
orang orang itu tampak berlari tak tentu arah sambil menjerit tak karuan. Saling senggol, saling bertabrakan, saling dorong dan saling mendahului guna saling menyelamatkan dari kejaran zombie. tapi akibatnya fatal karna berlarian tak tentu arah, merekah jadi tidak bisa menujuh ketempat yang aman dan ini membuat para zombie itu dengan gampang memangsa mereka.
merinding aku menyaksikanya. kini, kini aku semakin khawatir bukan khawatir dengan keadaanku, tetapi khawatir akan keluargaku disana.
saat ini aku harus memikirkan sebuah cara agar bisa keluar dari tempat ini.
mataku terasah perih. mungkin karena dari tadi siang aku belum sempat penjamkan.
ahh, bagaimana aku bisa dengan tenang mengistirahatkan ke dua mataku ini, di dunia yang hampir gila ini.
sekarang sudah tenggah malam. dan saat ini, aku tengga berusaha agar keluar dari kota jakarta yang mungkin telah di penuhi zombie. aku harus bisa keluar dari sini dan aku harus bisa bertemu dengan keluargaku.
setelah memastikan keadaan aman. aku segera keluar dari bawah mobil truk yang sudah hancur kerena menabrak sebuah gedung.
__ADS_1
di tanganku aku memegang erat senjata satu satuku, sebuah tongkat scurity. dengan alat ini sekarang aku telah berhasil mencapai wilayah pondok indah.
setalah hampir 12 jam berjalan dengan susah payahnya dan membunuh 5 zombie. aku hanya berhasil menempuh sejauh 6 km. yaitu dari cipede ke pondok indah. lalu, berapah lama waktu yang harus saya tempuh untuk bisa bertemu dengan keluarga lagi di Tangerang.
setelah memperhatikan zombie itu berapa lama dan sempat bertemu dengan mereka. aku bisa menarik kesimpulan tentang gerakan, respon dan kecepatan mereka.
gerakan meraka hampir sama dengan zombie zombie yang lainya yang sering aku liat di film.
mereka bergerak perlahan dan mengeluarkan suara aneh seperti anjing mengeram.
kalau soal kecepatan mereka. para zombie ini bergerak pada normalnya seperti berjalan biasa aja. akan tetapi, kecepatan mereka akan meningkat jika ada suara keras dan gerakan yang tiba tiba dan mereka akan agresif.
dengan perlahan dan hati-hati. aku memperhatikan keadaan sekitarku dengan seksama, aman. perlahan aku mulai melangkahkan kakiku. aku memilih menuju ke rumah yang bertingkat dua yang berada paling dekat dengan posisiku.
__ADS_1
pagar rumah besar itu sudah terbuka.
mungkin sebelumnya penghuni rumah ini sudah membukanya karena panik diserang zombie dan belum sempat menutupnya.
aku mulai curiga memasuki rumah itu.
kubuka perlahan pintuh rumah ini.
gelap, sebelum aku masuk, aku memejamkan mata guna mencoba apakah didalam rumah aman dan tidak mencurigakan.
setelah yakin rumah ini sepi, aku segerah masuk dan mencari dapur mencoba mencari sesuatu yang bisa aku makan, ketemu. segera aku membuka lemari es. wihh.. Sultan mah bebas lemari es aja full isinya dan lengkap
aku mengambil beberapa makanan dan buah-buahan, lalu sekotak susu coklat besar. aku segera duduk dimeja makan samping dapur. dengan lahap aku makan.
__ADS_1
kenyang.. aku memgusap usap perutku yang penuh makanan. lalu aku beranjak ke lantai 2, aku berjalan perlahan karna gelap. lampu denga sengaja tidak aku hidupkan karna khawatir dapat menarik perhatian zombie
bersambung...