wrong love

wrong love
possessive brother


__ADS_3

robby menyuruh seseorang mencari tahu tentang devin. ia merasa seperti kenal. tapi ia tak pasti, sebab devin yang ia kenal. dulu tak memiliki badan sebagus ini. devin yang ia kenal, memakai kaca mata tebal. dengan poster tubuh yang gendut. dan devin yang saat ini, memiliki tubuh yang super perfect. tetapi ia tak menyebutkan nama belakangnya. sungguh licik bukan ? devin hanya menceritakan, orangtua nya telah meninggal. sehingga dia bekerja di cafe milik temannya. dan keluarga dari pihak ibunya sebenarnya menyuruhnya bekerja di perusahaan milik kakeknya, tetapi. ia hanya ingin mandiri, dengan hobby yang ia sukai. sebenarnya, jauh di dalam lubuk hati robby, ia merasakan sesuatu yang sangat janggal. seperti akan ada badai yang datang.


"gue harus sesegera mungkin mencari tahu asal usul nya, gue gak mau memberikan adik gue dengan orang yang salah" kata robby sambil menghempaskan koran yang ia baca.


dengan cepat ia menelpon seseorang.


"gimana perkembangannya? kalian udah dapat yang gue suruh?" katanya tegas


"belum bos, kami masih menyelidikinya. jati dirinya sangat tertutup. kami hanya mendapkan berita, ia tinggal di sebuah apertemen sewaan yang tak jauh dari tempatnya bekerja, dan ada wanita yang


terkadang mengunjunginya." jelas seseorang dengan panjang di balik telpon itu


"siapa wanita itu? apakah itu adik gue?" tanya robby penasaran


"kami kurang pasti bos, kami tak melihat dengan jelas. karna itu sangat jauh dari tempat kami berada" jawab seseorang di balik telpon itu.


"baiklah, jangan lupa selidiki terus latar belakangnya.dan katakan dengan cepat hasilnya" kata robby dengan tegas dan menutup telponnya


~ ~ ~ ~


marry yang telah mengenalkan devin kepada keluarganya, kini jadi sering di antar jemput dengan devin.

__ADS_1


"makasih ya, mau mampir dulu gak?" tawar marry


"ngak deh, gue capek." jawab devin.


"yaudah, hati hati ya." kata marry dan meninggalkan devin.


~ ~ ~ ~


"marr, gue mau bicara bentar sama lo." kata robby.


"ada apa?" jawab marry.


"sini, duduk dulu." menepuk sofa di sebelahnya.


"lo, udah lama kenal dia?" tanya robby memandang nya dengan sangat dalam.


"ya, lumayan." jawab marry berbohong, padahal. ia baru kenal beberapa bulan. dan pacaran baru jalan tiga minggu.


"hah menghembuskan nafas dengan berat. lo, lo tau dia menyewa apertemen?" tanya robby


"ya, gue tau."

__ADS_1


"dan lo, sering kesana?" tanya robby agak menekan


"gak, akhir akhir ini.jarang jarang" jawabnya cuek.


"lo, udah tau latar belakangnya? jangan terlalu percaya, terkadang lo gak akan tau mana yang baik buat lo dan mana yang buruk, dan jangan sering sering ke tempatnya." kata robby dengan cerewet.


"kenapa sih kak?! lo bilang gitu, gue tau dia bukan dari orang berada. dia hanya bekerja di cafe, tapi lo harus ingat. dia bisa aja mewarisi perusahaan kakeknya. jangan menilai orang dari pekerjaan dan apa yang ia punya. dan satu hal lagi, gue cinta sama dia. jadi itu urusan gue. mau gue percaya sama dia, atau gue ketempatnya" jawab marry dengan emosi meluap luap dan meninggalkan robby sendiri.


~ ~ ~ ~


robby yang di marahi adiknya yang sangat ia sayangi, terbengong dan melamun.


"kakak, kakak berharap dia bukan devin yang kakak kenal. kakak hanya tak menginginkan kau terluka ryry, bisa saja jika ia devin yang kakak kenal. ia memiliki maksud lain dibalik nya, dan kau.. sangat mencintai nya, kakak takut, kakak akan susah memisahkan kau dengannya ryry." lirih kakaknya dengan pelan.


~ ~ ~


di kamar marry.


"apaan sih, bete deh. robby sok ikut campur segala lagi dasar." gumamnya kesal.


dengan cepat ia pun menelpon devin, tapi yang benar saja. devin tak mengangkat telponnya.

__ADS_1


"huh, mungkin dia tertidur."kata marry pelan.


__ADS_2