
keesokan harinya
pria yang sangat tampan, tertidur dengan sangat pulas. wajahnya menunjukan ia mungkin sangat kelelahan. sehingga membuatnya tak mendengarkan suara ketukan pintu. tiba tiba seorang wanita duduk di sampingnya, mencoba tuk membangunkan nya. tetapi, pria itu hanya membalikan badannya dan menutupi kepalanya dengan bantal. wanita itu terus membangunkannya, menggoyangkan bahunya. sambil menyebut namanya. dengan mata yang masih tertutup, pria itu menangkap tangan wanita itu.
"sayang, aku masih ngantuk. biar kan aku memulihkan tenaga ku dulu." katanya sambil memegang tangan wanita itu
dengan menunjukan wajah yang usil. wanita itu kini mendekatkan dirinya ke pria itu, membuka perlahan bantal yang menutupi kepala pria itu, mendekatkan bibirnya ke kuping pria itu. dengan mengucapkan kata kata manja yang seolah dibuat buatnya agar sesexy mungkin.
"sayang bangun, aku merindukan mu" katanya menggoda.
seketika dengan perlahan, pria itu kini membuka matanya dan dilihatnya dengan seksama. ia pun berangsur menjauh.
"ee...eeh, tan.. tante? bagaimana bisa jadi tante?" katanya penasaran.
wanita itu kini berdiri dan tertawa sambil memegang perutnya.
"sadarlah vin, ini dirumah nenekmu. kau memimpikan pacar mu?" ejek tante menggoda
"ah, tante. paansih. ada apa membangunkan ku?" tanya devin sedikit kesal.
__ADS_1
"bersiaplah, kita akan kerumah sakit. nenekmu sepertinya harus dirawat di sana. keadaannya semakin memburuk" jelas tantenya
tanpa menjawab, devin pun bergegas bangun dan meninggalkan tantenya tuk bersiap siap.
jelang sejam, setelah mereka selesai sarapan dan berkemas. tante pun melajukan mobilnya. devin yang duduk di samping tante nya. sibuk memainkan ponselnya sambil tersenyum senyum, tante yang meliriknya kinipun mengeluarkan suaranya. yang seolah olah seperti menahan batuk.
"ehem ehem,"
devin hanya menoleh kesamping, lalu mengabaikannya. sesekali ia menoleh ke belakang. melihat nenek yang duduk di temani oleh art. art itu bernama bibi ome. wanita yang tak muda juga tak tua. tapi sangat ramah. ia sudah bekerja sedari umur tante devin 20 tahun, kini tante devin menginjak 38 tahun. waktu yang sangat lama, sehingga membuat mereka mengganggap bi ome sebagai bagian dari keluarga, bukan sekedar art.
~ ~ ~
dokter yang telah selesai memeriksa nenek, mengajak tante hani tuk menuju ruangannya. aku tak tahu, apa yang mereka bicarakan. aku hanya disini menemani nenek bersama bi ome, melihat suster yang memakai kan infus ditangan nenek. nenek bukan wanita yang muda lagi, tapi kurasa ia wanita cantik yang terlihat tegar menahan sakit. aku memegang dan mengelus tangan nenek.
"lekas sembuh ya nek, aku berjanji. kalau nenek sembuh aku akan membantu tante mengurus nenek dan perusahaan." katanya lirih
nenek hanya tersenyum mendengarkan setiap kata kata yang terucap dari mulut devin.
dengan jeda tak begitu lama, tane hani datang. menundukan kepalanya. devin yang melihat tante hani seperti menahan kesedihannya kini pun bertanya tanya, tetapi. pertanyaan yang belum sempat ia lontarkan malah terpotong oleh pintaan tantenya.membuat mulutnya yang tadi sedikit terbuka menjadi tertup dan menelankan air ludah
__ADS_1
"tante mohon, tante harus jaga nenek. ya tolong bantu tante tuk keperusahaan." pinta tante lirih.
"hm, baiklah." jawab devin
"kalau bisa, tolong sekalian hadiri sebuah acara mewakili tante nanti malam." tambah tantenya sambil tersenyum.
devin yang mendengarkan itu hanya menghembuskan nafasnya dengan berat.
~ ~ ~ ~
disisi lain,
marry mengajak eyza bertemu, ia merasa sangat bersalah pada eyza. ia memberikan pesan tuk mengajak eyza makan bersama. sehubung devin tidak ada di kota ini. devin berada di memories city. yang memakan waktu sekitaran 2-3 jam perjalanan. jika mengebut mungkin 2 jam. sehingga ia memberikan pesan tuk mengajak eyza makan dengan sedikit memaksa. mungkin karna ia takut kalau devin melihat nya bersama eyza. akan membuat mereka berkelahi.
"sekali lagi maafin ya, gue sangat sangat bersalah kak.semua karna gue" katanya lagi lagi memohon kemaafan.
"gapapa marry, bukan salah lo. dan bukan karna lo juga. jadi jangan menyalahkan diri sendiri oke" kata eyza meyakinkan.
marry hanya tersenyum. kini mereka larut akan ceritanya, tak jauh dari mereka berada. sesorang yang mengenal devin. mengirimkan pesan pada devin.
__ADS_1
jpret, suara kamera dari ponsel kini berbunyi. dengan segera orang itu mengirimkan barang buktinya kepada devin.