wrong love

wrong love
sesuatu yang hilang


__ADS_3

aku membuka mataku dengan perlahan, seperti ada yang memelukku, menoleh ke samping, dan kulihat devin berada di sampingku. dengan senyuman yang manis.


"selamat pagi" katanya dengan tersenyum lebar.


aku hanya tersenyum, dengan jeda tak lama.


"jam berapa sekarang?" tanya ku.


melihat jam yang ia pakai.


"jam 5, bangunlah. aku akan ke dapur. mungkin ada beberapa bahan yang bisa ku jadikan sarapan" katanya sambil mengambil pakaiannya yang terjatuh di lantai.


dengan cepat, devin memakai pakaiannya dan meninggalkan marry. mencari keberadaan dapur.


~ ~ ~


seperti ada yang hilang dari dirinya, yang selama ini ia jaga sekuat tenaga. dalam sekejap mata kini ia telah kehilangan sesuatu yang sangat berharga baginya. membuka selimut dan melihat dirinya dengan keadaan tanpa sehelai benangpun.


"gue, gue ngelakuin itu sama devin? di rumah holly? bagaimana bisa? " dengan posisi yang tadi berbaring kini menjadi duduk dan memandangi darah yang berada di atas ranjang itu. kini marry dengan cepat bergegas berdiri, tuk mengambil air membersihkan darah itu.


"aaw! katanya saat berdiri. gue tak menyangka, ternyata hal ini bisa sesakit ini"


~ ~ ~


marry yang telah membersihkan darah itu, kini membersihkan dirinya di kamar mandi tamu. memakai pakaian yang masih sama. dan berjalan dengan perlahan menuju dapur tuk merasakan sarapan yang akan dibuat devin.


"hey sayang, sudah oke?" tanya devin yang sudah duduk di meja makan dengan sarapan yang ia buat


"hmm. dengan sedikit bingung. oke" jawabnya dengan canggung.


"nih, makanlah. aku hanya bisa membuat ini. hanya bahan ini yang tersisa ada." menyodorkan nasi goreng dengan telor ceplok diatasnya.


"terimakasih, mengunyah nasi goreng. enak" katanya dengan menganggukkan kepalanya


"jika enak, sering seringlah ke apertemen ku, aku akan membuatkan mu makanan terus"


"apa?! ke apertemenmu?" dengan wajah yang menunjuk kan nya memikir hal hal yang tidak karuan.


"tenanglah, hanya untuk makan. bukan sesuatu yang negatif. jangan berfikir yang tidak tidak. kecuali jika kau menginginkannya" dengan senyuman yang menggoda marry.


"no! itu sangat sakit," katanya dengan memalingkan wajahnya yang tadi bertatapan dengan devin. devin hanya tersenyum melihatnya.

__ADS_1


~ ~ ~


disisi lain,


haris yang baru saja terbangun, tiba tiba duduk dan mencium kening holly,


holly yang tersadar dengan seseorang yang menciumnya. kini membuka matanya.dan melihat haris yang menciumnya.


"aku mencintaimu my lyly" katanya dengan tersenyum


"kenapa? ingin mengulangnya lagi?" tanya holly menggoda.


tiba tiba, mereka mencium aroma nasi goreng yang membuat perut mereka lapar. aroma itu, sangat tercium jelas lewat celah pintu mereka, yang tidak tertutup rapat. dengan cepat haris memakai pakaiannya,


"mereka telah bangun duluan" gumamnya dengan pelan.


"aku akan kesana dulu, kau melihat tubuh holly. pakailah pakaian mu my lyly" katanya dan berjalan meninggalkan holly yang masih baring di atas ranjangnya


~ ~ ~


melihat marry dan devin yang tengah asyik makan sambil mengobrol dari kejauhan, haris pun ikut bergabung bersama. tak lama kemudian, disusul oleh holly. kini mereka menikmati makanan nya masing masing, dengan bercanda dan mengobrol. seperti sebuah keluarga yang hangat.


dengan tiba tiba,


"yah, udah." dengan senyuman kecil


"mmh, dengan senyuman yang terselubung. kenapa gak bangunin gue tuk ganti baju?"


"takut ganggu" jawabnya cuek sambil mengunyah makanan nya


dengan jeda tak lama.


"mmhh" berdehem dengan tersenyum yang memiliki maksud dibaliknya.


~ ~ ~


"kita pulang dulu ya sayang," kata haris memandangi holly.


dengan cepat sebelum holly menjawab. marry pun memotong


"wait! sayang?" tanya nya memiringkan kepalanya

__ADS_1


"gue kan, gak mau kalah dari devin. gue takut my lyly di rebut orang. jadi gue nyatain lebih cepat. dan alhasil, holly pun nerima gue" jawab haris menjelaskan. dan holly hanya tersipu malu.


~ ~ ~


holly dan marry kini hanya tinggal berdua, marry yang sedang mencuci piring. tiba tiba disamperin oleh holly.


"marr"


"ya"


"jujur deh"


"apa" sambil mencuci piring


"lo dan devin, mm dengan jeda tak lama. udah lakuin itu?" tanya holly dengan pelan


marry yang telah siap mencuci piringnya, kini berbalik dan memegang bahu holly.


"beb, menurut lo gimana?" tanya maryy dengan tatapan tajam


"hahaha, pasti udah. akhirnya lo gak jadi perawan tua" kata holly dengan tertawa


"cih, dasar"


"pantes aja, jalan lo agak sedikit aneh sedari tadi gue perhatiin" jawabnya dengan yakin


"masa sih? serius lo?"


"ya, gue serius. dah ah, ganti dulu tuh piyama yang masih lo kenakan. atau lo masih betah memakainya, mengingat kejadian yang baru lo alami karna nih piyama menunjukan piyama yang marry kenakan"


"paansih, jangan resek deh." jawab marry dengan cemburut.


"oloh oloh sayang, jangan ngambek dong. ceritain dong, gimana malam pertamanya wkwkwk" tanya holly dengan menggoda memegang lengan marry dengan manja


"tau ah, malam pertamaan apaan. malam kehilangan iya. " jawab marry meninggalkan holly dan menuju kamar holly.


~ ~ ~


di kamar eyza,


"apasih maunya ni mata, sedari semalam gak mau terpejam" gumamnya dengan berbaring kekiri dan kekanan.

__ADS_1


eyza ternyata tak bisa tertidur karna kejadian yang ia alami, di rumah holly. fikirannya tak menentu. hatinya tak karuan. meskipun tubuhnya sangat lelah, tetapi mata dan hatinya tak mendukung tuk dia merehatkan tubuhnya.


~ ~ ~


__ADS_2