi dan lagi..
haahh..
nafasku terengah engah suara ku mulai parau, ia kini mencium leherku membuat aku tersadar dan menolaknya*~
__ADS_1
~ ~ ~
"maaf," devin berkata sambil melihat kearah lain.aku hanya terdiam.sepanjang jalan kami hanya terdiam.aku memberikan alamat rumahku pada devin.dan menunjukan arah rumahku. ~