Zombie Melanda Indonesia S1-S2

Zombie Melanda Indonesia S1-S2
episode 11 memulai perjalanan


__ADS_3

"Jadi para penduduk yang selamat sekarang telah diungsikan ke bandung ?" tanyaku.


"iyah, pamanku adalah seorang perwira di kepolisian. Dia telah memprioritaskan aku. Aku disuruh untuk mencari gedung terdekat yang tinggi dan helikopter bisa mendarat."


" gedung tinggi. Yang dekat lalu helikopter bisa turun." Aku mengulang perkataan winny. " aku berada di perumahan pondok indah. Jadi, yang bisa aku gunakan bersama winny adalah..."


Pondok indah mall.


Malam hari adalah waktu yang kami pilih untuk keluar dari dalam rumah yang selama ini menjadi tempat bersembunyi. Itu karena dari yang aku tahu, para zombie itu akan menjadi lebih lambat dan merespon pergerakan ketika malam hari.


Masing-masing dari kami membawa pedang untuk bertahan diri. Aku membawa 2 buah pedang. Selain itu, aku juga membawah sebuah ransel berisi benda-benda yang dapat digunakan. Tak lupa tongkat security yang telah melindungiku tergantung di pinggang.


Sedangkan winny, selain membawa katana, ia juga membawah sebuah tas kecil dari kain. Di dalamnya berisi berbagai pralatan kecantikan yang bersikeras untuk tetap membawanya.

__ADS_1


Setelah memastikan keadaan disekitar aman. Perlahan aku membuka daun pintu ini. Jantungku berdegup kecang. Rasanya seperti seperti memasuki kandang singa.


Suasana di luar gelap dan sunyi. Tapi aku tahu, di dalam kesunyian itu terdapat monster-monster yang siap untuk memangsa/menggunyah danging kami kalau kami tidak berhati-hati.


"Ayo win." Aku mengajaknya untuk segera bergerak. Jarak antara kami dengan mall pondok indah kurang lebih 3 km.


"Aku takut.." Ucapnya dengan nada gemetar.


Aku tersenyum, kuraih pergelangan tanganya dan ku genggam erat. Mencoba untuk membuatnya lebih baik. winny pun tersenyum, walaupun senyumanya sedikit dipaksakan.


"Win, kita akan bergerak. Ayo." ajakku.


Dengan sedikit menunduk kami mulai melangkah. Mencoba untuk tidak sesedikit mungkin mengeluarkan suara yang bisa menarik perhatian para zombie itu.

__ADS_1


Jarak antara kami berdua dengan zombie kini semakin dekat. Dan nafasku seakan terbang ketika tiba-tiba zombie yang paling dekat dengan kami, bergerak ke arah kami dan berhenti tepat di sebelah kiri kami. Untungnya, masih ada sebuah plang penunjuk jalan yang besar menghalanginya melihat kami.


Celakanya, zombie itu kembali bergerak untuk memutari plang penunjuk jalan ini. Otakku berputar keras. Winny mengigil. Dan,


"Aku ada ide." Pikirku dengan cepat. Maka kuraih sebuah besi yang bergeletak tak jauh dariku dan langsung ke lemparkan ketengah jalan.


Kontan akibat dari suara itu, Para zombie itu bergerak menghampiri asal suara yang kubuat tadi. Begitu juga dengan zombie yang berada di dekat kami. Namun, begitu ia bergerak membelakangiku, Dengan cepat ku hunuskan pedang samurai tepat di lehernya dan.


Kepala zombie itu langsung terpisah dari badanya. Tubuh tanpa kepala itu juga ikut terjatuh dengan tak mengeluarkan suara yang berisik.


"Sukses." Bisikku perlahan sambil mengepalkan tangan.


Kami berdua kembali bergerak. Dan kini, kami telah sampai di jalan utama yang menghubungkan kami ke mall.

__ADS_1


*BERSAMBUN*


jangan lupa dukuganya yah dengan cara meberikan vote, like dan coment kalau ada kalimat yang salah yah


__ADS_2