
setia adalah genggaman sepasang tangan.
yang kanan menuliskan perjanjian, yang kiri terbakar api cemburu dan dendam.
lalu...
apa kabar cinta?
apa kabar kasih sayang yang selama ini terjalani?
bila tangan kiri berkhianat pada tangan kanan?
~ ~ ~ ~ ~
"aku tidak pernah menyangka, bahwa orang yang selama ini ku anggap paling setia, meretak kan hati ini. seperti gelas yang jatuh dari tempat ketinggian, menjadi beling yang berkeping keping. aku selalu mengganggapnya bagian dari hidup ku.. tapi, mengapa kau tega melakukan ini ? kalian sungguh tega, sahabat dan suamiku. menyakiti ku dengan sangat kejam di belakang ku, tanpa ku sadari itu. drama yang kalian buat sungguh luar biasa, aku memilih mu... mengabaikan keluarga ku, dan kehilangan anggota keluarga ku. sudah puas kah dendam yang selama ini ingin kau balas ? kau.. kau buat drama yang indah.
seandainya, aku mendengarkan perkataan keluarga ku dulu, mungkin aku tidak akan berakhir seperti ini. aku sudah banyak mengecewakan orang lain, tapi aku tidak pernah mengecewakan mu.. aku pernah mendapatkan orang yang salah, jatuh dalam cinta yang salah. terikat dalam cinta yang salah, dan mencintai orang yang salah.
__ADS_1
lalu... apakah aku akan tetap berada dalam cinta yang salah ini? setelah mengetahui kebenaran yang di luar dugaan ku ?" kata nya dalam hati.
wanita yang memandangi hujan melalui balkon kamarnya, duduk merangkul memegangi kakinya. menangis dengan terisak-isak, seperti dunia pun tahu suasana hatinya. membuat hujan yang begitu deras seolah olah mengikuti tangisannya. ia melihat ke samping nya, memandang sesuatu begitu tajam. keputusan yang sangat sulit, tapi harus memilih dengan tepat dan yakin, meski cinta masih tertanam di hati.
di sisi lain~ ~
pria tampan memandangi hujan dari balik kaca kantornya, melayangkan fikirannya.
"bukan cinta ini yang salah, hanya saja posisi kau yang salah. seandainya kau tidak terlahir dari keluarga itu. mungkin kita tidak akan berakhir seperti ini, penyesalan? mungkin sudah terlambat. dan mungkin memang benar posisi cinta ini yang salah, bukan cintanya. hanya posisinya, dan kau..." kata pria tampan itu dengan pelan.
~ ~ ~
beberapa jam sebelumnya, flashback~
marry yang menolong sahabatnya karna kecelakaan, mendonorkan darahnya untuk holly. holly kekurangan darah dengan sangat banyak, dan stok darah dirumah sakit tidak mencukupi. untung saja golongan darah mereka sama dan cocok, membuatnya mendonorkan darah nya dengan suka rela, ia tidak ingin kehilangan sahabatnya, tetapi..
kenyataan yang holly berikan ketika siuman, menjungkir balik kan hidupnya.
__ADS_1
di rumah sakit,
"maafkan aku, maaf kan aku marry. aku akan mengakui sebuah kejahatan besar, sebenarnya. selama ini aku memiliki hubungan dengan devin di belakang mu, aku menjadi selingkuhan nya sedari saat kau masih berpacar dengannya. aku mencintainya, tapi dia memilih mu. aku berpacaran dengan haris hanya untuk menghilang kan rasa sakit hati ku, dan berakhir aku menjadi selingkuhannya. aku pernah melihatnya dulu, saat pertama kali kau membawanya kerumah mu. ia pergi ke club malam, duduk di bar seorang diri dan minum dengan sangat banyak. ia terlihat sangat mabuk, aku yang sedang bersama teman teman ku, duduk tidak jauh dari tempat ia berada. aku melihatnya yang dengan keadaan kacau, jadi aku menyamperin nya. dia hampir tidak sadar kan diri, lalu aku membawanya pulang. maksud ku, mengantarkannya pulang. saat di apertemennya aku pun menggodanya, ia menceritakan bahwa yang selama ini membuatnya kehilangan segalanya termasuk orang tuanya adalah robby. robby lah penyebab semua yang terjadi dalam hidupnya, ia ingin membalaskan dendam pada robby dengan mempermainkan mu. aku menghiburnya, lalu... lalu kami.. menghabiskan malam bersama, setelah itu. aku dan devin jadi sering melakukan hubungan terlarang itu. aku sangat beruntung, memiliki haris sebagai tameng ku untuk bersandiwara di depan mu. maafkan aku marr, aku sangat menyesal. aku telah melakukan kejahatan besar pada mu, tapi kau.. justru menolong ku. menyelamatkan nyawaku, sebenarnya aku ke tempat devin untuk mengatakan aku hamil, aku tidak tahu ayah dari kehamilan ku ini. yang aku tahu, aku hanya ingin devin menjadi ayahnya. maka dari itu aku pun kesana untuk meminta pertanggung jawaban, tapi ia tidak terima. aku menyuruhnya menceraikan mu dan menikahi ku. dengan mengancamnya akan memberitahu mu, bahwa penyebab kematian robby adalah dia. dan akan memberikan foto ini .menyodorkan sebuah foto. pada mu, saat mendengarkan aku mengancamnya, devin sangat marah marr, dan menamparku dengan keras, aku yang sangat sakit hati meninggalkannya dan mengemudi dengan laju. tanpa sadar menerobos lampu merah dan seperti ini.. terima kasih sekali lagi marr, terimakasih marr. dan maafkan aku, kau mau kan memaafkan ku marr?" kata holly menjelaskan panjang lebar
tanpa menjawab, marry yang telah meneteskan air matanya karna perkataan yang di ucapkan oleh holly, meninggalkan holly dan mengabaikan teriakan panggilan holly. holly meneriaki nya, tapi ia tidak memperdulikan itu, dan berjalan tanpa menoleh. rasanya marry ingin cepat cepat sampai dirumahnya, sebelum kembali kerumahnya. ia mampir ke sebuah tempat.
di rumah marry.
marry berjalan dengan terburu buru, untuk mencari devin. dan di dapatinya devin sedang meminum teh di sofa ruang tamu. dengan cepat marry menuju devin dan menampar nya. membuat gelas yang berisi teh hangat di tangan devin jatuh tanpa sengaja, keributan pun terjadi. marry menceritakan kembali apa yang baru saja ia dengar dari sahabat baiknya, devin hanya terdiam dan membeku. tidak menyangkal dan tidak membela diri, dia hanya mendengarkan marry berbicara. marry yang emosinya telah meluap luap, mengucapkan kata kata yang tertanam di hati dan fikirannya. devin yang juga sedang sedikit kesal akhirnya tidak bisa menahan emosinya, dan menampar marry dengan keras. plak tamparan mendarat di pipi marry, marry memegangi pipinya untuk menahan rasa sakit tamparan itu, dan mengucapkan kata terakhir sebelum ia meninggalkan devin menuju kamarnya. devin terpana dan syok mendengar perkataan marry, ia melihat marry meninggalkannya tanpa berkedip. setelah itu, devin pun pergi meninggalkan rumahnya.
~ ~ ~ ~ ~
hari selanjutnya, saat matahari belum lagi muncul. awan yang masih kehitam biru biruan. marry meninggalkan rumahnya, menacapkan gas menuju rumah orang tuanya. marry melajukan mobilnya dengan cepat, membuatnya sampai di rumah orang tuanya dengan waktu yang tidak lama.
bibi yang melihat marry lewat menuju kamarnya dengan mata yang sedikit bengkak dan menghitam, mengetuk pintu kamar orangtua nya untuk membangunkan mommy dan daddy dan menceritakan keadaan marry.
saat daddy dan mommy masuk ke kamar marry, marry sedang menangis dengan keadaan merangkul di atas ranjangnya. mommy pun menghiburnya, begitu juga daddy. marry menceritakan apa yang telah terjadi, daddy dan mommy mengatakan telah mengetahui itu dari dulu. mereka berkata telah mengingat kan marry untuk tidak mempercayai orang lain, karna musuh terhebatmu adalah orang terdekatmu.dan menyuruhnya bercerai, tapi marry menolaknya. marry merasa sangat menyesal, ia pun mengatakan ingin mengajukan cerai, tapi keadaannya yang sedang hamil membuatnya susah untuk bercerai. ia pun membuat kesepakatan bersama orang tuanya, marry ingin menjauh dari devin dan menenangkan fikiran untuk beberapa waktu. ia ingin menghilang seperti di telan bumi. dan marry menyuruh orang tuanya untuk merahasiakan keberadaannya.
__ADS_1