Zombie Melanda Indonesia S1-S2

Zombie Melanda Indonesia S1-S2
episode 7 S2 / selamat


__ADS_3

Aku mendesah didalam hati, "aisyah.


bunda, maaf."


Kupejamkan mataku. Menunggu tubuh


ini disantap oleh makhluk-makhluk


keparat itu.


Tapi tiba-tiba, kembali suara yang


dahulu pernah menyelamatkan


nyawaku dan Winny terdengar.


"Dor.!


Lalu sekali lagi, dan lagi.


"Dor..dor.dor!"


Segera kubuka mata ini.


Beberapa zombie tampak telah terjatuh.


Beberapa dari mereka gerakannya


terhenti sesaat. Tetapi kemudian


mereka yang tersisa kembali hendak


memangsaku.


Namun, kesempatan yang walau hanya


sesaat segera kugunakan dengan cepat.


Sadar bahwa bahaya memang telah


mengancam. Aku tak ragu-ragu lagi


menggunakan senjata SS-2 ku. Kutekan


pelatuk itu. Peluru berhamburan keluar


dari moncongnya.


"Dor.dor.dor.dor!"


Setelah berhasil menyapu bersih


zombie-zombie sialan yang berada di


depanku. Aku langsung berlari kearah


suara tembakan penyelamatku berasal.


Dari asal suara, tembakan itu keluar dari


arah berlawanan. Jadi aku memutuskan


berlari kembali keluar rumah itu dan


langsung berlari lurus menyusuri tepian


perumahan itu.


Beberapa zombie yang berada


didepanku berhasil aku lewati. Tapi


ada juga yang harus aku terjang atau


kebelah batok kepalanya dengan


samurai.

__ADS_1


Tapi yang paling membantuku adalah


orang yang menyelamatkanku dari


kematian tadi seolah membingbingku


kearahnya dengan cara menembak


zombie-zombie didepanku.


Sebuah rumah bertingkat dua kini jelas


didepanku.


Dari kamar yang terletak dilantai dua,


sebuah cahaya temaram keluar.


"Pasti dari kamar itu asal dari tembakan.


Aku harus kesana " Kataku dalam hati


sambil terus berlari.


Begitu sampai dihalaman depan


rumah bertingkat itu. Mataku melotot


melihat begitu banyaknya jumlah


zombie-zombie disana.


Mungkin puluhan jumlahnya. Mereka


tampak mengerumuni sekeliling rumah


itu.


Sebuah jendela tiba-tiba terbuka dari


arah kamar yang bercahaya itu. Lalu


menyusul keluar.


"Heeei..! Cepat kau cari cara agar


bisa masuk kemari. Aku akan bantu


sebisaku..!" teriaknya. Ternyata pemilik


suara itu seorang perempuan !.


Aku tak menjawab. Tapi mata ini


langsung jelalatan mencari-cari cara


agar bisa selamat.


Zombie-zombie yang berada dibelakang


ku mulai mendekat. Juga beberapa


zombie yang berada di halaman rumah


bertingkat itu juga kini mulai bergerak


mendekatiku.


"Tak mungkin aku bisa masuk dengan


cara menerobos kerumunan makhluk


celaka itu. Peluruku tak mencukupi. Juga


pasti akan membutuhkan baryak tenaga.


Sialaaaan. Bagaimana ini Ayo deddy..

__ADS_1


berpikir."


Aku lalu melihat sebuah rumah


disanping rumah bertingkat itu. Disana


kulihat tak ada zombie seorangpun.


Mungkin karena mereka semua


berkumpul bersama disekitar rumah


bertingkat.


Aku segera berlari kearah rumah


disampingnya. Sebuah pagar tinggi


menghalangiku untuk bisa masuk.


Tanpa pikir panjang lagi, aku lalu


melemparkan tas ranselku terlebih


dahulu kedalam halaman rumah.


Aku lengah. Zombie hampir


berhasil menggigitku bila saja tak ada


suara tembakan kembali terdengar


menyelamatkan nyawaku.


Aku menoleh ke sumber tembakan.


"Cepat " teriak perempuan itu.


Aku lalu dengan cepat menaiki


pagar besi tinggi itu. seorang zombie


kutendang kepalanya ketika ia mencoba


menarik kakiku.


Dan, hup. Akhirnya aku berhasil selamat


masuk kedalam rumah.


Ransel kembali kugendong. Pedang


samurai kusisipkan ditali pinggang. Kini


senjata ss2 kujadikan senjata utama.


Perlahan aku mulai mendekati pintu


rumah. Sepi. Yang terdengar hanyalah


suara berisik yang berasal dari mulut


para zombie yang terjebak diluar pagar.


Kucoba membuka pintu tersebut.


Terkunci.


Aku lalu mundur sedikit. Dengan


beberapa tembakan, pintu itu akhirnya


terbuka.


*BERSAMBUNG*


jangan lupa dukuganya yah dengan cara meberikan vote, like supaya episode selanjutnya cepat apdate dan coment kalau ada kalimat yang salah yah.

__ADS_1


terima kasih


__ADS_2