
ke esokan harinya, marry merasakan bahwa perutnya sangat sakit dan mules. devin yang melihat marry kesakitan mengajak nya tuk ke dokter, tetapi marry menolaknya. ia tak ingin mengganggu waktu devin bekerja.
"mungkin aku hanya salah makan, tidak apa apa sayang, kau berangkatlah ke kantor. setelah minum obat pereda sakit perut mungkin akan berkurang" kata marry meyakin kan devin
"hmm..memikir tak lama. kau yakin?" jawab devin
"ya sayang, aku yakin" kata marry
"ya udah, aku berangkat dulu" jawab devin dan mencium kening istrinya seperti biasa.
devin meninggalkan marry dengan hati yang ragu, ia merasakan khawatir pada marry yang hanya tinggal sendirian.
~ ~ ~ ~
marrry yang merasakan perutnya sangat kesakitan, meminum obat pereda sakit perut. ia merasakan kepalanya sangat sakit, dengan jeda 5 menit marry meminum vitamin yang ia temui terjatuh dari saku jas devin. meski ia merasakan vitamin itu sangat aneh rasanya, tapi ia berfikir mungkin bisa saja vitamin wanita hamil rasanya seperti ini. karna ia sebelumnya tidak pernah meminum vitamin wanita hamil, jadi ia juga tidak tahu rasanya seperti apa.
"gue rasa sebaiknya gue tidur, mungkin saja setelah bangun rasa sakit ini akan hilang" katanya pelan.
marry berjalan menaiki anak tangga dengan keadaan yang lemas, berjalan dengan tertatih tatih sambil memegang perut dengan sebelah tangannya, dan kepalanya dengan tangan yang satu lagi. tiba tiba kepalanya terasa sangat berat. ia yang masih berada di anak tangga yang hampir sampai pada lantai atas, terjatuh tak sadar kan diri.
~ ~ ~ ~
di sisi lain.
devin yang baru setengah jalan, mencari ponselnya. tapi ia tak mendapatinya, ia pun teringat bahwa ponselnya masih terletak di atas ranjangnya. dengan bergegas devin pun memutarkan arah tujuannya. ia bergegas pulang kerumah.
"duh, mati gue. kalau sempat marry baca yang ngak ngak di pesan pesan itu" katanya dengan khawatir. devin pun melajukan mobilnya.
sesampai dirumah nya. devin berjalan terburu buru menuju kamarnya, tapi tiba tiba langkah nya terhenti. ia terduduk di lantai dengan tatapan yang syok.
"apa yang terjadi?" katanya putus asa.
devin yang melihat marry dengan keadaan tergeletak di lantai, dan paha yang berlumuran darah dengan cepat menggendongnya membawa ke dalam mobil. devin pun melajukan mobilnya menuju rumah sakit terdekat.
~ ~ ~ ~
__ADS_1
sesampai di rumah sakit.
devin yang menunggu di bangku rumah sakit, duduk meratapi nasib nya dengan mata yang berkaca kaca.
"ini semua salah gue, seandainya gue tidak meninggalkan marry sendiri" katanya putus asa.
dengan cepat devin menelpon orang tua marry.
~ ~ ~ ~
di rumah orang tua marry.
mommy yang sedang memegang gelas berisi susu ingin menaruhnya di atas meja, tetapi tiba tiba gelas itu terjatuh dari tangannya.
"firasat ku tidak baik" kata mommy dan melihat beling beling kaca yang berserakan.
kring kring suara ponsel berbunyi.
"ya devin, ada apa? apaa?!!!" kata mommy dan menjatuhkan ponselnya kelantai.
"ada apa mom?" tanya robby
"marry...hiks hiks..." kata mommy sambil menangis
daddy dan robby membujuk mommy tuk berhenti menangis dan menyuruh mommy tuk menceritakan kejadian yang sebenarnya. mommy menceritakan apa yang dikatakan devin, mendengarkan perkataan itu. mereka pun bergegas dengan cepat menuju rumah sakit yang telah devin berikan alamatnya.
~ ~ ~ ~
di rumah sakit.
"brengsek lo!! apa yang lo janjikan?!! kalau gue tau dari awal lo gak nepatin janji, gue akan berusaha sekuat tenaga tuk membatalkan pernikahan kalian." kata robby dengan emosi yang memuncak sambil menggenggam kerah kemeja devin.
mommy dan daddy hanya terdiam, menunggu dokter yang sedang berada di dalam ruangan operasi itu keluar. dengan jeda tak lama, dokter itu akhirnya keluar.
"bagaimana keadaan anak saya dok?" tanya mommy.
__ADS_1
"hah menghelakan nafas berat. maaf kan kami, kami telah melakukan yang terbaik. tapi, janin yang berada di dalam kandungan anak ibu tidak bisa di selamatkan. pendarahannya sangat banyak. di tambah lagi, obat penggugur yang ia makan memiliki dosis dan efek yang kuat pada janin itu." jelas dokter.
mendengarkan perkataan dokter, devin terjatuh di lantai dengan keadaan terduduk.
"apa??? penggugur kandungan?" kata devin dengan suara lirih.
"cih, jangan sok gak tau lo!!" jawab robby
"devin, mommy dan daddy sebenarnya telah mengetahui apa yang telah kau lakukan. kami pernah melihat mu di sebuah hotel. kau keluar dengan seorang wanita, robby juga sudah menceritakan yang sesungguhnya. kami mengira...kau akan berubah. tapi.. ternyata tak kami duga, kau mengkhianati kepercayaan kami. jadi... mommy berharap agar setelah marry keluar dari rumah sakit ini, kau bersedia menceraikannya." jelas mommy dengan suara yang tak bisa di artikan. mata mommy pun berkaca kaca.
devin yang mendengarkan itu hanya terdiam. tiba tiba devin membuka suaranya..
"tapi mom, aku benar telah berubah. wanita itu.. aku tak berhubungan dengannya lagi. aku juga tidak tau mom. bagaimana obat itu bisa berada di tangan marry dan ia memakannya.aku sangat mencintainya mom. aku bersungguh sungguh mom. kak, maafkan aku. dad mom berikan aku satu kesempatan lagi" jawa devin memohon
mommy, daddy dan robby hanya mendiamkan nya saja. mereka beralih menuju ke kamar inap marry yang telah di pindahkan. mommy memegang tangan marry.
30 menit berlalu~
marry membuka kan matanya perlahan, melihat sekelilingnya di penuhi dengan keluarganya dan suaminya, beserta seorang perawat dan seorang dokter.
"aku dimana? kenapa aku bisa disini?" tanya nya pelan.
"kau di rumah sakit sayang" jawab mommy yang mendengar pelan suara marry.
marry melihat perutnya, dokter menjelaskan bahwa janin nya tidak terselamatkan. marry melihat pada mommy dan daddy. mommy membujuknya tuk bersabar.
"maafkan aku sayang." kata devin dengan mata berkaca kaca.
"tidak, ini bukan salahmu" jawab marry yang tidak tau bahwa ia memakan obat penggugur kandungan. karna dokter tak menjalaskan itu tadi padanya.
tiba tiba robby menyambung.
"jelas ini adalah salahnya!!" kata robby dengan wajah yang menahan emosi.
devin hanya teridam. marry membantah dan ber adu mulut dengan robby, robby yang sedang dalam amarah meninggalkan ruangan itu dengan membanting pintu. marry bertanya apa tante dan nenek tau bahwa ia keguguran, devin menjelaskan bahwa ia tak memberitahunya. karna ia takut kesehatan nenek akan parah jika mendengar hal hal yang membuatnya khawatir. mommy dan daddy yang melihat kemesraan mereka, melihat devin dengan tatapan membunuh.
__ADS_1
devin mengetahui bahwa mommy dan daddy sangat murka padanya, sehingga ia tak berani menatap langsung wajah mereka. ~~