wrong love

wrong love
kebohongan


__ADS_3

keesokan harinya,


devin yang terbangun dari tidurnya melihat gadis yang berada disampingnya. memeluknya dengan sangat erat. devin berusaha melepaskan tangan gadis itu dari tubuhnya, dengan perlahan akhirnya kini devin berhasil keluar dari pelukan gadis itu. memakai pakaiannya dengan cepat, gadis itu yang meraba raba ranjangnya ia seperti tak mendapati sesesorang yang dicarinya. dengan cepat ia membuka matanya. dan melihat devin sedang mengancing kemejanya. devin ingin meninggal kan gadis yang tanpa sehelai benang itu sendirian. tiba tiba ia teringat mobil tantenya masih berada di tempat parkir acara itu. ia melihat kebelakang sebelum membuka pintu kamar hotel. dilihatnya gadis itu telah duduk di atas ranjang. masih dengan keadaan tanpa sehelai benangpun,


"kenapa? lupa sesuatu?" tanya gadis itu dengan tersenyum


"oh kau, kau meninggalkan mobil tante mu di tempat acara itu?" sambungnya lagi


devin hanya tersenyum, dan gadis itu perlahan turun dari ranjang nya menuju devin.


dengan tiba tiba memeluk devin.


"apa mau melanjutkan lagi?" tanya nya dengan manja


"tidak, gue hanya ingin pulang. lekas lah bersiap" kata devin cuek.


"aah, baiklah. awas ya lo merindukan gue" katanya menggoda


gadis itu melepaskan tangannya dari tubuh devin, tanpa membersihkan diri. ia langsung memakai gaun yang ia pakai semalam.


"seharusnya lo membiarkan gue mandi dulu dong, lihat nih. keadaan gue masih kacau" katanya mengomel


"tenanglah, ini masih pagi. takan ada yang memperhatikan mu. dan lo masih terlihat cantik kok" sambil berjalan bersama


~ ~ ~ ~


"thanks ya, hati hati" kata devin yang telah berada di luar mobil gadis itu

__ADS_1


"yups, hati hati sayang mengendarainya. jangan lupa kabarin ya kalau dirumah." meninggalkan devin dan melaju dengan cepat


diperjalanan pulang menuju rumah tantenya, devin melihat ponsel nya. begitu banyak pesan dari marry. serta panggilan tak terjawab.


tante yang berada di rumah sakit, yang menginap bersama bi ome menemani nenek. tidak pulang kerumahnya. membuat devin yang baru saja pulang tidak di pertanya kan. dengan cepat devin membersihkan dirinya, dan pergi Kekantornya.


~ ~ ~ ~


di kantor


"seperti ada yang gue lupakan."


kring kring suara ponsel berbunyi


dengan wajah yang sedikit kesal, ia mengangkat panggilan itu. mengobrol dengan tak begitu lama.


"ya, baiklah. bye" katanya sebelum menutup panggilan itu


"hah, apa lagi sih nih cewek" katanya kesal dan mengangkat panggilan itu


"ya darling, ada apa lagi?" katanya santai


dengan keheningan tak lama, devin mendengar suara yang membuatnya sedikit gugup.


"what? darling, ada apa lagi? lo habis nelpon siapa?! ini gue marry. kenapa lo gak menjawab telpon gue sedari semalam? dan juga lo gak balas pesan gue. ini lagi tadi gue telpon juga lo gak bisa di hubungin! lo kemana aja sih, lo ngapain aja si?!" kata marry bertubi tubi dengan sedikit marah. di balik telpon itu


"gu..gue, gue tadi habis terima telpon dari haris. lo tau lah, kita sangat dekat panggilan itu biasa gue dan dia gunakan untuk bercanda.dan gue semalam tak melihat ponsel gue, gue sibuk dan sedikit mabuk, gue pulang di antarin temen gue. sesampai di rumah gue tertidur. dan lo sendiri, kemana aja lo?! gue tinggalin bentar udah berani berani nya ketemu berduaan sama cowok lain?! lo lupa dengan yang gue bilang?!" jawabnya berbohong dan berbalik memarahi marry

__ADS_1


" haa? gue? gue nemuin siapa? gak ada tuh. oh ya sudah lah kalau lo gak kenapa kenapa. yaudah gue.. gue siap siap ke kampus dulu ya, dan lo. jangan lupa jaga kesehatannya. dadah" kata marry dan mematikan panggilan itu


"cih, gak mau ngaku!" kata devin sambil melihat ponselnya.


~ ~ ~ ~


di kampus,


"ly, gue tadi nelpon devin. dia manggil gue pakai darling dan tanya ada apa lagi, terus gue tanya kenapa dia bilang gitu. eh katanya itu haris yang ia panggil gitu mereka habis telponan. apa lo percaya ly? mm. dan... devin bilang gue, gue berduaan sama cowok lain. padahal gue kan bukan sama cowok lain. cuma sama kak eyza aja deh. itupun gue cuma mau minta maaf sama dia. bukan maksud lain. tapi gue heran, dia bisa tau dari mana coba? sedangkan dia kan, dia aja disana." curhatan marry dengan panjang pada holly


"hm, bisa jadi aja. mana gue tau. tapi.. lo baiknya selidiki dulu deh, mau gue tanyain ke haris ntar? gue ketemu dia ntar malam. btw, terus lo bilang kalau yang lo temui itu kak eyza." jawab holly


"boleh juga, hehe. ngak. gue bilang gak ada tuh ketemu cowok lain. gue. gue takut dia marah kalau tau gue ketemu kak eyza." jelas marry


"dih, lo sih. seharusnya lo tuh jujur. dengan lo nutupi gitu mahal makin curiga dia" saran holly


mereka kini membahas topik lain, marry menanyakan holly gimana perkembangannya bersama haris. holly menceritkan bahwa ia dan haris terkadang sering bertemu. dan menghabiskan malam bersama. haris terkadang datang menemui nya kerumah, ia pun telah di ajak haris kerumah nya menemui keluarganya. keluarga haris sangat baik pada holly, membuat holly sangat senang. marry yang mendengarkan cerita holly. mengucapkan selamat dan turut bahagia atas dirinya. ia menyarankan agar tak menyia nyikan haris yang mencintainya dengan tulus. mendengarkan perkataan itu, holly hanya tersipu malu tanpa menjawabnya.


~ ~ ~ ~


malam harinya, marry tak begitu bisa makan. ia seperti terlalu kekenyangan. menginginkan ini dan itu, tetapi setelah dapat ia tak menginginkan nya lagi. membuat dirinya sendiri terheran heran


di sisi lain.


haris yang hatinya sangat berbunga bunga, berkunjung kerumah holly. haris sebenarnya mengajaknya diner diluar. tetapi holly menginginkan diner dirumahnya. holly memasak makanan dengan penuh cinta.


haris yang baru saja sampai dirumah holly, masuk tanpa sungkan. karna pintu itu tak tertutup, ia mencium aroma wangi masakan holly dengan cepat ia menuju dapur. melihat holly yang sedang memasak sambil bernyanyi, haris mendekatinya dengan diam diam tanpa suara dan berjalan perlahan lahan. memeluk holly dari belakang.

__ADS_1


"aah, my lyly. kau sangat sudah cocok tuk menjadi istriku." mencium leher holly.


holly yang mendengarkan itu hanya tersipu malu, melepaskan tangan haris dan menyuruhnya duduk. holly menyelesaikan masakannya dengan cepat. menyajikan di meja makan. sambil menikmati diner bersama. holly pun mengobrol dengan haris, bercerita yang membuat mereka tertawa dan tersenyum seperti keluarga yang hangat.


__ADS_2