wrong love

wrong love
"vitamin?"


__ADS_3

devin yang telah memblokir nomor wanita penggoda itu, membuat wanita itu sangat marah dan murka. wanita itu kini memikir kan berbagai cara licik tuk mengganggu devin. ia pergi ke sebuah toko obat dan membeli obat dengan botol berukuran kecil. ia mengganti botol itu ke botol yang lainnya. fikiran nya yang sedang dalam amarah dan rasa iri membuatnya tak berfikir panjang.


"cih, biar tau rasa lo." menaikan sedikit ujung bibirnya.


wanita itu kini meninggalkan toko obat itu dengan senyuman yang jahat.


~ ~ ~ ~


marry yang sedang sarapan bersama devin, meminta izin tuk berkunjung kerumah sahabatnya holly. dengan memikir tak lama akhirnya devin memberikannya izin.


"baiklah, hati hati menyetir. kau.. jangan memakan makanan yang tidak baik untuk kesehatan." kata devin


marry hanya mengangguk, dan devin tiba tiba berdiri di hadapan marry menyodorkan sebuah dasi. marry yang mengerti maksudnya akhirnya pun bangkit dari tempat duduknya. memakai dasi pada suaminya, devin menatapnya dengan penuh cinta. tatapan yang sangat dalam. marry melihat itu dengan sedikit heran, ia bertanya pada dirinya sendiri.


"apa yang ia fikirkan?" bisik marry dalam hati


dasi sudah terpasang di kemeja devin, devin memberikan ciuman sayang pada kening marry, dan berakhir dengan marry mencium tangan devin.


"aku berangkat dulu sayang" pamit devin


"hati hati" jawab marry dengan tersenyum.


tiba tiba devin yang hampir sampai di pintu rumahnya, berbalik dan menghampiri marry yang sedang mem bereskan meja makan.


"ada apa?" tanya marry yang melihatnya sudah di sampingnya.


tanpa menjawab devin membalikan tubuh marry menjadi berhadapan dengannya, marry melihatnya dengan memiringkan sedikit kepalanya. devin mengacuh kan nya dan beralih berjongkok, ia mengelus perut marry.


"papa berangkat dulu ya sayang, jaga mama ya selagi papa tidak ada" kata devin pelan dan mencium perut marry.


marry hanya tersenyum mendengarkan itu, ia merasakan bahwa devin benar mencintainya dan bayi yang ia kandung. marry berkata dalam hati bahwa fikiran nya selama ini mungkin saja salah, kecurigaan nya mungkin saja tidak ada arti apa apa. ia merasa sangat bersyukur memiliki devin sebagai suaminya. marry mengelus rambut devin yang sudah devin tata rapi.


"sayang, kau jangan memancing yaa" kata devin usil.


"apasih," jawab marry dengan wajah sedikit me merah.


~ ~ ~ ~


marry bersiap siap tuk pergi ke rumah holly.


di perjalanan, marry mengendarai mobil nya dengan santai. sehingga ia sampai di rumah holly dengan memakan waktu yang lama.


tut tut suara nada terhubung


"holl, gue di depan nih. buka pintu dong" kata marry


dengan tak lama ia menunggu, holly pun membuka pintunya.

__ADS_1


"eh, mau kemana lo?" tanya marry yang melihat holly sudah tampil cantik.


"oh.. gue, mau ke mall cari baju" jawab holly santai.


"wah, boleh tuh. ayo kita berangkat." ajak marry


marry mengajaknya tuk satu mobil saja dengan marry, tapi holly menolaknya dan beralasan bahwa ia sekalian ingin ke spbu tuk mengisi bahan bakar pada mobilnya. mendengarkan itu akhirnya marry pun menyetujuinya. mereka kini mengendarai mobil masing masing.


~ ~ ~ ~


sesampai di mall.


holly mengajaknya kesebuah toko pakaian wanita, holly memilih milih pakaian tuk marry.


"beb, gue mana bisa pakai ginian lagi. kasian yang di dalam perut gue" kata marry dengan santai


"dih, pamer lo. awas lo ya kalau gue nikah sama haris gue juga bakal punya bayi" jawab holly


"apaan sih holl, ngambek ya?" kata marry dengan mencubit pelan pipi holly


"yaudah lo pilih gih yang lo mau, gue taktir deh." sambung marry


"awas lo ya bohong, gue pilih mahal mahal nih hahaha" jawab holly dengan tertawa


"ogah ya kalau yang mahal mahal semua. lo bayar sendiri aja" kata marry


mereka pun memilih pakaiannya masing masing. marry melihat lihat pakaian di situ, ia mencari apakah ada pakaian ibu hamil. ternyata satu pun tidak ada. di toko ini hanya menjual pakaian trend anak muda yang seksi dan pres boddy. holly membeli rok mini dan dres. marry membayarkan belanjaan holly sesuai janjinya. ia tak mempermasalahkan harganya. mereka kini meninggalkan toko itu sambil berjalan marry melihat toko perlengkapan wanita hamil. dengan bergegas ia menarik tangan holly dan mengajaknya masuk ke toko itu. ia memilih milih pakaian nya. membeli pakaian ibu hamil padahal perutnya belum begitu membesar. ia baru saja hamil jalan 7 minggu. marry yang telah memilih pakainnya beralih mememilih milih pakaian bayi dengan senyuman seorang ibu.


"idihh,, lo percaya mitos aja" jawab marry


"terserah lo deh" kata holly


holly yang tadi melarang nya, kini malah membantunya mencarikan pakaian pakaian dan perlengkapan bayi. marry merasa sangat tidak sabar tuk menantikan bayi yang ia kandung segera lahir.


"kira kira, wajahnya akan seperti apa ya ly?" tanya marry.


"mana gue tau, mungkin mirip lo kalau perempuan dan laki laki mirip devin" jawab holly.


marry yang telah selesai berbelanja keperluannya kini mengajak holly tuk makan di sebuah cafe yang berada di dalam mall ini.


tiba tiba di cafe mereka bertemu eyza, eyza yang sudah lama tak ada kabar akhirnya mereka bertemu dengannya.


"kak, lo sendiri aja" tanya holly yang menghampiri eyza yang duduk sendirian.


"hay kak," sambung marry.


mereka pun duduk bertiga, eyza berkata bahwa ia sedang memunggu klien nya disini. tapi sepertinya mereka tak bisa datang, karna ia telah menunggu hapir 30 menit. marry dan holly menanyakan kabarnya dan kemana selama ini. eyza menceritakan bahwa ia mengelolah perusahan papa nya. dan tak memiliki waktu akhir akhir ini karna banyak sekali urusan yang harus ia selesaikan. kerja sama pada perusahaan perusahaan yang menanam modal pada nya membuatnya harus bekerja dengan benar dan memberikan hasil yang bagus serta positif, agar mereka tak kecewa dan terus bekerja sama pada perusahaannya. tak lama mereka pun akhirnya pulang. marry mampir ke rumah mommynya dulu, marry mengajak holly tapi holly menolaknya dengan alasan bahwa ia ada urusan dengan haris.

__ADS_1


~ ~ ~ ~


di rumah marry.


mommy tampak terheran heran melihat marry yang datang tiba tiba. daddy sedang bermain golf bersama teman temanya. robby seperti biasa sedang berada di kantornya.


"ada apa sayang?" tanya mommy


"tidak ada hal serius, hanya saja marry ingin menemani mommy yang sendirian seperti biasa hehe" jawab marry.


mendengarkan perkataan itu mommy hanya tersenyum, marry menceritakan bahwa sebenarnya ia habis ber belanja bersama holly. dan bertemu dengan eyza ketika mereka di cafe tuk makan. marry sengaja mampir karna mumpung dekat.


mommy pun akhirnya mengobrol dengan marry dengan panjang.


~ ~ ~


di sisi lain.


wanita penggoda datang berkunjung ke kantor devin, devin yang sedang membaca sebuah koran dengan serius. tiba tiba terkejut dengan suaranya.


"lo terlihat seperti bapak bapak yang sudah tua ahahha" katanya dengan tertawa.


devin menghempaskan korannya ke meja


"ada hal apa lagi lo kesini?" jawab devin ketus


"ayolah sayang, gue tau gue salah. maafin gue. maafin gue ya, gue nyesal. gue janji gak akan mengganggu lo lagi. dan gue udah tau bahwa mungkin gue gak seharusnya ganggu lo. perkataan lo mungkin ada benarnya. jadi untuk terakhir kalinya lo mau kan puasin gue dulu?" katanya dengan suara manja.


"jangan harap!!." jawab devin dengan suara tinggi


"aah, gue bercanda aja. oh ya selamat ya atas perubahan lo yang akan menjadi seorang ayah. btw, gue bawa sesuatu" mengambil sesuatu di dalam tas nya dan menyodorkan pada devin


"nih, buat istri lo. bagus buat kesehatan. dan janin yang ia kandung. tenang gue udah nyesal dengan semua yang gue lakuin. lo buka dong blokirnya" katanya dengan penjelasan.


devin melihat botol obat yang wanita itu berikan, membaca tulisan yang ter tata rapi di botol itu.


"lo gak usah curiga, ini jelas aman. lo baca berkali kali biar lo puas." katanya yang melihat devin melihat botol itu.


tak lama, wanita itu akhirnya meninggalkan devin.


~ ~ ~ ~


malam hari dirumah marry dan devin.


devin yang baru saja pulang bergegas menuju kamarnya, fikirannya sangat kacau dengan macam macam. ia berharap wanita penggoda itu benaran berubah dan tak mengganggunya. ia merebahkan diri dan lupa membuang botol obat yang di berikan wanita itu. tak lama ia pun tertidur. marry yang baru saja selesai mencuci piring dan menaiki anak tangga dengan perlahan melihat pintu kamarnya tidak tertutup, ia melihat devin sedang tertidur masih dengan pakaian kantornya dan jas yang melekat di tubuhnya. marry membantunya membuka jas yang tebal itu, ia takut suaminya akan gerah. tiba tiba sebuah botol terjatuh dari saku jas devin.


"botol apa itu?" melihat botol yang berguling di lantai.

__ADS_1


marry mengambilnya dan membaca tulisan di botol itu. dan ia pun memakan obat yang berada di dalam botol itu.


"apa rasanya sepahit ini?" katanya pelan.


__ADS_2