
ke esokan harinya, saat daddy ingin memberitahukan marry. tetapi daddy melihat atas perubahan devin yang memperlakukan marry dengan sangat baik, daddy pun mengurung kan niat nya. hari hari pun berlalu seperti biasa, keadaan telah kembali menjadi normal kembali. marry pergi ke kampus seperti biasa, tetapi yang dulu selalu di antar sekarang ia menggunakan mobilnya sendiri. daddy mempercayai devin untuk mengelolah perusahaan itu. karna daddy yang sudah tua tidak ingin terlalu sibuk bekerja, dan menikmati hari tua nya dengan damai.
sesekali marry datang ke kantornya, untuk mengunjungi devin. mereka yang telah pulang kerumah mereka sendiri pun menghabiskan kehidupan layak nya suami istri yang saling mencintai, berakhir dengan marry menghangatkan ranjang untuk devin setiap malamnya. tetapi ia melakukan nya karna suka rela, bukan karna di paksa.
"marr, kau.. apa kita bisa memiliki seorang anak lagi?" tanya devin dengan penuh cinta pada marry
"aku berharap juga seperti itu," jawab marry.
"mari kita lakukan dengan benar, aku akan bekerja dengan keras" kata devin menggodanya
dalam hati marry berkat.
"apa lagi? ini sudah yang kedua kalinya, aku sedikit lelah meski hanya devin yang bekerja." katanya dalam hati dengan melihat devin yang sudah berada di atasnya.
devin pun melanjutkan sesuatu yang ia lakukan sebelumnya, membakar hasrat tubuh marry seperti melayang di atas langit. marry jelas sangat menikmati itu, meski ia berfikir ia sedikit kelelahan, tetapi rasa yang membuatnya seperti menginjaknya surga di atas dunia. membuatnya lupa apa itu lelah.
~ ~ ~
pagi harinya, perusahaan tante dan perusahaan robby sedang libur, marry yang juga tidak memiliki mata kuliah akhirnya mengajak devin mengunjungi makam robby,
"kak, apa kabar mu disana? semoga kau tenang disana ya. mommy sekarang sudah mulai membaik kak. ia tidak mengurung diri lagi, kami sangat merindukan mu" kata marry saat di depan makam robby
"rob, maafkan aku.. aku berjanji mulai saat ini. aku akan mempertaruhkan hidup dan mati ku hanya untuk marry, aku akan menjaga nya dengan sungguh sungguh. semoga kau merestuinya" bisik devin dalam hatinya.
saat ingin pulang dari makam, devin mengajak marry mampir kerumah orang tua marry yang tidak begitu jauh dari pemakaman itu. di perjalan menuju rumah orang tua marry, devin mengajak marry singgah ke toko buah
, dan membeli beberapa buah buahan untuk di berikan pada mommy dan daddy.
~ ~ ~
meski devin mengatakan akan membeli beberapa buah buahan, tetapi ia justru membeli dua kantong sedang yang ter isi ber bagai macam buah buahan.
"sayang, mau ku bantu?" tanya marry yang melihat devin keluar dari mobil membawa belanjaan itu.
__ADS_1
"tidak perlu sayang." jawab devin.
devin pun memberikan buah buahan hasil belanjaannya itu pada bibi, dan menyuruh bibi mengupas beberapa buah buahan itu. tetapi marry mengatakan agar ia saja yang mengupasnya, dan menyuruh bibi hanya mencuci pir dan apel beberapa biji. marry membawa pir dan apel yang di isi di dalam piring itu ke halaman belakang, dan di ikuti dengan devin. marry melihat mommy sedang bermain dengan wisky di halaman belakang. daddy sedang membaca korannya dan menikmati kopinya di halaman belakang.
ia pun menuju ayunan, dan duduk mengupas buahan yang ia bawa. devin duduk dengan daddy dan mengobrol bersama daddy.
tiba tiba saat marry sedang mengupas buahnya. mungkin pisau itu terlalu tajam. atau marry terlalu bersemangat mengupas buah itu. ia sendiri pun tidak tahu. ia tidak sengaja membuat tangannya ter iris oleh pisau itu.
"aaaw.!!" kata marry menjerit
devin menoleh ke tempat marry, dan berlali menujunya.
"kenapa sayang?" di lihatnya jari marry mengeluarkan darah. devin langsung mencium jari itu. menghisap darahnya dan membuangnya.
"bagaimana kau bisa seperti ini, apa yang kau fikirkan marr? mengupas buah saja bisa membuat mu terluka, aku tidak akan pernah tahu lagi, bagaimana jika saat kau memasak dan meledak kan kompor itu saat aku tidak ada. atau kau akan melukai dirimu lagi dengan menumpahkan sup panas di panci ke tubuh mu. kau selalu sendiri dirumah, makanya dari itu aku sudah menyuruh mu untuk membayar seseorang agar membantu mu di rumah." kata devin mengomel dengan panjang
mommy dan daddy melihat devin dengan terpana, mommy yang tadi bermain dengan wisky dan daddy yang duduk. kini berada
tak jauh dari ayunan yang marry duduki.
dengan tiba tiba...
"hahhaha, kau seperti ibu ibu yang takut anaknya kenapa napa vin." kata daddy tertawa dan menepuk pelan pundah devin.
"marry tidak akan seceroboh itu vin, jangan terlalu mencemaskannya." sambung mommy.
tak lama kemudian, devin dan marry pamit pulang.
saat devin dan marry telah pulang. daddy mengobrol dengan panjang di kamarnya bersama istrinya.
"iya, aku juga melihatnya." jawab mommy.
"semoga devin bisa membahagiakan marry tanpa menyakitinya lagi." jawab daddy.
__ADS_1
~ ~ ~ ~
saat berada di rumah nya, marry ingin memasak karna ia sedikit lapar, ia tidak makan saat berada dirumah orang tuanya tadi, itu yang membuatnya sedikit lapar.
"sudah, kau disini saja. biar aku yang memasak." kata devin dan menyuruh marry duduk di meja makan.
marry melihat devin dari meja makan itu, melihat setiap detik pergerakan yang devin lakukan. devin seperti suami yang penuh cinta, memasak pun ia menggunakan perasaannya.
saat masakan itu sudah selesai, devin memberikannya pada marry. meski yang ia masak hanyalah nasi goreng yang di campur telur, dan ikan teri. dan beserta rempahan bumbunya. devin menaruh kan telur ceplok di atas nasi goreng marry, dengan membuat emot tersenyum di telur ceplok itu menggunakan saus. ia membuat mata, hidung dan bibir yang tersenyum.
"ah, devin. kenapa kau lakukan ini." tanya marry menunjukan telur ceplok itu
"agar kau saat memakan nya, juga akan tersenyum," jawab devin.
marry hanya menggelengkan pelan kepalanya.
"oh ya sayang, bagaimana besok kita kencan?" sambung devin bertanya.
"haa? kencan?" jawab marry
"yup, kencan. kita sudah lama tidak berpergian kan, menghabiskan waktu berdua seperti saat pacaran." kata devin menjelaskan.
"ya, terserah kau saja." jawab marry cuek.
~ ~ ~
keesokan harinya, devin membangun kan marry dan mengingatkan nya bahwa ini hari kencan nya..
"mm. sayang nanti saja. aku masih ngantuk dan capek karna mu tadi malam." kata marry dengan menutup matanya.
"cih. dasar kebo, ini sudah jam 10." jawab devin.
mendengarkan devin yang mengatakannya seperti kebo, marry pun bangun dari tidurnya.
__ADS_1
"apa! kebo?! siapa suruh kau yang membuatku begadang hingga subuh. awas lo ya, gak gue kasih jatah malam, ntar." kata marry. dan berjalan memasuki kamar mandinya.