wrong love

wrong love
"apa aku baik baik saja?"


__ADS_3

seminggu kemudian.


devin yang telah menghabiskan sarapannya, pamit tuk berangkat ke kantor.


"sayang, jaga diri baik baik ya dirumah." mencium kening istrinya tercinta.


devin bergegas meninggalkan marry seorang diri, marry sangat suntuk karna dia tidak memperkerjakan art. ia tidak memiliki teman mengobrol dengan cepat ia pun menelpon mommynya, mommy berencana pergi kerumahnya.


~ ~ ~ ~


dirumah orang tua marry.


mommy mengajak daddy tuk pergi bersama berkunjung kerumah marry, daddy yang juga sangat merindukan anak perempuan tersayang menyetujui ajakan istrinya. mereka berkemas tidak memakan waktu lama, jelang 30 menit. daddy pun melajukan mobilnya. di perjalan mommy melihat sebuah toko roti, mommy mengajak daddy tuk singgah membeli buah tangan agar bisa di berikan tuk marry. sesampainya di toko roti. mommy memilih milih roti yang ingin ia beli, dan bergegas tuk membayarnya. tetapi.. ketika daddy dan mommy sedang ingin menuju mobil. mommy melihat seorang pria di sebrangan jalan, pria yang tak asing. mommy menyentuh daddy dan menunjukannya. pria itu memasuki mobil bersama seorang wanita yang memakai masker dan kaca mata hitam. seperti akan takut ketahuan, wanita itu menutupi dirinya dengan sempurna.


mommy tampak marah besar dan menyuruh daddy tuk mengikuti mobil itu. tetapi, arah yang berlawan membuat mereka susah tuk mengikutinya. dan melanjutkan perjalanan kerumah marry. mommy bercerita dengan daddy apa yang harus mereka lakukan nanti. apa mereka harus menutupi nya atau harus memberi tahu nya. daddy membujuk mommy agar tuk merahasiakan dulu kejadian yang mereka alami saat ini. tapi mommy tak menyetujuinya..


"tapi pa, dia baru saja keluar dari sebuah hotel?! bagiamana bisa kita sebagai orang tua diam saja!" bentak mommy


"ma, aku bukan nya ingin mendiamkan nya. aku hanya ingin berdiskusi dulu dengan robby. kita akan mencari jalan keluarnya bersama, kita akan mencari tahu kebenarannya. untuk sementara agar tak menjadi fikiran anak kita. kita harus merahasiakannya dulu. kau tak ingin kan, jika terjadi sesuatu di luar kendali kita?" jelas daddy.


mendengarkan perkataan daddy yang mungkin ada benarnya, akhirnya mommy pun setuju.


~ ~ ~

__ADS_1


mommy masih dengan aura yang menahan amarah. sesampainya di rumah marry mommy masuk tanpa lupa memberi salam, pintu yang terbuka membuat mommy masuk leluasa. mommy duduk dengan cepat dan menaruh roti yang ia beli di atas meja dengan sedikit kasar. marry yang melihatnya jelas tahu bahwa mommy sedang tidak dalam kondisi baik.


"dad, apa yang berlaku dengan mommy?" bisik mary pelan.


"mungkin ia sedang datang tamu bulanan nya" canda daddy. mommy yang mendengarkan itu semakin marah karna ucapan daddy terdengar oleh mommy.


dengan tiba tiba, mommy mengeluarkan kata kata yang tidak di duga duga.


"marry, apa pernikahan mu baik baik saja? jika kau ingin bercerai mommy dan daddy siap tuk mendukung" cetus mommy


marry dan daddy seketika membelalak kan matanya, mencerna dengan baik apa yang baru saja mereka dengar.


"sayang, aku hanya bercanda. kenapa kau harus bilang seperti itu dengan tiba tiba" kata daddy dengan menatap mommy seolah memberi isyarat


"ya mom, daddy hanya bercanda. ada apa dengan mommy? aku.. aku baik baik saja. kenapa mommy bicara seperti itu?" sambung marry terheran.


mommy yang melihat isyarat daddy dengan


cepat memberikan alasan lain. agar marry tidak begitu curiga dan khawatir.


"tidak, mommy hanya merasa bahwa kau terlalu cepat menikah. dan kuliah mu apa masih bisa kau lakukan? dan devin memperlakukan mu seperti ini. meninggalkan mu sendiri tanpa ada seorang art. dirumah yang tidak memiliki tetangga lagi. bisa saja ada penjahat yang datang." bohong mommy menutupi.


marry menjawabnya dengan santai. bahwa ia masih bisa kuliah karna ia pun tidak bekerja hanya di rumah saja memasak dan membersihkan rumah. marry berkata ia memang tak ingin memperkerjakan art karna ia bisa melakukan nya sendiri karna mereka hanya tinggal berdua. tapi.. marry masih mengingat perkataan mommy. alasan yang tak masuk akal baginya. ia menjadi sedikit termenung. mommy dan daddy yang melihatnya menghiburnya dengan sebaik mungkin. mommy meminta maaf atas perkataannya tadi dan menyuruh marry tuk tak memikirkan dan melupakannya saja. jelang beberapa jam, mommy pamit tuk pulang bersama daddy. marry mengajak nya agar makan bersama tetapi marry akan memasak dulu, mommy dan daddy beralasan ada sesuatu yang harus di urus di kantor robby dan mommy beralasan bahwa temannya akan datang berkunjung dan telah dalam perjalanan. mendengarkan itu marry hanya mengikuti kata orang tuanya saja dan membiarkan mereka pulang.

__ADS_1


~ ~ ~ ~


di sisi lain,


devin yang di ancam dengan wanita penggoda nya, mau tak mau akhirnya mengunjungi nya di sebuah hotel. devin menjemputnya, wanita itu beralasan bahwa mobilnya tidak bisa ia nyalakan. dan menyuruh devin tuk menjemputnya. devin awalnya tak ingin menjemputnya. tetapi ia mengancam devin dengan sebuah foto. foto nya yang bersama devin di sebuah hotel tanpa pakaian. sesudah menjemput wanita itu, devin mengantarkannya kerumahnya. di perjalanan devin menyuruhnya agar tak selalu menghubunginya ketika ia dirumah. ia tak ingin bahwa istrinya seketika melihat pesan dari wanita itu. tetapi.. wanita ini sangat keras kepala, ia menolaknya dan beralasan bahwa ia sangat rindu dengannya. devin sangat marah dengan nya, dan meninggalkannya di sebuah pinggiran jalan yang tak jauh lagi dari rumah wanita itu. devin memainkan ponselnya dan memblokir nomor wanita itu. devin yang tadinya beralasan ke kantor dengan istrinya membuat ia sedikit merasa bersalah. ia mampir ke sebuah pakaian wanita hamil, devin membeli pakaian itu dengan lumayan banyak. dan bergegas pulang kerumah.


~ ~ ~ ~


"kenapa mommy bicara seperti tadi?" gumam marry sambil memasak.


tak lama marry yang sudah siap menyajikan masakannya di atas meja makan devin pun pulang.


"hmm menghirup udara wangi apa ini" kata devin agak berteriak dan menuju ke dapur.


"hey sayang, kau sudah pulang? apa itu? " melihat ke arah tangan devin


"ah.. ini, untuk mu sayang. aku rasa kau mungkin akan kesusahan memakai celana dan baju mu," jawab devin


marry hanya tersenyum. didalam hati ia berkata.


"kenapa dengan tiba tiba devin membelikan pakaian dengan banyak untuk ku? bukan kah orang orang sering berkata bahwa pria yang membelikan mu hadiah dengan tiba tiba, karna ia ingin menutupi kesalahannya dan menebusnya dengan hadiah. di tambah lagi dengan perkataan mommy tadi." katanya dalam hati


devin menyantap masakan marry dengan lahap, sesekali ia melihat marry. marry hanya melamun melihat makanan yang di depan matanya.

__ADS_1


"ada apa sayang?" tanya devin


"haa? aku? tidak ada apa apa. silahkan lanjutkan makannya" jawab marry sedikit lesu


__ADS_2