Zombie Melanda Indonesia S1-S2

Zombie Melanda Indonesia S1-S2
episode 16 S2 / memulai aksinya


__ADS_3

Kami perlahan menuruni anak tangga


menuju lantai dasar. Setelah kami


sampai di depan pintu utama rumah


ambar, aku menginup ke luar.


Hanya kegelapan malam disertai dengan


suara air hujan yang kulihat disana. Juga


beberapa zombie yang berdiri tegak


cdidepan pagar rumah ambar.


Dan aku yakin, bahwa disekitar


rumah ini terdapat banyak sekali


zombie-zombie yang berkeliaran.


Menunggu mangsa mereka keluar dari


dalam rumah.


Tanpa adanya pergerakan yang lama


dari kami, membuat para zombie itu


berhenti dan terdiam.


Aku memberikan isyarat kepada ambar


dan mira untuk bersiap bergerak begitu


aba-aba yang nantinya akan aku berikan


terjadi.


Mereka berdua lalu lebih merapatkan


diri kebalik daun pintu. Kunci juga


sudah dibuka oleh ambar. Sehingga


nantinya kami akan dengan cepat bisa


bergerak keluar dari rumah ini.


Aku sendiri lalu bergegas menuju ke


dapur. Tas ransel sudah aku tinggalkan


didepan. Segera aku mengambil sebuah


tabung gas berwarna pink. Lalu dengan


cepat aku membawanya kepintu


belakang.


Kemudian sesuai dengan petunjuk dari


ambar, aku juga mengambil sebuah lilin


dari atas rak yang ada dapur itu.


Dengan cermat aku membuka pintu

__ADS_1


belakang itu dengan perlahan. Setelah


terbuka sedikit, aku mengintip keadaan


dihalaman belakang rumah itu.


"Aman." Desisku.


Aku lalu membuka pintu lebih lebar.


Dengan menyeret tabung gas aku


berjalan kearah sebuah pohon yang


tumbuh dibelakang halaman.


Aku memanjat pohon itu untuk


memastikan kondisi dibalik dinding


belakang rumah ambar. Melalui


sebuah dahan pohon yang agak besar


dan menjorok keluar, aku mengamati


keadaan.


Ada beberapa zombie disitu.


Aku turun dan kembali naik dengan


membawa tabung gas yang aku bawa.


Aku lalu mengikat tabung gas itu


kebatang pohon menggunakan kawat


Aku sendiri menyiapkan senapanku dan


mulai membidik mereka.


"Dor!"


Suara tembakan yang keluar dari


moncong senapanku terdengar


menggema kesunyian malam. Seorang


zombie yang terkena peluru senapanku


tepat dikepalanya terjatuh dan tak


bangkit lagi.


Kontak yang aku lakukan membuat


beberapa zombie berteriak aneh. Dan


itu mengundang zombie-zombie lainnya


untuk datang.


Sesuai dengan harapan!


Untuk lebih menarik perhatian mereka,


aku kembali melakukan beberapa kali

__ADS_1


tembakan ke arah mereka. Dan dengan


sengaja, aku juga memperlihatkan


diriku kepada mereka.


Berhasil.


Kelakuanku membuat para zombie itu


semakin berteriak-teriak. Kini, puluhan


zombie telah berdiri dibawahku.


Menatap bengis disertai suara-suara


tertahan mereka yang aneh.


Aku lalu melepaskan tabung gas dari


ikatannya.


Kemudian dengan ujung ranting pohon


yang aku patahkan, aku menusuk ujung


dari tabung gas itu. Sengaja aku tekan


dan aku patahkan ranting tu diujung


tabung. Sehingga gas yang berada


didalamnya keluar terus menerus.


Tanpa basa-basi lagi, tabung gas yang


telah bocor itu aku lemparkan ke


tengah-tengah kerumunan zombie yang


berdiri dibawahku.


Beberapa zombie tertarik dan mengikuti


gerakan tabung gas. Dan itu membuat


zombie-zombie yang lainnya ikut


bergerak mengikuti.


Setelah kurasa cukup. Dengan hati-hati


aku menyalakan lilin yang aku bawa


menggunakan korek api merek


tokai. Begitu menyala, aku langsung


melemparkannya ke arah tabung gas itu.


Aku melompat turun dari cabang pohon


ketika bertepatan dengan terdengarnya


suara ledakan keras dibalik dinding


halaman belakang rumah ambar.


*BERSAMBUNG*

__ADS_1


jangan lupa dukuganya yah dengan cara meberikan vote, like supaya episode selanjutnya cepat apdate dan coment kalau ada kalimat yang salah yah.


terima kasih


__ADS_2