
Kami perlahan menuruni anak tangga
menuju lantai dasar. Setelah kami
sampai di depan pintu utama rumah
ambar, aku menginup ke luar.
Hanya kegelapan malam disertai dengan
suara air hujan yang kulihat disana. Juga
beberapa zombie yang berdiri tegak
cdidepan pagar rumah ambar.
Dan aku yakin, bahwa disekitar
rumah ini terdapat banyak sekali
zombie-zombie yang berkeliaran.
Menunggu mangsa mereka keluar dari
dalam rumah.
Tanpa adanya pergerakan yang lama
dari kami, membuat para zombie itu
berhenti dan terdiam.
Aku memberikan isyarat kepada ambar
dan mira untuk bersiap bergerak begitu
aba-aba yang nantinya akan aku berikan
terjadi.
Mereka berdua lalu lebih merapatkan
diri kebalik daun pintu. Kunci juga
sudah dibuka oleh ambar. Sehingga
nantinya kami akan dengan cepat bisa
bergerak keluar dari rumah ini.
Aku sendiri lalu bergegas menuju ke
dapur. Tas ransel sudah aku tinggalkan
didepan. Segera aku mengambil sebuah
tabung gas berwarna pink. Lalu dengan
cepat aku membawanya kepintu
belakang.
Kemudian sesuai dengan petunjuk dari
ambar, aku juga mengambil sebuah lilin
dari atas rak yang ada dapur itu.
Dengan cermat aku membuka pintu
__ADS_1
belakang itu dengan perlahan. Setelah
terbuka sedikit, aku mengintip keadaan
dihalaman belakang rumah itu.
"Aman." Desisku.
Aku lalu membuka pintu lebih lebar.
Dengan menyeret tabung gas aku
berjalan kearah sebuah pohon yang
tumbuh dibelakang halaman.
Aku memanjat pohon itu untuk
memastikan kondisi dibalik dinding
belakang rumah ambar. Melalui
sebuah dahan pohon yang agak besar
dan menjorok keluar, aku mengamati
keadaan.
Ada beberapa zombie disitu.
Aku turun dan kembali naik dengan
membawa tabung gas yang aku bawa.
Aku lalu mengikat tabung gas itu
kebatang pohon menggunakan kawat
Aku sendiri menyiapkan senapanku dan
mulai membidik mereka.
"Dor!"
Suara tembakan yang keluar dari
moncong senapanku terdengar
menggema kesunyian malam. Seorang
zombie yang terkena peluru senapanku
tepat dikepalanya terjatuh dan tak
bangkit lagi.
Kontak yang aku lakukan membuat
beberapa zombie berteriak aneh. Dan
itu mengundang zombie-zombie lainnya
untuk datang.
Sesuai dengan harapan!
Untuk lebih menarik perhatian mereka,
aku kembali melakukan beberapa kali
__ADS_1
tembakan ke arah mereka. Dan dengan
sengaja, aku juga memperlihatkan
diriku kepada mereka.
Berhasil.
Kelakuanku membuat para zombie itu
semakin berteriak-teriak. Kini, puluhan
zombie telah berdiri dibawahku.
Menatap bengis disertai suara-suara
tertahan mereka yang aneh.
Aku lalu melepaskan tabung gas dari
ikatannya.
Kemudian dengan ujung ranting pohon
yang aku patahkan, aku menusuk ujung
dari tabung gas itu. Sengaja aku tekan
dan aku patahkan ranting tu diujung
tabung. Sehingga gas yang berada
didalamnya keluar terus menerus.
Tanpa basa-basi lagi, tabung gas yang
telah bocor itu aku lemparkan ke
tengah-tengah kerumunan zombie yang
berdiri dibawahku.
Beberapa zombie tertarik dan mengikuti
gerakan tabung gas. Dan itu membuat
zombie-zombie yang lainnya ikut
bergerak mengikuti.
Setelah kurasa cukup. Dengan hati-hati
aku menyalakan lilin yang aku bawa
menggunakan korek api merek
tokai. Begitu menyala, aku langsung
melemparkannya ke arah tabung gas itu.
Aku melompat turun dari cabang pohon
ketika bertepatan dengan terdengarnya
suara ledakan keras dibalik dinding
halaman belakang rumah ambar.
*BERSAMBUNG*
__ADS_1
jangan lupa dukuganya yah dengan cara meberikan vote, like supaya episode selanjutnya cepat apdate dan coment kalau ada kalimat yang salah yah.
terima kasih