
devin membuat para pegawai wanita meliriknya dengan tatapan penuh cinta. tak lama setelah ia sampai ruangannya, seketaris yang sangat cantik dan memiliki body yang menggoda kini datang menemuinya.
tok tok suara ketukan pintu
tanpa ada jawaban, wanita cantik yang sangat menggoda kini memasuki ruangan.
"pak ini, yang bapak minta." katanya dengan manja sambil menunjukan belahan dadanya yang sengaja ia pamerkan.
"ya, kau boleh keluar" kata devin cuek.
tak lama kemudian, setelah melihat lihat map yang dibawakan seketaris cantik tadi. ia pun melihat ponselnya, sesuatu yang membuatnya terkejut. ketika ia membuka sebuah pesan. dan devin pun memukul meja dengan tangannya sendiri. bukti dan pesan itu, sangat jelas.
"berengsek! sudah ku katakan dengan jelas bukan. kenapa masih saja kau bertemu dengan pria lain ?! sudah tak tahan segitunya kah? baru kutinggal sehari!! arghh!!" amarah dengan omelan nya yang panjang
~ ~ ~ ~
dimalam hari.
devin yang berada di sebuah acara, tak sengaja bertemu gadis yang ia jumpai di bar. gadis yang mengantarkannya pulang. pada malam marry mengenalkannya pada keluarga, pada hari itu juga dia pergi ke club. ia duduk di bar seorang diri dan di hampiri gadis manis yang menggodanya. ia yang mabuk dan hampir tak sadar, membuat gadis manis itu mengantarkannya.
"e..eeh, lo? kok bisa disini?" tanya devin terheran heran
"aah, lo juga kenapa bisa disini?" tanya nya tanpa menjawab.
gadis itu kini mengobrol panjang lebar bersama devin, devin menceritakan tentang ia yang menggantikan tantenya bekerja, nenek yang sakit.dan ternyata gadis itu juga menghadiri acara ini karna di undang. gadis itu kini membahas hal hal lain yang membuat mereka tertawa tanpa beban. devin yang tadi me mode kan silent ponsel nya, kini ia me mode getar kan nya sebelum ia memasuki ruangan acara itu. tak lama, ponsel devin yang berada di saku celana nya menimbulkan getar getaran, devin yang sedikit kegelian dengan getaran itu. dengan segera mengambilnya. di lihatnya dengan seksama siapa yang menelpon.
__ADS_1
"hah menghembuskan nafas nya dengan berat" tanpa mengangkat ia pun hanya mematikan nya,
gadis yang tadi nya di depan devin, kini berada di samping devin. merangkul tangannya. dengan manja ia sengaja mendekat kan payudaranya yang terlihat di balik gaunnya yang sexy.
"kenapa? pacarmu?" tanya gadis itu dengan tersenyum menggoda.
"hm," jawabnya singkat.
wanita itu, kini mempertanya kan kenapa devin tak mengangkat panggilan dari pacarnya. devin menjelaskan, bahwa ia sedang kesal dengan pacarnya.
"bagaimana bisa, baru sehari gue tinggalkan. dan dia bertemu berdua dengan pria lain. bukankah gue sudah mengingatkan nya?!" jelasnya dengan amarah.
"sudahlah, jangan di fikirkan. mungkin ia punya urusan yang penting. makanya hanya berdua saja." pujuk gadis itu.
"lo gapapa? balik aja gih." kata devin dengan sedikit panik.
"sepertinya gue mabuk" jawab gadis itu dengan suara di buat buat
"yaudah, ayo gue antarin lo aja." katanya tegas dan menopang gadis itu berjalan
gadis itu hanya mengangguk, sebenarnya. gadis itu tidak mabuk. hanya saja ia sengaja melakukannya. devin yang tak begitu banyak minum. kini mengendarai mobil gadis itu. dan meninggalkan mobil tantenya.
dipertengahan jalan, gadis itu meminta devin mengantarkannya ke hotel terdekat. karna kepalanya sangat pusing dan sakit, ia hanya ingin berbaring dan tidur.
~ ~ ~
__ADS_1
sesampai di hotel.
"devin, jangan pulang dulu dong. temenin gue" katanya dengan manja.
devin pun akhirnya tinggal dan menemani dia. gadis itu, mencium devin dan menggoda devin.
"gue lagi gak ingin melakukannya." kata devin dengan cuek
tetapi, gadis itu sangat gigih. ia terus berusaha menggoda devin. menciumnya. memainkan tangannya, membuka resliting devin. tanpa sadar devin pun akhirnya tergoda olehnya, mereka kini di balik selimut menjadi satu. gadis itu seperti kesukaan, ia terus memeluk tubuh devin yang sedikit berkeringat.
"mmmh.. ummhh..terus sayang,,aaahhahh... aahh..mmh..." katanya dengan nafas terengah engah dan parau
devin hanya tersenyum. seketika, ponsel devin yang ia taruh diatas meja samping ranjang bergetar. devin yang berada di surganya ingin meraih ponsel itu. tetapi gadis itu menangkap tangannya. dan menyuruhnya jangan berhenti. dan mengalihkan tangan devin bersama tangannya diatas payudaranya.
"mmm..ah... bi.. biaarkan saa..jaah..haah ahh.."
~ ~ ~ ~
di sisi lain,
marry termenung memikirkan devin di depan kacanya, ntah kenapa. ia merasakan sepertinya hatinya sedikit gelisah.
"hah menghembuskan nafasnya dengan berat. mungkin devin sedang sibuk mengurus pekerjaannya, tetapi. ia kan bilang bahwa malam dia akan menghadiri sebuah acara, apa ia pulang dengan baik baik saja? biasanya kan di acara acara seperti itu, akan ada minuman minuman alkohol, seperti kak robby yang pulang selalu ber bau dengan alkohol sesudah habis dari acara seperti itu." katanya pelan dengan fikiran yang berlarut
marry tak akan pernah tau, bahwa sebenarnya. hari hari dimana kehidupannya berubah telah dimulai.~
__ADS_1