
holly yang baru saja mendapat kabar bahwa marry keguguran dan telah pulang dari rumah sakit beberapa hari yang lalu. akhirnya ia memberi tahukan pada eyza, dan mengajaknya tuk mengunjungi marry. sebenarnya holly ingin mengajak haris bersama juga, tapi haris sedang ada acara keluarga. eyza yang mendengarkan kabar buruk tentang marry membuatnya meninggalkan pekerjaannya dan menjemput holly. padahal saat ini eyza sedang ingin mengadakan rapat bersama klien yang menanam saham pada perusahaanya, tapi demi marry ia pun menundanya~
diperjalanan menuju rumah marry.
"bagaimana bisa ia mengalami ini semua ly?" tanya eyza panik
"gue.. gue juga gak tahu kak. dia.. baru saja mencurahkan hatinya pada gue, gue sedikit kesal padanya. kenapa saat ia masuk rumah sakit tak memberi tahu gue, tau tau nya udah di rumah berapa hari baru bilang" jawab holly
"terus, apa lagi yang ia curhat kan?" tanya eyza kepo
"sebenarnyaa... ini sedikit aib sepertinya, gue gak ingin menceritakan kalau saja ia tak ingin memberi tahu lo kak." jawab holly santai
"lo bisa cerita sama gue, lo tau kan. kalau gue selalu ingin marry dalam kebahagiaan.jadi kalau ada yang menurut lo gak baik, gue juga ingin tahu. bukannya maksud gue mau ikut campur, hanya saja ingin tahu kehidupan pernikahannya. gue selalu berharap agar dia bahagia, gue juga bahagia jika ia bahagia" jelas eyza pada nya.
holly pun akhirnya menceritakan pada eyza yang sangat perhatian pada marry. holly menjelaskan, bahwa sebenarnya marry tak ingin memberi tahunya kalau ia mengalami kejadian yang buruk. tapi.. marry tak bisa memendam perasaannya sendiri, akhirnya ia pun menceritakan bahwa ia mengalami keguguran dan bertengkar hebat pada keluarganya. keluarga nya menyuruh nya bercerai dan mengatakan bahwa devin selingkuh. tapi ia membela devin dan membuatnya bertengkar pada keluarganya. dan saat ini, ia juga sedang di landa oleh kegelisahan, karna orang tua dan suaminya. ia sedikit menaruh curiga pada suaminya, ia curiga bahwa suaminya bermain di belakangnya tanpa ia ketahui. tapi di sisi lain ia percaya pada suaminya, dengan perlakuan lembut suaminya pada nya. tidak mungkin ia memiliki wanita lain,. ia tak bisa memendam perasaannya sendiri. ia ingin berbagi cerita dan mendapatkan jalan keluar dengan menanyakan pendapat dan saran holly. ia juga tak ingin terlalu lama bertengkar dengan keluarganya, ia ingin membuktikan pada keluarganya bahwa suaminya tidak seperti yang mereka katakan.
"jadi, setelah lo dengar semua ini. gue harap lo tidak akan menceritakan lagi atau bertanya apa apa padanya" pinta holly
dengan tersenyum eyza menjawab.
"tenang ly, aman. tapi.. gue berharap bahwa devin tidak seperti yang di katakan keluarga marry. gue sangat berharap itu semua tidak terjadi" kata devin dengan suara lirih.
__ADS_1
~ ~ ~ ~
sesampainya di rumah marry,
marry yang sedang menyirami tanaman bunga yang ia tanam, terkejut saat holly memegang pundahnya pelan.
"eh!! menoleh kebelakang holly? dan kak eyza.? kok gak kabarin dulu mau kesini, kalau tau kalian mau datang kan gue bisa nyiapin kudapan." kata marry
"aah, gak perlu repot repot marr, gue bawa cemilan kok buat kita. tadi sebelum jemput holly gue sempat mampir ke super market" jawab eyza.
holly yang tanpa di persilahkan masuk, tiba tiba nyelonong masuk ke rumah marry. holly yang sudah terlalu dekat dengan marry membuatnya santai ketika memasuki rumah marry tanpa izin. marry dan eyza yang melihatnya sudah masuk ke rumah duluan akhirnya menyusulnya.
"duduk dulu kak, anggap aja rumah sendiri. gue buatin teh dulu" kata marry mempersilahkan eyza. marry tak menyuruh holly duduk karna ia sudah duduk dengan sendirinya di sofa itu.
"gue sirup aja ya beb, kalau ada hehe" kata holly dengan cengirannya.
"hem" jawab marry dan berjalan meningkalkannya.
"eh beb, dingin yaa kalau bisa" teriak holly.
marry yang mendengarkan itu hanya bisa menggeleng geleng kan kepalanya.
__ADS_1
tak lama kemudian marry datang membawakan minuman pada mereka.
eyza melihat marry dengan tatapan penuh Prihatin. marry melihatnya dengan mengerutkan keningnya.
"kenapa kak?" tanya marry
"ah, gak ada. lo baik baik aja?" jawab eyza
"hm, udah baik aja sih sekarang" kata marry santai
"beb, bentar deh. gue bingung. kok lo bisa ngalamin keguguran? gimana ceritanya?" sambung holly bertanya.
marry pun akhirnya menceritakan pada mereka bahwa ia keguguran tanpa ketersengajaan. ia mengalami sakit yang luar biasa pada perutnya, saat ia memakan obat pereda sakit dan menaiki tangga tiba tiba kepalanya terasa sangat berat, dan saat ia sadar ia telah berada di rumah sakit. dokter mengatakan bahwa bayi yang ia kandung tidak selamat. keluarga nya menyalahkan devin atas kejadian semua itu. ia di bawa pulang kerumah keluarganya, saat ia berada di rumah keluarganya. keluarganya menyuruhnya menceraikan devin, ia menolak permintaan keluarganya, tetapi keluarganya malah berkata bahwa devin bukan lelaki baik dan menghiatinya. ia marah dengan alasan yang mereka berikan, ia tidak terima suaminya di jelek kan. ia pun membela suaminya dan membuatnya bertengkar hebat pada keluarganya. ia sebenarnya sangat menyesal karna telah memarahi orang tuanya. tapi ia juga sedang di kuasi emosi saat itu. dan rasa gengsi nya sangat besar ingin meminta maaf duluan, ia takut bahwa saja ketika ia meminta maaf. mereka justru masih menyuruhnya bercerai. ia ingin membuktikan bahwa suaminya tidak bersalah dan tidak seperti yang keluarganya katakan. tapi disisi lain, jauh di dalam hatinya. ia gelisah dan takut. ia takut bahwa semua yang dikatakan keluarganya ternyata benar dan ia yang salah. keluarganya pernah menunjukan sebuah foto devin sedang bersama seorang wanita, wanita itu memakai masker dan kaca mata hitam. ia tidak bisa melihat pasti wajah wanita itu. meski ia mengatakan pada keluarganya bahwa mungkin saja itu klien perusahaannya dan percaya devin. tapi hatinya berkata lain. ia menjadi curiga pada devin. marry pun menceritakan bahwa ia pernah melihat ponsel suaminya dan mendapati sebuah pesan yang di arsipkan, pesan itu sangat jelas kelihatan aneh. pesan itu mengatakan bahwa ia merindukan devin dan menyuruhnya kesana. tapi saat ia menanyakan pada devin, devin mengatakan itu adalah tantenya dengan menunjukan pesan itu. marry mengatakan bahwa ia mungkin saja percaya itu tantenya, karna ia tidak mengingat nomor tantenya dan mengetahui tante memang suka memberikan pesan seperti itu, tante memang sedikit usil kalau berkata.
"gue.. gue juga gak tahu harus bagaimana. hati gue sedikit curiga, tapi gue juga percaya padanya. " kata marry
"lo.. ikutin aja hati lo . semoga devin tidak seperti yang di fikirkan keluarga lo. gue masih disini. saat lo butuh teman curhat atau lo lagi sedih, lo bisa hubungin gue atau holly marr. jangan di pendam sendiri. tawaran gue, masih berlaku buat lo" *j*awab eyza
"iya mar, jangan di pendam sendiri. gue bakalan bantuin lo cari tahu tentang devin. lo tenang aja ya sayang." sambung holly.
~ ~ ~ ~
__ADS_1
di sisi lain,
devin yang sangat panik dan sedikit emosi, membuatnya berfikiran tidak jernih. devin membayar seseorang dan menyuruh orang itu tuk mengotak atik kan mobil robby, agar robby tidak bisa berpergian. tapi ternyata, yang di lakukan orang suruhannya malah membuat sebuah malapetaka bagi robby ~